Jamil Azzaini

Inspirator SuksesMulia, julukan itu diberikan oleh rekan-rekannya didasari oleh kepiawaiannya mendorong orang untuk selalu meraih kehidupan terbaik: Sukses Mulia. Sukses adalah orang yang memiliki 4-ta (harta, tahta, kata dan cinta) yang tinggi, 4-ta itu diperoleh dengan memerhatikan etika dan agama yang dianutnya. Sementara mulia adalah memanfaatkan 4-ta yang sudah diperoleh untuk memberi manfaat kepada orang-orang di sekitarnya.

Sejak 2004 Jamil bergabung dan mengembangkan PT. Kubik Kreasi Sisilain bersama Farid Poniman dan Indrawan Nugroho yang telah merintis usaha itu sejak 1999. Bersama dua rekannya ini pula ia menulis buku Kubik Leadership pada akhir 2005 dan hingga kini sudah naik cetak belasan kali. Buku yang diterbitkan Gramedia tersebut pada Juni 2010 juga telah dicetak dalam bahasa Melayu di Malaysia. Jamil kini sebagai CEO PT Kubik Kreasi Sisilain.

Pria kelahiran Purworejo Jawa Tengah, 09 Agustus 1968, ini menempuh jenjang pendidikan formal strata satu (S-1) dan (S-2) di Institut Pertanian Bogor (IPB). Mulai 2004, Jamil fokus memberikan training maupun seminar Personal Development & Leadership di berbagai perusahaan atau instansi di Indonesia, Brunei Darussalam, Philipina, Hongkong, Makao, Singapura, Mesir, Jepang, Arab Saudi, Australia dan Amerika Serikat.

Sejak tahun 2008, Jamil juga giat mengkader para trainer melalui lembaga yang ia bentuk Akademi Trainer. Institusi ini khusus mendedikasikan diri hanya untuk Public Speaking dan Training for Trainer (TFT). Peserta Public Speaking adalah leader, manajer, dokter, owner, entrepreneur, calon trainer untuk mereka yang ingin memiliki kemampuan bicara di depan publik. Sementara untuk TFT pesertanya hanya para trainer.  Kegemarannya melahirkan trainer inilah yang membuat ia dipanggil oleh teman-temannya dengan sebutan kakek di social media. Alasannya, ia adalah “kakeknya alias mbahnya” para trainer. Melalui Akademi Trainer Jamil Azzaini membantu banyak orang mempunyai kemampuan bicara yang berpengaruh dan menggerakkan di berbagai perusahaan. Sejatinya, Jamil Azzaini memang telah menjadi seorang kakek. Cucu pertamanya, Queena Aela Jauda, lahir  6 Januari 2016.

Beberapa perusahaan yang telah mendapatkan inspirasi dari Jamil Azzaini, seperti Bank Indonesia, Bank Mandiri, BRI, BRI Syariah, BNI 46, BNI Syariah, BCA, CIMB Niaga, Bank BTN, Bank ArthaGraha, Bukopin, Bank Danamon, Bank DKI, Bank Mega Syariah, Bank BPD Kalbar, Bank Syariah Mandiri, Bank Permata, BII, BPD Kalsel, Bank Sulut.

Di bidang pemerintahan dan BUMN seperti Pertamina, Telkom, Perusahaan Gas Negara, BPJS Kesehatan, Jasa Raharja, Jiwasraya, Pelindo-2, Pelindo 3, Elnusa, Sucofindo, Rekayasa Industri, Surveyor Indonesia, Pupuk Kaltim, Perum Peruri, Pusri, Pos Indonesia, Lido Resort, Permodalan Nasional Madani, Adhi Karya, PLN, Indonesia Power, Yelow Pages, Rajawali Nusantara Indonesia Group, Kementerian Perhubungan, Departemen Pendidikan Nasional, Meneg BUMN, Perum Pegadaian, Peti Kemas Surabaya, Bahana Securitas, PTPN X, BP-Migas, PT Pupuk Kujang, Pupuk Iskandar Muda, Departemen Keuangan, Dirjen Pajak, Kementerian Kelautan dan perikanan, Biro Pusat Statistik, Kementerian Tenaga Kerja, Lembaga Sandi Negara, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Swasta: Bakrie & Brothers, Bakrie Telecom, Nuticia, Aqua, Yamaha, Astra Honda Motor, Sony, Pama Persada, Jaya Board, Ericsson Indonesia, Samudera Indonesia, Holcim, ACT, B Braun, Tripatra, Diebold, MNC, Kompas Gramedia Group, Santika, Rumah Sakit Harapan Kita, Sun Life Financial Indonesia, Sari Husada, Arutmin, Kuala Pelabuhan Indonesia, Sumarecon, AIG Life, Jaya Group, Chevron, HM Sampoerna, Indika Group, Oto Finance, Adira Finance, Kosgoro, Abacus, Jakarta International Container Terminal (JICT), Good Year, Tunas Toyota, Asuransi Tugu Pratama, Sharp Indonesia, Tupperware, Tripatra, Rajawali Plantation, AXA Mandiri, Asuransi Astra Buana, Dipostar, Lintas Arta, Mega Auto Finance, Mega Credit Finance, United Tractor, Auto 2000, Trac, Senayan City, Indofood, Tempo Group, Tately,  Manulife, Telkom Internasional, BNI Life serta puluhan perusahaan lainnya.

Hingga saat ini, Jamil Azzaini sudah menulis 10 judul buku –9 menjadi Best Seller, satu buku baru dilaunching pada 28 Oktober 2015:

1. Kubik Leadership, 2005. Gramedia. Jakarta.
2. Menyemai Impian Meraih Sukses Mulia, 2008. Gramedia. Jakarta.
3. Tuhan Inilah Proposal Hidupku, 2009. Gramedia. Jakarta.
4. DNA SuksesMulia, 2010. Gramedia. Jakarta.
5. Makelar Rezeki, 2012. Mizania. Bandung.
6. ON, 2013. Mizania. Bandung.
7. Marry Me Or Never, 2014. Mizania. Bandung
8. SuksesMulia Story. 2105, Gramedia, Jakarta
9. A Tribute, 2105. Mizania, Bandung
10. Speak To Change, 2015, Gramedia, Jakarta

Apa kegiatan lain Jamil Azzaini?

Sebagai bentuk keperduliannya kepada masyarakat dalam rangka menuju peradaban yang lebih baik, Jamil bersama dua sahabatnya, Farid Poniman dan Indrawan Nugroho membuat Komunitas SuksesMulia yang saat ini sudah berada di 26 kota di Indonesia dan gencar melakukan pemberdayaan terhadap kearifan local untuk kemaslahatan masyarakat.

Bersama kakak kandungnya, Jamil Azzaini juga mendirikan sekolah murah tingkat menengah di Lampung. Saat ini setiap tahunnya muridnya lebih dari 1.400 orang. Jamil juga mendirikan Pesantren Wirausaha secara cuma-cuma di beberapa kota. Lulusan Pesantren ini dimaksudkan untuk melahirkan para pengusaha baru di Indonesia sekaligus memutus rantai kemiskinan.

Ia juga menjadi penasehat di beberapa lembaga yang peduli untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat diantaranya Komunitas Tangan Di Atas (TDA). Sebuah komunitas wirausaha dan sebagian besar anggotanya adalah pengusaha muda.

Selain itu, ia juga menjadi penasehat di Yatim Mandiri sebuah lembaga sosial yang berupaya memandirikan anak-anak Yatim. Tahun 2011, lembaga ini tercatat di MURI sebagai lembaga yang paling banyak memberi bantuan kepada anak yatim.

Karena kegiatannya, banyak media massa yang meliput dan menjadikan Jamil Azzaini sebagai bintang tamu atau pengisi tetap seperti RCTI, Metro TV, Voice of America (VoA), ANTV, TransTV, TVRI, TV One, Sindo Trijaya FM, SMART FM, Pas FM, Sonora, JJFM, SIndo TV, DD FM, QTV, Kompas, Republika, Intisari, Koran Tempo, Jawa Pos, Majalah Garuda, Radar Yogya, Kedaulatan Rakyat, Tribun Riau, Sumatera Post, Paras, Radar Jogya. Radar Lampung, Tabloid Nova, Majalah Excellent, Majalah Elshinta, Majalah Quality, Lampung Post. Inspirasi bisa di dengar setiap hari tiga kali di Jaringan Sindo Trijaya di seluruh Indonesia

Satu kalimat yang mewakili profil Jamil adalah:

Dalam diri sosok Jamil mengalir bakat alami sebagai trainer, penulis, pengkader trainer & social entrepreneur serta penggerak kepedulian masyarakat

Berikut adalah kutipan bijak Jamil Azzaini.

  • Kita memang bukan Malaikat tetapi hindarilah untuk sengaja berbuat maksiat. [Jamil Azzaini]
  • Berbuatlah karena kita tahu ilmunya, bukan ikut-ikutan karena kitalah yang harus bertanggungjawab kelak. [Jamil Azzaini]
  • Jangan sepelekan kesalahan kecil, karena akan membuatmu terserat ke kesalahan besar. [Jamil Azzaini]
  • Setiap kita punya jatah gagal, habiskanlah selagi masih muda dan punya energi. [Jamil Azzaini]
  • Gagal itu menambah ilmu bila kau bisa mengambil hikmah, gagal sesungguhnya bila kau gagal mengambil pelajaran. [Jamil Azzaini]
  • Teman-temanmu menentukan siapa dirimu, bergaulah dengan orang-orang yang positif, produktif & kontributif. [Jamil Azzaini]
  • Merendahkan orang lain saat kau tinggi, akan membuat kau berjalan dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. [Jamil Azzaini]
  • Diam itu lebih baik daripada mengomentari negatif orang yang berbuat baik. [Jamil Azzaini]
  • Bersyukur nikmat ditambah, bersabar musibah berbuah hikmah. [Jamil Azzaini]
  • Kita perlu banyak belajar membedakan antara kritik dan menghina. Keduanya sungguh berbeda. [Jamil Azzaini]
  • Semoga kotak suara tidak membuat kita terkotak-katak. Bersinergi adalah kunci kemajuan suatu negeri. [Jamil Azzaini]
  • Kebaikan kecil bisa berdampak besar. Mari perbanyak kebaikan meski terlihat kecil. [Jamil Azzaini]
  • Biasakan sebelum tidur, mensyukuri semua nikmat yang diperoleh hari ini. [Jamil Azzaini]
  • Saling caci maki tak akan menyelesaikan masalah justeru menambah masalah. [Jamil Azzaini]
  • Tindakan dan ucapan selaraskan bila ingin hidup nyaman, tidak banyak beban yang kita ciptakan sendiri. [Jamil Azzaini]
  • Yang terlihat lebih mudah dipahami daripada yang terucap. [Jamil Azzaini]
  • Dunia menjadi semakin indah bila kita saling membantu dan berbagi. [Jamil Azzaini]
  • Pimpin dirimu sebelum memimpin orang lain. Ambil tanggungjawab, jangan terbiasa menyalahkan orang lain. [Jamil Azzaini]
  • Rencana tanpa eksekusi itu membuang-buang energi. Memiliki rencana itu penting, eksekusi jauh lebih penting. [Jamil Azzaini]
  • Orang yang berharga mahal itu karena ia telah melewati berbagai kegagalan dan kesalahan. Jangan takut berinovasi apabila hargamu ingin semakin tinggi. [Jamil Azzaini]
  • Di era yang serba cepat saat ini, pemimpin justeru perlu meningkatkan kesabaran karena dibalik kesabaran ada pertolongan. [Jamil Azzaini]
  • Perusahaan yang hanya fokus pada keahlian teknis karyawannya dan pencapaian angka-angka tetapi mengabaikan penanaman value, kehancurannya tinggal menunggu waktu. [Jamil Azzaini]
  • Apabila seorang pemimpin lebih sering: Memerintah, Marah, dan Menghakimi, sudah saatnya dia dipensiunkan. Ganti dengan yang mau: Mendengar, Menggali Solusi, dan Memberi Feedback. [Jamil Azzaini]
  • Leader yang tidak mau mengakui kesalahannya akan melahirkan kesalahan yang lebih besar. [Jamil Azzaini]
  • Ukuran kualitas seseorang ditentukan saat menghadapi tantangan dan perselisihan bukan saat situasi dan kondisi nyaman dan tenang. [Jamil Azzaini]
  • Tidak semua hal harus Anda lakukan. Tetapkan prioritas dan pilihlah yang paling penting. Inilah yang mengantarkan Anda menjadi orang yang berkelas sekaligus orang penting. [Jamil Azzaini]
  • Tugas pemimpin adalah membuat pertanyaan yang memberdayakan dan mendorong anggota tim untuk mencari jawabannya. [Jamil Azzaini]
  • Asahlah terus Leadership Anda untuk memperluas pengaruh. Perbesar terus bisnis Anda untuk memperluas Relasi. [Jamil Azzaini]
  • Pemimpin hebat itu melejitkan kinerja institusi yang dipimpinnya dengan cara mengembangkan orang-orang di dalamnya. [Jamil Azzaini]
  • Cara paling cepat mendidik anggota tim adalah dengan memberinya tanggungjawab yang menantang. [Jamil Azzaini]
  • Bekerjalah bukan karena Job Description dan Key Performance Indicator (KPI) tetapi karena panggilan jiwa. [Jamil Azzaini]
Click Here to Leave a Comment Below 0 comments

Leave a Reply: