Pythagoras

Lahir di Samos, sebuah pulau kecil di timur Yunani dari seorang pedagang batu mulia bernama Mnesarchus, Pythagoras banyak dikaitkan dengan Pythian Apollo. Namanya sendiri berarti “Pythian yang Jujur”. Bahkan sebelum lahir pun, Pythagoras telah diprediksi untuk menjadi seorang figur yang akan membawa perubahan dan mampu memberikan hal yang terbaik bagi umat manusia. Walaupun tidak ada bukti akan siapa ibu dari Pythagoras, ahli mengatakan kalau ibunya bernama Pythais, menjelaskan kenapa anaknya dinamai Pythagoras. Pythagoras kecil tumbuh dengan didikan sejumlah guru dan filsuf, dengan berbagai bahasa dan sumber seperti, kebudayaan Mesir kuno, Oriental, maupun Yunani sendiri.

Sejak masih muda, Pythagoras telah berkelana sepanjang benua, mengunjungi negara-negara seperti Mesir, Arab, Babylon, dan bahkan India dengan tujuan mengumpulkan ilmu pengetahuan yang berbeda-beda. Banyak tokoh-tokoh Yunani lain, seperti Heraclitus maupun Plutarch, yang menyebutkan bahwa pengetahuan yang diterima oleh Pythagoras sangatlah beragam dan tidak ada yang tahu seberapa besar ilmu yang diperolehnya selama perjalanan tersebut.

Selama hidupnya, Pythagoras telah menemukan sejumlah temuan sains maupun matematika yang menjadi kontribusi besarnya dalam dunia ilmu pengetahuan. Salah satu temuannya yang paling terkenal adalah Theorema Pythagoras yang hingga kini masih digunakan dan relevan dalam dunia ilmu pendidikan terutama matematika. Selain dalam dunia pengetahuan alam dan eksakta, Pythagoras juga menemukan sejumlah elemen penting dalam bidang-bidang seperti musik, astronomi, dan pengobatan. Pythagoras juga dikenal sebagai figur yang religius, mempraktikkan sejumlah ritual maupun upacara yang membuatnya menjadi sosok yang banyak dituakan di masyarakat Yunani pada masanya.

Pythagoras pindah ke Croton, yang sekarang merupakan Italia, akibat tekanan dari rezim tiran Polycrates di Samos yang menyebabkannya kesulitan mempraktekan ajarannya. Pythagoras membawa perubahan yang besar pada keadaan masyarakat Croton. Kemajuan Croton menyebabkan perpecahan dengan kota tetangga, Sybaris. Selama perang, Pythagoras melarikan diri, namun tidak ada informasi jelas akan kemana Pythagoras pergi.

Nasib terakhir dari Pythagoras sendiri tidak ada yang tahu. Ada yang mengatakan penemu dan filsuf ini lari ke Tarentum dan ada yang mengatakan bahwa dia mengungsi ke Metapontum. Selama hidupnya, Pythagoras menikah dengan wanita asal Croton, Theano dan memiliki satu putra, Telauges, dan tiga putri, Damo, Arignote, dan Myia.

Berikut adalah kutipan bijak Pythagoras, filsuf dan ahli matematika dari Yunani.

  • Jangan sekali-kali percaya pada kasih sayang yang datang tiba-tiba, karena dia akan meninggalkanmu dengan tiba-tiba pula. [Pythagoras]
  • Sebaiknya Anda memilih jiwa yang kuat daripada sekadar tubuh yang kuat. [Pythagoras]
  • Jangan katakan hal-hal kecil dengan banyak kata-kata, tapi katakanlah sesuatu yang besar dengan sedikit kata. [Pythagoras]
  • Derajat kebaikan seorang hamba yang paling tinggi adalah yang hatinya dapat terpuaskan oleh Tuannya Yang Maha Benar sehingga dia tidak membutuhkan perantara antara dirinya dengan Tuannya itu. [Pythagoras]
  • Pilih olehmu menjadi pihak yang kalah tapi benar. Dan janganlah sekali-sekali engkau menjadi pemenang tetapi zalim. [Pythagoras]
  • Diam adalah lebih baik daripada mengucapkan kata-kata yang tanpa makna. [Pythagoras]
  • Jika engkau ingin hidup senang, maka hendaklah engkau rela di anggap sebagai tidak berakal atau di anggap orang bodoh. [Pythagoras]
  • Jangan membanggakan apa yang kamu lakukan hari ini, sebab engkau tidak akan tahu apa yang akan di berikan oleh hari esok. [Pythagoras]
  • Pukulan dari sahabatmu lebih baik dari pada ciuman dari musuhmu. [Pythagoras]
  • Saya mengundang teman-temannya untuk makan, tetapi ternyata pembantuku melalaikan perintah dan tidak menyiapkan makanan. Saat teman-temannya datang, dia tidak panik, malah tertawa. Dia berkata, Hari ini telah kita dapatkan hal-hal yang lebih mulia daripada alasan pertemuan kita ini, yaitu menahan kemurkaan, menguasai kemarahan, menggenggam kesabaran, dan menghiasi diri dengan kelembutan. [Pythagoras]
  • Wahai anak muda, jika engkau tidak sanggup menahan lelahnya belajar, engkau harus menanggung pahitnya kebodohan. [Pythagoras]
Click Here to Leave a Comment Below 0 comments

Leave a Reply: