Prie GS

Prie GS lahir dan besar di kecamatan Kaliwungu, Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Rumah dan kehidupan di sekelilingnya merupakan “lingkungan industri” kartun sejak dekade 1970-an, dan Prie merupakan salah seorang yang menceburkan diri dalam dunia kreativitas menggambar itu. Seperti kawan-kawan lainnya, dia pun mengirimkan karya-karya kartun ke berbagai media massa. Namun di kemudian hari, dia juga belajar khusus kepada kartunis kawakan dari harian umum Kompas, G.M. Sudarta.

Selepas SMA, Prie GS melanjutkan pendidikan di jurusan seni musik, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP Semarang. Di sana lah kemampuannya semakin terasah dan mengawali kariernya sebagai wartawan di harian umum Suara Merdeka. Sebagai wartawan yang dikaruniai talenta seni, Prie lebih banyak memegang rubrik-rubrik bermuatan kesenian, sembari secara rutin dia menggambar kartun setiap hari Minggu di surat kabar itu. Dan beberapa tahun kemudian, Suara Merdeka Group mempercayakan padanya untuk memimpin majalah wanita Cempaka.

Pilihannya di dunia kartun bukan tanpa alasan. Sebagai mahasiswa jurusan seni musik, dia pun pernah memperdalam piano dan gitar klasik, tapi baginya, musik bukan jalan hidupnya. Hingga akhirnya dia memilih menjadi seorang kartunis hingga sekarang. Prie GS juga pernah menggelar pameran kartun di Tokyo, Jepang atas undangan The Japan Foundation. Di sana, banyak ilmu yang didapat terutama tatkala punya kesempatan berdiskusi dalam satu meja dengan para komikus dan animator tersohor di negeri itu. Prie juga pernah menjajal kemampuannya sebagai aktor dengan bergabung di Teater Dhome Semarang saat menggarap repertoar Umang-umang atawa Orkes Madun karya Arifin C. Noer memerankan sebagai seniman. Saat itu, kawan lain yang ikut mendukung di antaranya Jodhi Yudono, Timur Sinar Suprabana, Eko Tunas, dan Joshua Igho. Di Teater Lingkar, Prie lebih banyak menulis skenario drama. Sedangkan di Teater Aktor Studio, Prie bersama Joshua Igho menjadi ilustrator musik untuk repertoar Jembatan Mberok.

Menjalani hidup sebagai wartawan, penulis kolom, dan kartunis semakin menambah wawasan Pri GS luas. Bertambahnya jam terbang di dunia kesenian dan jurnalistik, membawa Prie terjun ke ranah lain yaitu sebagai public speaker. Di wilayah ini, Prie sering diundang sebagai pembicara, motivator, dan pengasuh acara-acara bertema budaya. Kemampuannya mengolah rasa adalah modal yang menjadikannya terus diminati oleh banyak lembaga untuk meminta siraman-siraman bernas darinya, antara lain Markas Besar TNI Angkatan Laut Cilangkap, memberikan refleksi sosial di hadapan para jenderal dan perwira Angkatan Laut. Berbagai perusahaan besar juga pernah mengundangnya seperti PT Telkom, PT Coca-Cola, Indonesai Power, Bank Indonesia, PT PLN, PT Telkomsel, dan lain-lain.

Di ranah hiburan radio dan televisi, sampai sekarang Prie juga menjadi host untuk acaranya refleksi. Sudah tidak terhitung karya-karya yang diterbitkan oleh Prie GS, baik dalam bentuk puisi, cerpen, kolom, kartun, maupun buku-buku humor, karena sejak memulai debutnya sebagai seniman, setiap pekan dia selalu menulis dan menggambar untuk diterbitkan di media massa.

Berikut adalah kata-kata mutiara Prie GS, budayawan Indonesia.

  • Puncak pendidikan adalah adab. [Prie GS]
  • Koran dan televisi telah kalah hampir segalanya dari media sosial. Harta karun yang tersisa tinggal satu: integritas. [Prie GS]
  • Jadilah spesial. Jika jadi penjual menjuallah barang spesial. Spesilis itulah sebutannya. Jika sudah menjadi spesialis lalu kembalilah menjual apa saja. Itulah inti penjualan: LAKU. [Prie GS]
  • Syarat menjadi publik figur bukanlah popularitas melainkan apakah bagi publik ia layak jadi figur. [Prie GS]
  • Hiduk ini keras, maka gebuklah. [Prie GS]
  • Mustahil menolak mati. Tetapi masih mungkin menolak kalah. Maka juga mungkin menolak mati dalam kalah. [Prie GS]
  • Semua pekerjaan adalah tugas suci. Bahkan nguras WC sekalipun.[Prie GS]
  • Kemacetan hanya derita bagi yang sedang macet. Bukan bagi yang sedang nonton. [Prie GS]
  • Jika seseorang benar-benar tinggi ia merasa tak perlu membuat orang lain terlihat rendah. [Prie GS]
  • Jika engkau perempuan tak cantik dan engkau lelaki tak ganteng, bersyukurlah karena engkau diam-diam dihindarkan dari godaan pemberhalaan tubuh. [Prie GS]
  • Siapa saja yang berkemampuan sebagai guru sebaiknya dijaga dari budaya pop. Karena inilah budaya yang memaksa seseorang mengenal tahapan naik daun dan turun daun. [Prie GS]
  • Kebijkasanaan tak membuat seseorang mengerti semua hal. Ia hanya membuat seseorang menjadi pantas baik saat mengerti maupun tidak. [Prie GS]
  • Kebencian memerosotkan hidup. [Prie GS]
  • Ciri negara yang diremehkan: mudah dimasuki berton-ton narkoba. [Prie GS]
  • Hidup ini lunak, maka bentuklah. [Prie GS]
  • Apa yang kau dapatkan lebih banyak berasal dari yang terberikan daripada yang kau usahakan. [Prie GS]
  • Viral tak perlu dirisaukan juga dibanggakan karena hanya semenit ke depan sudah akan muncul viral baru. [Prie GS]
  • Pacar itu indah, istri itu tenteram. Tetapi keindahan yang tak tenteram ia tak indah lagi. [Prie GS]
  • Hanya nila setitik rusak susu sebelanga. Apalagi kalau susunya yang setitik, nilanya yang sebelanga. [Prie GS]
  • Pujian dari pemuja dan kritik dari pembenci selalu kurang menarik dibanding kebalikannya. [Prie GS]
  • Peraturan yang lahir hanya karena kepentingan, ia akan ganti menjadi lawan jika pembuat aturan sudah berganti kepentingan. [Prie GS]
  • Tetaplah ramah walau risikonya orang yang kau sangka tersenyum kepadamu itu ternyata tersenyum pada yang di belakangmu. [Prie GS]
  • Musuh negara tersulit ialah jika datang dari dalam negara itu sendiri. [Prie GS]
  • Hakim itu adil, ilmuwan itu jujur, pejabat itu bersih, pemimpin itu teladan, ulama itu zuhud. [Prie GS]
  • Ilmuwan harus jujur karena ia penjaga kebenaran. Hakim harus bersih karena ia penjaga keadilan. Jika keduanya lengah pada kewajibannya, kehidupan bersama adalah tumbalnya. [Prie GS]
  • Nikah mungkin tak seindah pacaran. Tapi seindah-indah pacaran tak setenteram nikah. [Prie GS]
  • Ujung pengetahuan adalah seni. Ujung kesenian adalah spiritualitas. Maka spiritualitas banyak sekali mengharuskan melewati jalan seni. Agak sulit membayangkan menjadi spiritual tetapi kehilangan seni. [Prie GS]
  • Kalau kau tak punya sesuatu yang kau inginkan, jangan sedih. Ada kalanya itu cara Tuhan menjauhkanmu dari bahaya yang tak kau tau. [Prie GS]
  • Bagaimana melatih jam terbang? Terbanglah dulu agar punya jam. [Prie GS]
  • Baper itu karena perasaan dibiarkan terlalu maju di depan akal. [Prie GS]
  • Soal yang paling ditakuti orang sibuk adalah menganggur. [Prie GS]
  • Walau yang sedang kau terima bukan yang menyenangkan hatimu tetapi itulah yang terbaik bagimu. [Prie GS]
  • Gaptek itu bukan soal kemampuan. Ia soal kemanjaan. [Prie GS]
  • Salah satu berkah terbesar yang dianugerahkan pada seseorang ialah ketika kepadanya tetap diberikan kewajaran. [Prie GS]
  • Mudahkanlah urusan orang lain. Walau itu tak menjamin kau akan selalu dimudahkan orang lian, tetapi jangan takut. Pada akhirnya urusanmu akan selalu mendapat kemudahan. [Prie GS]
  • Melihat pencabutan rambut ketiak secara serempak itu benar-benar pemandangan ngilu. Ia mengingatkan migrasi penduduk dengan cara “bedhol desa”. [Prie GS]
  • Seseorang bisa sesekali salah, bisa berkali-kali salah. Tetapi tak berarti seluruh hidupnya berisi salah. Begitu sebaliknya. [Prie GS]
  • Asal hidupmu tak macam-macam, persoalanmu tak macam-macam. [Prie GS]
  • Tak semua yang kita tahu boleh kita katakan. Apalagi yang kita tak tahu. [Prie GS]
  • Puncak prestasi adalah kerendahan hati. [Prie GS]
  • Setiap sedang akan ketemu telah. [Prie GS]
  • Rendah diri itu dibutuhkan, terutama bagi pihak yang terlalu percaya diri. [Prie GS]
  • Ada best friend. Ada good friend. Ada yang sekadar friend. Ada yang akhirnya unfriend. [Prie GS]
  • Memberi nama anak tak perlu terlalu pajang kalau pada akhirnya panggilan untuknya begitu hemat. [Prie GS]
  • Salah satu anugerah terbesar umat manusia adalah: hukum. [Prie GS]
  • Dua keadaan ini besar sekali bedanya: pertama, merdu. Kedua, seolah-olah merdu. [Prie GS]
  • Uang yang kau cari secara benar akan membantumu menuju ke jalan benar. [Prie GS]
  • Tahun baru dengan kelakuan lama sungguh bukan tahun baru. Ia tahun lama yang didaur ulang. [Prie GS]
  • Jangankan soal agama dan keyakinan, soal diet saja ada aliran dan mazhab juga penuh debat. [Prie GS]
  • Pihak yang benar-benar bisa mempersulit urusanmu bukanlah orang lain melainkan dirimu sendiri. [Prie GS]
  • Walau bermaksud baik, jerawat teman jangan dijadikan sarana tegur sapa, apalagi objek gurauan. Jerawat itu soal bisa bagi pihak lain, tapi tidak bagi pemiliknya. [Prie GS]
  • Tak perlu buru-buru. Kalau sudah jatahmu, tak akan keliru. [Prie GS]
  • Gerakan yang mudah dibaca adalah gerakan yang mudah dipatahkan. [Prie GS]
  • Jangan stres. Nanti pandanganmu terhadap dunia seukuran dengan stresmu. [Prie GS]
  • Pertama uruslah kepentinganmu. Jika kau sudah jadi orang penting, sesungguhnya kepentinganmu hanya penting untuk kepentingan pihak lain. [Prie GS]
  • Jangan ganggu istrimu kalau sedang nonton drama Korea. [Prie GS]
  • Jangan berusaha tampil beda. Cukup menyadari kalau kau memang beda. [Prie GS]
  • Walaupun sedang kesal gerakkan bibirmu seolah-olah tersenyum. Nanti kau akan tersenyum beneran. Itu sejenis latihan menahan diri. [Prie GS]
  • Jika engkau melihat dua pihak yang tengah berdebat telitilah siapa di antara keduanya yang berdebat demi kebenaran atau demi kemenangan. [Prie GS]
  • Indahmu tak selalu indahnya orang lain. Maka indahlah dengan tenang. Syukur dengan rendah hati. [Prie GS]
  • Keberanian yang benar-benar berani lebih banyak dibahasakan dengan diam. Setidaknya tenang. [Prie GS]
  • Cara cepat melunasi hutang: bayar! [Prie GS]
  • Mudah mencegah kecerobohan diri sendiri jika bandingannya adalah mencegah kecerobohan pihak lain. [Prie GS]
  • Bumi berwatak bagai Ibu. Ia memberi kita makan, minum, dan perlindungan dari hujan meteor. Merusak Bumi adalah durhaka kepada Ibu. [Prie GS]
  • Jika sedang buru-buru, diamlah. [Prie GS]
  • Bekerja keraslah untuk mencari tapi bukan untuk menumpuk melainkan untuk menyalurkan. [Prie GS]
  • Mengalir itu perlu. Pastikan alirannya tak keliru. [Prie GS]
  • Siapa rajin mendengar ia akan mengerti harga sebuah bicara. [Prie GS]
  • Rasa cukup itu mencukupkan. [Prie GS]
  • Dunia bukan tempat yang cocok untuk keadaan “paling”. Dunia hanya cocok untuk “saling”. [Prie GS]
  • Sejauh jauh pengetahuan menuju akan berujung di ketidaktahuan. [Prie GS]
  • Banyak sekali kata swa sekarang ini. Swalayan, swakarsa, swafoto, swasyuting. Tapi ada sebuah swa yang malah makin menjauh: swasembada. [Prie GS]
  • Terlalu cepat share, terlalu cepat berkomentar dan… salah! Itulah ejakulasi dini sosial. [Prie GS]
  • Punyailah kebiasaan mengubah kata benda menjadi kata kerja. Hidupmu akan lebih produktif. [Prie GS]
  • Yang benar-benar menghancurkam segala sesuatu termasuk bisnis pada akhirnya bukanlah gagal teknologi melainkan gagal moral. [Prie GS]
  • Untuk sukses seorang karyawan cukup butuh cerdas. Tapi atasan sukses butuh naik lagi menjadi bijaksana. [Prie GS]
  • Keuntungan terbesar dalam bisnis bukanlah hasil penjualan dikurangi ongkos produksi melainkan apakah hatimu menjadi lebih tenteram. [Prie GS]
  • Manusia belum manusia sampai orang lain merasakan manfaat keberadaannya. [Prie GS]
  • Betapa cepat masa depan, karena cukup semenit ke depan ia telah menjadi masa lalu. [Prie GS]
  • Jika engkau hendak melucu, gembirakan dulu hatimu. Orang lucu belum tentu gembira tapi pribadi yang gembira akan mudah lucu. [Prie GS]
  • Ada soal salah makin menjadi salah karena penanganan yang salah. [Prie GS]
  • Di dalam rintik hujan berpendar wajah mantan. [Prie GS]
  • Satu-satunya yang boleh membuatnu kecanduan adalah: kebaikan. [Prie GS]
  • Dalam berkecukupan kau butuh bersahaja. Dalam kepintaran kau butuh bijaksana. [Prie GS]
  • Jika kau orang bebas jangan mendekat ke kekuasaan. Doakan saja ia bermanfaat, cukup dari kejauhan. [Prie GS]
  • Tanamlah pohon di depan rumahmu walau sebatang. Nanti kalau ia merimbun, istrimu akan terlihat ayu. [Prie GS]
  • Ideologi seperti rumput teki. Saat kemarau tampak mati. Tapi cukup hanya dengan hujan pertama ia bertunas lagi. [Prie GS]
  • Mustahil sebuah bangsa akan maju dan besar jika di dalamnya hidup kegemaran berfoya-foya. [Prie GS]
  • Tips sukses bangun pagi: begitu pagi langsung bangun! [Prie GS]
  • Ngomel adalah latihan yang baik untuk melihat hidup dari sisi buruk. [Prie GS]
  • Di tingkat ide, ideologi selalu otentik dan dialektik. Di tingkat eksekusi ia selalu eksesif dan dramatik. [Prie GS]
  • Sejarah lebih dari sekadar masa lalu. [Prie GS]
  • Memakai pakaian mini lalu sibuk menutupi bagian tubuh yang terbuka. Ini sikap tak praktis. Jika ia memang pemalu pakailah jas hujan. [Prie GS]
  • Bernyanyilah seolah-olah suaramu merdu. [Prie GS]
  • Nikah bukanlah pesta tapi apakah seseorang benar-benar menemukan pasangan sebenarnya. [Prie GS]
  • Bisnis penyedia fitnah dan kebencian itu sangat jahat. Jauh lebih jahat adalah para pemesannya. [Prie GS]
  • Manusia lemah di hadapan dua hal: 1. Hadiah. 2. Harga murah. [Prie GS]
  • Tergiur harga murah tak selalu soal hemat. Itu soal budaya. [Prie GS]
  • Pesta nikahmu tak perlu mewah. Tapi cintamu harus megah. [Prie GS]
  • Saat boleh makan apa saja, uang tak ada. Saat uangnya bisa untuk makan apa saja, yang boleh dimakan tak ada. [Prie GS]
  • Kemana pikiran berkencederungan ke sana hidup menuju. [Prie GS]
  • Bencana ekologi dimulai dari bencana tata ruang. [Prie GS]
  • Ada banyak penyebab meningkatnya kriminalitas. Salah satunya adalah kesalahan konsep tata ruang. [Prie GS]
  • Jangan mudah membenci sesuatu yang juga mungkin menimpamu. [Prie GS]
  • Popularaitas seperti harta. Ditumpuk tak ada habisnya sementara yang dibutuhkan tak seberapa. [Prie GS]
  • Kecemasan bepergian kini bukanlah jarak melainkan apakah di daerah tujuan masih tersedia colokan. [Prie GS]
  • Semua bentuk sukses selalu ada tanda khas: kemampuan menahan diri. [Prie GS]
  • Segala sesuatu punya hak. Termasuk diammu. [Prie GS]
  • Cara termudah dalam menangani masalah biasanya malah mendatangkan tambahan masalah. [Prie GS]
  • Dekatilah pejabat ketika ia pensiun. Itulah kedekatan dengan kemanusiaan sebagai dorongan. [Prie GS]
  • Kecukupan oksigen dalam darah akan membuatmu mudah menjadi orang baik. Maka paksalah bangun pagi. [Prie GS]
  • Jika muncul potensi dengki tekan dia. Tekan sampai mati. Jiwamu akan ringan. [Prie GS]
  • Reaksi orang di dekatmu adalah gambaran dirimu. [Prie GS]
  • Terbukalah kepada sejarah. Termasuk yang berkemungkinan salah. [Prie GS]
  • Kemajuan akal hanyalah untuk menegaskan keterbatasan akal. [Prie GS]
  • Demi melihat banyaknya bias sejarah dan sejarah yang dibiaskan sistem sekolah sehari tidaklah cukup. Butuh sistem sekolah sehari semalam. [Prie GS]
  • Mati itu pasti. Cara mati itu opsi. [Prie GS]
  • Jika banyak orang sudah begitu, tetaplah kau begini. Bukan soal tampil beda, tetapi agar keseimbangan peran terjaga. [Prie GS]
  • Ada yang sukses karena kebiasaan. Ada yang gagal karena kebiasaan. [Prie GS]
  • Ada yang sakit karena kebiasaan. Ada yang sehat karena kebiasaan. [Prie GS]
  • Seseorang yang sepi kebencian hidup lebih sehat. [Prie GS]
  • Kebencian adalah reaksi yang harus ditapis berlapis-lapis, karena wataknya yang buru-buru dan rawan keliru. [Prie GS]
  • Orang yang paling ingin melupakan adalah orang yang paling bersemangat mengingat. [Prie GS]
  • Walau membenci jangan memaki. Itu latihan awal agar tak menjadi pembenci. [Prie GS]
  • Penting itu hanya soal konteks. Begitu konteksnya berubah si penting menjadi tak penting. [Prie GS]
  • Kesulitan itu penting untuk menunjukkan sebenarnya kualitasmu. [Prie GS]
  • Ada banyak alasan untuk membenci. Tapi korban kebencian terbesar selalu pemilik kebencian itu sendiri. [Prie GS]
Click Here to Leave a Comment Below 0 comments

Leave a Reply: