Soekarno

Dr. Ir. H. Soekarno adalah Presiden pertama Republik Indonesia yang menjabat pada periode 1945–1966. Ia memainkan peranan penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda.

Soekarno dilahirkan dengan nama Kusno Sosrodihardjo. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo, seorang guru di Surabaya, Jawa. Ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai berasal dari Buleleng, Bali. Ketika kecil Soekarno tinggal bersama kakeknya di Tulungagung, Jawa Timur.

Pada usia 14 tahun, seorang kawan bapaknya yang bernama Oemar Said Tjokroaminoto mengajak Soekarno tinggal di Surabaya dan disekolahkan ke Hoogere Burger School (H.B.S.) di sana sambil mengaji di tempat Tjokroaminoto. Di Surabaya, Soekarno banyak bertemu dengan para pemimpin Sarekat Islam, organisasi yang dipimpin Tjokroaminoto saat itu. Soekarno kemudian bergabung dengan organisasi Jong Java (Pemuda Jawa).

Tamat H.B.S. tahun 1920, Soekarno melanjutkan ke Technische Hoge School (sekarang ITB) di Bandung, dan tamat pada tahun 1925. Saat di Bandung, Soekarno berinteraksi dengan Tjipto Mangunkusumo dan Dr. Douwes Dekker, yang saat itu merupakan pemimpin organisasi National Indische Partij.

Berikut adalah kata-kata bijak Ir. Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia.

  • Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan. [Soekarno]
  • Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka. [Soekarno]
  • Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun. [Soekarno]
  • Merdeka hanya suatu jembatan. Walaupun jembatan emas diseberang jembatan itu jalan pecah dua. Satu kedunia sama rata sama rasa. Satu kedunia sama ratap sama tangis. [Soekarno]
  • Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. [Soekarno]
  • Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri. [Soekarno]
  • Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. [Soekarno]
  • Semua manusia dilahirkan sama dan bahwa tiap manusia itu di beri oleh Tuhan beberapa hak yang tak dapat dirampas, yaitu hak hidup, hak kebebasan, dan hak mengejar kebahagiaan. [Soekarno]
  • Pengalaman adalah guru, adalah pedoman, adalah kemudi yang sangat berharga. Pengalaman yang tidak diperhatikan akan menghantam roboh kita sendiri. [Soekarno]
  • Perjuangan-perjuangan membawa kesulitan-kesulitan. Perjuangan besar tidak hanya menuntut pengalaman tetapi juga menuntut keberanian. [Soekarno]
  • Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, dari pada makan bestik tetapi budak. [Soekarno]
  • Berikan aku 1000 orang tua niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 anak muda niscaya akan kuguncangkan dunia. [Soekarno]
  • Sesuatu bangsa hanya dapat kuat kalau ia bersatu, hanya dapat merdeka kalau ia membeli kemerdekaan. [Soekarno]
  • Sesuatu bangsa tidak dapat hidup sempurna, kalau sebagian daerahnya merdeka dan sebagian daerahnya lagi diperbudak orang. [Soekarno]
  • Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Bermimpilah setinggi langit. Bila engkau jatuh, engkau akan jatuh diantara bintang-bintang. [Soekarno]
  • Tuhan menciptakan bangsa untuk maju melawan kebohongan elit atas, hanya bangsanya sendiri yang mampu merubah nasib negerinya sendiri. [Soekarno]
  • Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup dimasa pancaroba. Jadi tetaplah bersemangat elang rajawali. [Soekarno]
  • Laki-laki dan perempuan adalah seperti dua sayap dari seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; Jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali. [Soekarno]
  • Kemerdekaan hanyalah didapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad merdeka, merdeka atau mati. [Soekarno]
  • Barang siapa yang ingin mutiara harus berani terjun di lautan yang dalam. [Soekarno]
  • Kekuasaan seorang presiden ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan yang maha esa. [Soekarno]
  • Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya. [Soekarno]