Jet Veetlev

Master Jet Veetlev adalah sosok yang sangat bersemangat, penuh dengan kreatifitas ide yang spontan gila, serta mampu beradaptasi dengan sangat baik di berbagai situasi dan kondisi. “Have fun!”adalah kalimat yang selalu diucapkan Jet di setiap workshop maupun seminar, menunjukkan bahwa setiap pria mampu, berhak dan layak untuk mendapatkan wanita yang diinginkannya bukan lagi dengan tetesan darah tetapi dengan menikmati hidupnya. Jet menjadi inspirasi imej gaul dan santai bagi banyak pria Indonesia yang mengunjungi Hitman System.

Berkat keahliannya dalam dinamika sosial, politik, keuangan serta kemampuannya untuk membuat setiap orang yang baru mengenalnya menjadi akrab, Jet Veetlev mendapatkan karir pertamanya di bidang properti tanpa pernah mengirimkan lamaran pekerjaan. Satu setengah tahun tahun kemudian, ia mendapatkan posisi sebagai executive assistant CEO. Di tahun yang sama pula, Jet menyelesaikan pendidikannya di tingkat magister dengan nilai cumlaude untuk tesis akhirnya.

“More challenge please!” adalah salah satu mottonya, sehingga Jet memutuskan untuk keluar dari pekerjaan pertamanya dan terjun ke dalam bidang lainnya untuk mulai kembali dari nol. Very social and entertaining adalah trait yang tertancap manis dalam karakter Jet, membuatnya mampu dengan cepat mengkondisikan diri sesuai dengan lingkungan di manapun ia berada.

Seorang sarjana teknik informatika di tingkat pertama Universitas Bina Nusantara dan magister manajemen Universitas Tarumanegara pada tingkat berikutnya, saat ini Jet berprofesi sebagai eksekutif di salah satu perusaahan ekspor terbesar di Indonesia dengan catatan karir yang gemilang.

Berbekal kemampuan komunikasi sosialnya yang legendaris, Jet memiliki pergaulan yang sangat luas. Mulai dari para mahasiswa yang menyapanya lewat Twitter, hingga para pemimpin perusahaan ternama di berbagai negara Asia dan Eropa. Lewat hal itu pula Jet memiliki kesempatan untuk mengamati dan mempelajari dinamika sosial antar manusia.

Jet adalah seorang maniak pembaca buku (yang juga bercita-cita untuk menulis sebuah novel suatu saat nanti), pesulap amatir, dan pemain basket kambuhan. Ia senang mempelajari hal-hal baru dan menantang dirinya akan hal-hal yang belum pernah terpikir sebelumnya. Kekuatan yang selalu Jet ajarkan adalah fleksibilitas ‘bergerilya’ di kalangan wanita yang lebih tua darinya, dan menyatakan bahwa setiap pria berhak mendapatkan wanita mana saja yang diinginkan, asalkan tahu bagaimana cara mengerjakannya.

Bagi seorang Jet, “The social dynamic and cultures these days is actually just a big playground,” yang harusnya bisa dinikmati oleh setiap pria, terutama mereka yang selama ini merasa bahwa mereka bukan siapa-siapa dan terjebak dalam rumitnya matriks sosial.

Berikut adalah kata-kata mutiara Jet Veetlev, Love & Relationship Coach dari Kelas Cinta.

  • Faktanya, seringkali kita sibuk mengkritik pasangan dan lupa berkaca pada diri sendiri. Kita selalu menuntut dia untuk berubah padahal mungkin saja ia juga punya tuntutan terhadap kita. [Jet Veetlev]
  • Kalau kamu komplain tidak diperhatikan pacar, mending kamu pacaran sama lelaki pemalas. [Jet Veetlev]
  • Kalau kamu dan pasangan selalu menghabiskan weekend dengan kegiatan yang sama berulang kali, saatnya membuat perubahan. [Jet Veetlev]
  • Jika ia memiliki pasangan yang manja, ia lebih memilih memutuskan pasangannya. Bagi pria, jangan sampai hubungan asmara mengganggu kehidupan karier mereka. [Jet Veetlev]
  • Hal-hal menyebalkan kecil yang kamu lihat ketika masa berpacaran, akan menjadi 10 kali lipat lebih sering kamu lihat ketika sudah menikah. [Jet Veetlev]
  • Memiliki kesamaan bukan jadi jaminan hubungan berjalan langgeng. Cinta bukan hanya tentang memiliki kesamaan hobi. [Jet Veetlev]
  • Salah satu cara membuat hubungan bertahan lama adalah dengan cara saling menghargai. Apapun yang pasangan lakukan, wajib diberikan reward. [Jet Veetlev]
  • Cincin pernikahan bukan menjadi tokak ukur perasaannya terhadap pernikahannya. Belum tentu pria bahagia dengan pernikahannya hanya karena selalu mengenakan cincin di jari manisnya. [Jet Veetlev]
  • Sampaikan kekesalan kamu dengan kalem, nada rendah dan tenang. [Jet Veetlev]
  • Dan penting bagi pria, saat wanitamu mengatakan masalah, kamu harus bersikap tenang bukan malah emosi. Karena jika kamu terbawa emosi apalagi hingga kasar yg ada pacarmu akan langsung meninggalkan kamu. [Jet Veetlev]
  • Kebanyakan masalah jadi besar karena terlalu malas berdikusi masalah kecil. [Jet Veetlev]
  • Hubungan yang terbaik adalah hubungan matang yang sudah jarang konflik. Namun nyatanya, di masa kematangan itu orang-orang malah merasa bosan lalu berpisah. [Jet Veetlev]
  • Kebosanan bukan berarti Anda dan pasangan tidak bisa lagi saling mencinta. [Jet Veetlev]
  • Hal ini sangat penting, jangan pernah melakukan ini apalagi ada orang lain di sekitar Anda. Jangan mengolok-olok pasangan Anda, dan hindari mengatakan hal-hal yang merendahkan pasangan Anda. [Jet Veetlev]
  • Yakinkan diri bahwa pasangan sudah memilih kamu karena kamu memang yang terbaik. [Jet Veetlev]
  • Menunjukkan rasa cemburu akan membuat pasangan berpikir ulang tentang kamu, jangan-jangan memang benar apa yang kamu cemburui lebih baik daripada kamu. [Jet Veetlev]
  • Jangan remehkan hal ini, dengan tidak memberi kabar saat Anda ingin melakukan sesuatu. Jadi lebih baik Anda selalu berkomunikasi & menceritakan semua yang Anda alami. [Jet Veetlev]
  • Komunikasi adalah komponen yang penting dalam sebuah hubungan. Komunikasi juga menjadi kunci ketika menjalankan hubungan jarak jauh atau LDR. [Jet Veetlev]
  • Jangan lupa untuk selalu mengirim pesan singkat pemberi semangat saat si dia sedang sibuk. Itu akan membuat dia mengingat Anda. [Jet Veetlev]
  • Kesibukan dan perbedaan waktu akan menjadi penghalang kalian, luangkanlah 1 hari untuk menelpon dan berbagi cerita. [Jet Veetlev]
  • Jangan pernah memutuskan pacar lewat telpon, chatting, apalagi SMS. [Jet Veetlev]
  • Tunjukkan rasa percaya Anda padanya. Dengan begitu, dia akan menjadi pasangan yang setia dan bertanggung jawab pada Anda. [Jet Veetlev]
  • Ingat, definisi setia adalah: dia bisa pergi tapi memilih tinggal, dia mampu memilih orang lain tapi dia memilih kamu. Bukan tinggal karena dipaksa, terpenjara atau karena HPnya dicek setiap hari. [Jet Veetlev]
  • Liburan bersama pacar ke luar kota atau luar negeri memang sangat dianjurkan. [Jet Veetlev]
  • Keintiman virtual mudah dilakukan tapi sering disepelekan, sehingga LDR terasa hampa dan lebih tergoda untuk selingkuh. [Jet Veetlev]
  • Dengan pergi ke wedding expo, wanita bisa tahu kesiapan pasangannya, pria bisa tahu impian terliar wanitanya soal wedding. [Jet Veetlev]
  • Ketika sudah in relationship banyak pasangan yang mulai merasa tindakan si pria adalah kewajiban. Kata tolong, thanks, mulai dilupakan. [Jet Veetlev]
  • Kalo cinta itu pengorbanan, makanya demi cinta kamu berdarah-darah, sakit, miris sampe sekaran dan ga pernah bahagia. [Jet Veetlev]
  • Jarak boleh membentang tapi komunikasi jangan berkurang, agar cinta tak hilang. [Jet Veetlev]
  • Meski lagi berantem, jangan sampe gak kontak sama sekali. Komunikasi tetap harus dijaga konsisten. [Jet Veetlev]
  • Jangan memberi harapan kembali, karena rentan dikecewakan pasangan. [Jet Veetlev]
  • Kalau takut jenuh, jangan pacaran. Titik. [Jet Veetlev]
  • Pasangan terburuk adalah mereka yang sadar dirinya insecure tapi malah minta pasangan untuk mengerti. [Jet Veetlev]
  • Cinta butuh usaha dari kdua belah pihak. Kalo cuma kamu yang berusaha mati-matian, itu bukan cinta tapi dikerjain. [Jet Veetlev]
  • Inti dari hubungan adalah menikmati hubungan tersebut, bukan usaha mati-matian mempertahankan. [Jet Veetlev]
  • Kalau mau ngobrol serius sama pasangan, lakukan sehabis makan. Lebih santai kalau sudah kenyang. [Jet Veetlev]
  • Sesungguhnya hubungan jadi sehat jika keduanya secara aktif nyatakan kebutuhan, bukan berharap pasangan bisa ngerti sendiri. [Jet Veetlev]
  • Hubungan harmonis tanpa adanya konflik adalah hubungan yang harus dipertanyakan. [Jet Veetlev]
  • Jodoh harus dicari, bukan ditunggu apalagi didoakan. [Jet Veetlev]
Click Here to Leave a Comment Below 0 comments

Leave a Reply: