1

Ippho Santosa

Ippho Santosa (lahir di Pekanbaru, Riau, Indonesia, 30 Desember 1977; umur 40 tahun) adalah seorang penulis, pembicara, dan pengusaha asal Indonesia.

Ia lahir di Pekanbaru, Riau, dari pasangan Dwianto Sri Santosa dan Husnelly Nedvia. Ayahnya berasal dari Yogyakarta, sedangkan ibunya dari Sumatera Barat.

Awalnya Ippho Santosa berkarier sebagai pemasar di Sinar Mas Group, Genting Highland, dan sebuah perusahaan Filipina.

Ia juga sempat bekerja sebagai penerjemah di ILO dan dosen di Universitas Internasional Batam.

Setelah masa kerjanya usai, ia mendirikan EnterTrend Training dan menjalankan lembaga tersebut, di mana puluhan ribu orang dan perusahaan yang telah menjadi peserta pelatihan dan seminarnya.

Kini Ippho Santosa dikenal publik sebagai pakar otak kanan, penulis buku mega-bestseller yang memenangkan penghargaan MURI, pembicara seminar di beberapa negara, serta pemilik TK dan PG Khalifah di belasan kota di Indonesia.

Berikut adalah kumpulan kata-kata bijak Ippho Santosa, motivator asal Indonesia.

  • Sukses bukan soal bakat. Tapi soal kerja keras dan mau belajar. -Ippho Santosa
  • Jangan remehkan impianmu. Ditertawakan, tak masalah. Dilecehkan, tak masalah. Yakini impianmu, perjuangkan impianmu. -Ippho Santosa
  • Rezeki yang tidak disangka-sangka jarang sekali menghampiri mereka yang malas, dengki, dan pelit. Hati-hati. -Ippho Santosa
  • Hati yang tenang dan lapang akan membuka potensi-potensi. Dan dari sinilah bermula action yang terarah. Perhatikan saat kita mendendam dan marah. Pikiran seperti serba salah dan kehilangan arah. Celakanya, segala peluang pun bisa hilang dan musnah. Lapang hati, lapang rezeki. -Ippho Santosa
  • Ragu-ragu? Tidak akan jadi sesuatu. -Ippho Santosa
  • Yakin itu menular, demikian pula kalau ragu. Maka, yakinlah selalu. Ya, selalu. -Ippho Santosa
  • Rezeki itu pasti adanya. Tapi nggak pasti berapanya, kapannya, dan dari mananya. Ini membuat kita bersungguh-sungguh dalam ikhtiar dan doa. -Ippho Santosa
  • Seandainya masing-masing kita mengasah potensinya, niscaya akan maju negeri ini. -Ippho Santosa
  • Anak-anak, kalau masa kecilnya bahagia, mereka akan lebih cerdas dan lebih hangat. Dengan segala cara, asalkan tak berlebihan, cobalah membuat anak-anak bahagia. -Ippho Santosa
  • Libur bukan berarti malas-malasan. Libur, tetaplah produktif. Misalnya, isi dengan silaturahim, menuntut ilmu, dll. -Ippho Santosa
  • Kalau engkau tidak membangun tim dan tidak memberdayakan orang, kemungkinan besar pencapaianmu akan gitu-gitu aja. -Ippho Santosa
  • Silakan punya impian yang besar. Pastikan saja, tawakal-nya jauh lebih besar. -Ippho Santosa
  • Kalau kita suka menunda-nunda kerja, yang terjadi bukanlah penundaan hasil. Yang terjadi adalah kegagalan… Kenapa? Saat kita menunda, maka mood akan terganggu. Begitu mood terganggu, semua hal akan terganggu. Dan terjadilah kegagalan. -Ippho Santosa
  • Jangan anggap enteng dunia pendidikan. Ini bukan saja menentukan nasib seseorang, tapi jg nasib sebuah bangsa. Dan jangan anggap enteng kontribusi kita, berapapun itu. Yang Maha Kuasa akan melihat, membalas! Mari berbuat. Berkontribusi. -Ippho Santosa
  • Kalau sehat, apa-apa terasa nikmat. Setelah iman, kesehatan adalah anugerah terbesar… Jaga kesehatan kita dan keluarga kita. -Ippho Santosa
  • Visi itu pikiran. Perbaiki pikiran kita karena kita akan dipertemukan dengan orang-orang yang sepemikiran. -Ippho Santosa
  • Bukan sekadar sukses. Ajaklah orang-orang di sekitar kita untuk turut sukses. Pribadi yang berdamai dengan dirinya sendiri tidak akan merasa keberatan sama sekali untuk membantu suksesnya orang lain. -Ippho Santosa
  • Orang-orang yang merasa ‘tidak aman’ akan mendahulukan dirinya sendiri. Kuatir dengan pendapat orang lain. Kuatir dianggap lemah dan tidak penting. Sementara itu, orang-orang yang berdamai dengan dirinya akan lebih banyak memberi daripada menerima dan sangat yakin dengan keputusan yang diambil. -Ippho Santosa
  • Keluarga bukan beban, melainkan kunci kesuksesan juga kunci kebahagiaan. Walaupun sibuk, sempatkan. Dan berhentilah beralasan. -Ippho Santosa
  • Kaya bukan untuk megah-megahan dan gagah-gagahan. Barang, beli dan pakai seperlunya. Untuk diri kita dan keluarga. Terus? Yang menjadi fokus ialah kebermanfaatan untuk sesama. Sesuatu yang lebih mulia. Produksi (hasil) sebesarnya. Konsumsi sekadarnya. Distribusi seluasnya. Itulah kaya. -Ippho Santosa
  • Betul, harta itu ujian. Btw, anak juga ujian. Tapi bukan berarti kita dilarang punya anak. Boleh. Demikian pula dengan harta, boleh-boleh saja kita punya. Harta itu netral. Tergantung orangnya. Apakah digunakan untuk kebaikan atau sebaliknya. -Ippho Santosa
  • Tak dapat dipungkiri, dengan harta atau kekayaan, banyak hal yang bisa kita lakukan. Jadi, tak ada masalah dengan harta. Asalkan jelas dari mana dan ke mana-nya. -Ippho Santosa
  • Segala target yang ditetapkan oleh perusahaan hendaknya menjadi ‘doa bersama’ (visi yang diselaraskan) dengan keluarga masing-masing dan tim di kantor. -Ippho Santosa
  • Tidak ada waktu buat mengeluh. Tegarlah selalu, walau terkadang gagal dan jatuh. Kalau selalu mengeluh, maka rezeki dan teman akan pergi menjauh. -Ippho Santosa
  • Kerja itu ibadah. Ingat, kerja hanya akan bernilai ibadah jika kita iringi dengan niat yang benar, sikap yang benar, dan cara yang benar. Bukan sekadar kerja. -Ippho Santosa
  • Cari bisnis yang margin-nya lumayan dan repeat order-nya lumayan. Syukur-syukur kalau ada mentor-nya dan bagus ekosistem-nya. Dengan begini, risiko gagal akan mengecil dan potensi sukses jauh lebih besar. -Ippho Santosa
  • Mencapai target bukan pekerjaan satu hari, dua hari. Mesti sabar. Mesti kuat. Kalaupun belum tercapai pada bulan ini, imbangi pada bulan-bulan berikutnya. Dengan adanya target, menariknya, hidup kita akan lebih bersemangat dan lebih terarah. -Ippho Santosa
  • Memilih bekerja dengan baik, atau lebih baik, yang sebenarnya segala manfaatnya akan kembali kepada kita. Berupa karakter, skill, relasi, reputasi, dan amal yang jelas-jelas membaik. -Ippho Santosa
  • Kadang timbul, kadang tenggelam. Nasib pun seperti itu. Ada waktunya kita di atas, ada waktunya kita di bawah. Tak perlu risau. Dihadapi dan disyukuri saja semuanya. Insya Allah semua ada hikmahnya. -Ippho Santosa
  • Terhadap istri, tetaplah ngemong, tapi juga harus berani ngomong. Lepas dan bebaskan suaramu. -Ippho Santosa
  • Sebaik-baik ilmu adalah ilmu yang membawa perbaikan dan membuat kita mendekat kepada-Nya. -Ippho Santosa 
  • Ingat, tak semua ilmu perlu dipelajari. Terutama yang sia-sia, tak bermanfaat, dan membawa mudharat. -Ippho Santosa
  • Berbagi nggak bakal rugi. Balasan itu pasti. Sama sekali bukan fiksi. -Ippho Santosa
  • Pria, kalau berjalan, biasakan cepat. Ya, cepat. Itu akan membangkitkan mood dan semangat. Tentunya juga lebih sehat. -Ippho Santosa
  • Dalam membuat keputusan-keputusan besar, baiknya keluarga tahu dan setuju. Terutama orangtua, mertua, dan pasangan. Istilahnya selaras. -Ippho Santosa
  • Tebarlah kabar baik. Optimisme. Antusiasme. Maka itu akan kembali pada kita dan hidup kita akan lebih bahagia. -Ippho Santosa
  • Apapun posisi kita, berapapun income kita, sisihkan minimal 5% uang kita per bulan untuk belajar. Enggan belajar artinya enggan bertumbuh. Kalau ilmu gitu-gitu aja, kemungkinan nasib juga gitu-gitu aja. Belajarlah. -Ippho Santosa
  • Rendah hati bukan menunjukkan kelemahan. Sebaliknya, menunjukkan kekuatan. Tak semua orang mampu mengendalikan dirinya. -Ippho Santosa
  • Mengeluh hanya membuat rezeki dan teman-teman menjauh. Baiknya? Perbanyak syukur, hindari mengeluh. -Ippho Santosa
  • Nggak punya uang, tak masalah. Tapi, kalau sampai nggak punya keyakinan dan nggak punya semangat, itu bisa kiamat. Mau sukses, mau kaya, mau selamat, harus punya keyakinan dan semangat. -Ippho Santosa
  • Peluang-peluang hebat bukan untuk ditunggu. Tapi untuk disambut bahkan diikhtiarkan. -Ippho Santosa
  • Visi sifatnya jangka panjang. Jangan pernah tergadai karena kepentingan-kepentingan jangka pendek. -Ippho Santosa
  • Ilmu itu cahaya, akan menerangi langkah-langkahmu. Jangan pernah lelah menjemput ilmu. Ingat itu. Selalu. -Ippho Santosa
  • Bukan sekedar kerja-kerja-kerja. Bukan sekedar bisnis-bisnis-bisnis. Hendaknya juga berkah-berkah-berkah. Sesuatu yang berkah akan menentramkan dan menumbuhkan. -Ippho Santosa
  • Kalau diberi target yang besar, anggap itu tantangan dan ujian untuk naik level. Jangan dianggap beban. -Ippho Santosa
  • Jangan bermimpi besar, kalau tidak siap berkorban besar dan action besar-besaran. -Ippho Santosa
  • Ketika keluarga ridha dan mendukungmu, itu saja sudah cukup disebut sukses. -Ippho Santosa
  • Masalah kecil, jangan dibesar-besarkan. Kalau dibesar-besarkan, nikmat akan mengecil. Apapun posisi dan profesi kita, mari perbanyak bersyukur. -Ippho Santosa
  • Ingat. Zaman sekarang, diam di tempat artinya sama dengan melangkah mundur. Hati-hati. -Ippho Santosa
  • Jangan mudah menyerah. Dari waktu ke waktu, perubahan dan tantangan tidak pernah menjadi lebih mudah. Maka, tangguh dan bersiaplah. -Ippho Santosa
  • Jangan pasif. Cobalah bergerak. Jajal ini-itu. Begitu kita bergerak, maka akan terbuka potensi-potensi. Saat kita diam, segala kemungkinan akan tertutup. -Ippho Santosa
  • Lingkungan adalah salah satu faktor penentu. Seperti apa dirimu tercermin dari sahabat-sahabat di sekitarmu. Ingat itu. -Ippho Santosa
  • Belajar berenang, awalnya mungkin sulit. Tapi, begitu bisa, maka akan bisa selamanya. Berbisnis dan menjual juga seperti itu. -Ippho Santosa
  • Barang atau nafkah kalau diperoleh dengan jujur, niscaya akan membawa ketenangan. Ingat, ketenangan jauuuh lebih berharga daripada kekayaan. -Ippho Santosa
  • Beranilah melangkah. Beranilah memulai. Tenang, bisnis itu tak sesulit yang kita bayangkan. Saatnya take action. -Ippho Santosa
  • Banyak orang yang tidak siap ketika bisnisnya berujung pada kerugian. Mereka menyalahkan orang lain. Menyalahkan takdir. Macam-macam. -Ippho Santosa
  • Setiap tindakan ada konsekuensi dan risikonya. Demikian pula kalau kita berbisnis. Ada risikonya. -Ippho Santosa
  • Roda kehidupan itu berputar. Kadang kita kaya. Kadang kita kaya-raya. -Ippho Santosa
  • Berlomba-lombalah dalam kebaikan, selalu. Maka kebaikan dan rezeki akan berlomba-lomba menghampiri dirimu. -Ippho Santosa
  • Cari produk yang penuh manfaat. Bukan sekadar untung. -Ippho Santosa
  • Sekiranya mau buka usaha, niatkan untuk sesuatu yang mulia. Bukan sekadar perut dan dapur sendiri. -Ippho Santosa
  • Hidup di dunia hanya sekali, pastikan benar-benar berarti. -Ippho Santosa
  • Orang belum menaruh percaya pada kita, mungkin belum terlihat potensi kita. Apalagi yang harus dilakukan, selain buktikan kemampuan. -Ippho Santosa
  • Saat Anda memutuskan untuk memulai bisnis, berarti Anda harus siap untuk pekerjaaan dan kesibukan jangka panjang. -Ippho Santosa
  • Tidak perlu sempurna untuk memulai. Cukup mulai saja. Sambil jalan, disempurnakan. -Ippho Santosa
Click Here to Leave a Comment Below 1 comments
Bakri Sangaji - September 8, 2019

Mataps

Reply

Leave a Reply: