Tere Liye

Siapa yang tidak kenal Tere Liye? Pasti pecinta novel kenal sosok penulis yang satu ini dongs. Sudah puluhan novel yang telah ia tulis dan memberikan inspirasi bagi banyak orang. Dengan kata-kata mutiaranya ia bisa mengubah pemikiran seseorang.

Tere Liye, dikenal sebagai penulis novel. Beberapa karyanya yang pernah diangkat ke layar kaca yaitu Hafalan Shalat Delisa dan Moga Bunda Disayang Allah.

Berikut adalah kata-kata penuh inspirasi Tere Liye.

  • Lepaskanlah, maka semoga yang lebih baik akan datang. Lepaskanlah, maka semoga suasana hati akan lebih ringan. [Tere Liye]
  • Jika dua orang ditakdirkan bersama, maka dari sudut bumi manapun mereka berasal, mereka pasti bertemu. [Tere Liye]
  • Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya. Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. [Tere Liye]
  • Akan selalu ada laki-laki yang baik-baik untuk wanita yang terus berusaha memperbaiki dirinya. Juga, akan selalu ada, wanita yang baik-baik untuk laki-laki yang selalu berusaha memperbaiki dirinya. [Tere Liye]
  • Mencintai dalam diam adalah seperti menari takjim sendirian di antara kabut pagi di sebuah padang rumput yang megah dan indah. Dan meski tidak tersampaikan, tidak terucapkan, demi menjaga kehormatan perasaan, kita selalu tahu itu sungguh tetap sebuah tarian cinta. Semoga besok lusa bisa menari bersama dalam ikatan yang direstui agama, dicatat oleh negara. [Tere Liye]
  • Berharap kepada sesuatu yang keliru itu persis seperti: kita charger HP, setelah 4 atau 5 jam, mau diambil HP-nya, kita baru tahu ternyata lupa di colokin charger-nya ke listrik. Bukankah banyak kejadian dibentangkan di sekitar agar kita paham? [Tere Liye]
  • Saat seseorang berbohong, maka dia akan mudah sekali mengulanginya lagi, lagi dan lagi. [Tere Liye]
  • Saat kita tidak bisa lagi mengubah sebuah situasi, sudah terlanjur terjadi, sudah demikian adanya; maka tibalah senjata pamungkas terakhir agar kita tetap bahagia, yaitu: mengubah cara kita menyikapinya. Ubahlah sikap kita. Dari benci menjadi suka, dari menolak menjadi menerima, dari berat hati menjadi tulus, dari tangisan menjadi senyuman. Insya Allah itu akan membuat hati kita tenteram. [Tere Liye]
  • Ketika sesuatu yang kita inginkan tidak terjadi, maka bukan berarti itu tidak akan terjadi selama-lamanya, boleh jadi, itu disimpan diwaktu yang lebih spesial. Karena segala sesuatu yang baik, selalu tiba di waktu terbaiknya. Mungkin agar kita lebih siap, juga mungkin agar kita lebih pandai bersyukur. [Tere Liye]
  • Terkadang, kita terlihat kuat, bukan karena kita kuat sungguhan, tapi kita tidak punya pilihan lain, hanya itu yang tersisa. Maka, tidak mengapa. Besok-besok, semoga kita jadi kuat betulan, dan itu menginspirasi orang lain. [Tere Liye]
  • Sedih sekali ketika teman baik pelan-pelan menghindar, kemudian menjauh, menjadi orang asing, bukan? Ayo, persahabatan kita jauh lebih penting dibanding egoisme sesaat, pun kesalahpahaman, maupun batu kerikil kecil lainnya. [Tere Liye]
  • Tidak ada yang bisa menyakiti kita. Sepanjang kita tidak mengijinkannya. Mau jungkir balik orang-orang melakukannya, tapi kita merasa baik-baik saja, santai, maka kita akan baik-baik saja. [Tere Liye]
  • Tahukah kau, untuk membuat seseorang menyadari apa yang dirasakannya, justru cara terbaik melalui hal-hal menyakitkan. Misalnya kau pergi. Saat kau pergi, seseorang baru akan merasa kehilangan, dan dia mulai bisa menjelaskan apa yang sesungguhnya dia rasakan. [Tere Liye]
  • Kalau ada yang menjelek2kan kita, menuduh semaunya secara terbuka, maka tidak perlu dibalas balik. Cukup kayak BBM atau whatsapp, cukup di Read, atau D, tidak perlu direply. Memang sakit rasanya dijelek2an, bikin marah, pengin balas, tapi itu tidak banyak manfaatnya, malah kontraproduktif. Jauhi saja pelakunya, biar tidak tertular mulut ember. Besok-besok, akan terbuka sendiri siapa yang jelek, siapa yang tidak. [Tere Liye]
  • Tidak semua perlu kita umumkan di dunia maya. Beberapa cukup disimpan dalam hati. Kalau semua diumumkan, apalagi yang membuat hidup kita spesial? Semua orang sudah tahu segala-galanya. [Tere Liye]
  • Orang bahagia itu tidak mencemaskan penilaian orang lain. Dia bahagia dengan kedamaian di hati dan kepalanya. [Tere Liye]
  • Tidak perlu habis-habisan, apalagi mati-matian agar orang lain menyukai kita. Buat apa? Jika orang lain memang suka, dia akan menyukai dengan sendirinya, tidak akan membiarkan kita mengemis rasa suka tersebut. [Tere Liye]
  • Hanya orang-orang kuatlah yang bisa melepaskan sesuatu. Meski sakit hati, menangis, marah-marah, sebal, sekali pada akhirnya bisa tulus melepaskan, dia sudah berhasil menaklukkan diri sendiri. [Tere Liye]
  • Mengalah itu bukan perkara orang lemah. Mengalah itu justeru adalah milik orang yang kuat, yang paham sekali, lebih baik mengalah daripada binasa semuanya, lebih baik mengalah untuk kebaikan esok lusa. [Tere Liye]
  • Di dunia ini, sebaik apapun seseorang, tetap saja ada yang tidak suka. Pun sama, setulus apapun kebaikan yang kita berikan, tetap saja ada yang tidak menghargainya. [Tere Liye]
  • Siapa yang meletakkan cintanya hanya di mata, maka hanya sampai disanalah awal dan akhir semua kisah. Siapa yang meletakkan cintanya hanya di kaki dan tangan, maka juga hanya disanalah tempat terjauh yang bisa digapai. Tapi barangsiapa yang meletakkan cintanya di hati, mematuhi aturan main dan senantiasa bersabar, maka dari sanalah semua kisah akan mekar bercahaya, wangi memesona. [Tere Liye]
  • Orang-orang yang manis akan terlihat awet. Manis senyumnya. Manis ucapannya. Manis pula perbuatannya. Orang-orang ini awet sekali ‘kecantikan’ dan ‘ketampanan’-nya. [Tere Liye]
  • Kalau kita mendengarkan semua ucapan orang, maka dunia ini bisa jadi gelap gulita oleh asap hitam pikiran negatif. [Tere Liye]
  • Tidak ada kehilangan yang paling menyedihkan di dunia ini selain kehilangan kejujuran, harga diri dan martabat. [Tere Liye]
  • Jangan mudah menyerah. Kalau bosan, cari selingan sejenak. Kalau lelah, mari istirahat sebentar. Kalau kehabisan nafas, boleh berhenti mengambil nafas. Kalau tidak tahu lagi bagaimana caranya melanjutkan, bertanyalah pada orang yang lebih berpengalaman. Kalau sudah tidak tahan lagi, bersabarlah. Tetapi jangan mudah menyerah. [Tere Liye]
  • Waktu yang akan menjelaskan dengan baik ketulusan seseorang. Niat baik, dan tujuan-tujuannya. Jika sejatinya memang baik, maka seiring waktu berjalan, akan terlihat semakin terang; sebaliknya, jika hanya topeng, maka seiring waktu berlalu, pasti akan terbuka juga. [Tere Liye]
  • Tidak ada yang kebetulan di muka bumi. Semua adalah skenario Tuhan, pemilik rencana paling sempurna. Dengan meyakini semua adalah skenario dari Tuhan, kita bisa menerima kejadian apapun dengan lapang dada sambil terus memperbaiki diri, agar tibalah skenario yang lebih baik lagi. [Tere Liye]
  • Berhentilah bertanya bagaimana menemukan pasangan yang baik. Mulailah menjadi orang yang baik dan terus lebih baik, maka akan terjawab sendiri pertanyaan ini. [Tere Liye]
  • Jodoh paling dekat itu adalah sahabat. Tidak perlu jauh-jauh mencarinya. [Tere Liye]
  • Akan datang orang yang tepat, diwaktu yang tepat, dan cara yang tepat. Percayalah. Tinggal pastikan, kita terus memperbaiki diri sendiri, agar tepat siap saat momen itu tiba. [Tere Liye]
  • Carilah jodoh yang sedikit bicaranya, tapi kongkret perbuatannya. Jika dia memang cinta, dia akan bekerja keras agar bisa segera menikah. Mulai punya pekerjaan yg baik, nyicil rumah, mulai nabung buat masa depan. Bukan cuma asyik dalam hubungan yg nggak jelas, mending tinggalkan, coret, cari yang serius dan kongkret menikah. [Tere Liye]
  • Ada masanya kita hanya butuh diam. Tidak bicara apapun, tidak bicara dengan siapapun. Cukup direnungkan dalam-dalam. Kemudian kita akhirnya paham banyak hal. [Tere Liye]
  • Tidak semua orang bisa mengerti apa yang kita lakukan, pilihan yang kita buat, atau keputusan yang kita ambil. Tapi tidak mengapa. Jika kita yakin itu benar, jalani saja dengan yakin, besok lusa akan lebih banyak yang paham. [Tere Liye]
  • Tidak semua yang kalian inginkan harus terjadi seketika. Kita tidak hidup di dunia dongeng. Bahkan, ketahuilah, banyak orang di luar sana harus berjuang mati-matian untuk mewujudkan satu keinginan kecil saja. [Tere Liye]
  • Tidak semua orang beruntung, menikah dengan cinta sejatinya. Tapi semua orang bisa beruntung, menjadikan orang yang dinikahi sebagai cinta sejatinya. [Tere Liye]
  • Selemah apapun fisik seseorang, semiskin apapun dia, sekali dihatinya punya rasa sabar, dunia tidak akan bisa menyakitinya. [Tere Liye]
  • Punya jutaan teman itu bukan hal hebat. Tapi punya satu teman, yang tetap berada di samping kita menghadapi jutaan orang, itu baru hebat. [Tere Liye]
Click Here to Leave a Comment Below 0 comments

Leave a Reply: