George Orwell


George Orwell, banyak yang mengenal namanya lewat novel dystopia karangannya yang berjudul “Animal Farm” dan “1984”. Lahir pada 25 Juni 1903 dengan nama Eric Arthur Blair, Orwell muda adalah anak dari pasangan Richard Walmesley Blair dan Ida Mabel Blair yang bekerja untuk Departemen Opium dari pemerintah Inggris cabang India, di saat India masih berada di bawah jajahan Inggris. Setahun setelah lahir, Orwell kecil pindah ke Inggris di mana dia diasuh oleh ibu dan kakak-kakaknya. Sejak muda, Orwell menunjukkan bakat intelektual yang tinggi dan ibunya memasukkannya ke St. Cyprian’s Boarding School. Kecerdasannya membuatnya memperoleh beasiswa. Lingkungan St. Cyprian yang terkenal dengan atmosfer agamanya yang kental dan tergolong sekolah elit membuat Orwell kesulitan menyesuaikan diri. Pengalamannya di sekolah ini yang banyak muncul di karya-karya sastra tulisannya terutama, Animal Farm).
Setelah itu, George Orwell masuk ke Eton College dan lulus pada tahun 1921. Pada tahun 1922, Orwell bergabung dengan Indian Imperial Police dan bertugas di Burma. Setelah bertugas selama setahun di dalam Koloni Inggris, Orwell melihat kenyataan tentang kolonialisasi Inggris dan muak akan apa yang dia lihat. Penjajahan dan penekanan oleh pemerintah Inggris di negara-negara koloninya membuatnya getir, terlebih setelah menyadari pekerjaannya sebagai polisi membuatnya menjadi pion langsung dari sistem yang dia benci tersebut. Pada tahun 1927, Orwell kembali ke Inggris dan mengejar karir sebagai seorang penulis. Sempat berpindah-pindah dari Inggris dan Perancis, Orwell sempat jatuh sakit parah, kehilangan semua uang simpanannya akibat pencurian, dan mengambil pekerjaan kasar seperti tukang cuci piring, membersihkan kamar hotel, hingga pada tahun 1928, artikel pertamanya berhasil dipublikasikan.
Pada akhir 1929, Orwell kembali ke Inggris dan tinggal di rumah orang tuanya. Selain melanjutkan karirnya sebagai penulis untuk berbagai majalah dan koran, Orwell juga melanjutkan menulis berbagai karya sastra yang, sayangnya, belum mendapatkan kesempatan untuk dipublikasikan, seperti A Scullion’s Diary. Pada Desember 1931, Orwell ditangkap oleh polisi akibat kelakuan buruk dan mabuk, yang dilakukan dengan sengaja karena ingin merasakan Natal di dalam penjara. Pada tahun berikutnya, Orwell menjadi pengajar di Hawthorns High School. Setelah karyanya A Scullion’s Diary dipublikasikan, dia kembali ke rumah orang tuanya di Southwood, di mana dia menulis Burmese Days. Orwell, yang pada tahun itu masih memakai nama Eric Blair, memutuskan memakai alias George Orwell untuk mempublikasikan salah satu karya terkenalnya, Down and Out, pseudo-name yang terus dipakai hingga sekarang dan membuatnya dikenal oleh orang lain. Pada tahun 1933, George Orwell lahir.
Pada tahun 1934, Orwell memutuskan untuk fokus berkarir sebagai penulis dan berhenti dari pekerjaannya sebagai seorang guru. Orwell kemudian bekerja di toko buku bekas dan menghabiskan waktu senggangnya untuk menulis. Perang Sipil Spanyol, atau Spanish Civil War pada tahun 1935-1936 membawa nama George Orwell yang bergabung dengan Independent Labour Party, walaupun tidak lama setelahnya bergabung dengan POUM (Worker’s Party of Marxist Unification) dan sang penulis ikut mengangkat senjata dan menjadi seorang prajurit. Keadaan perang yang kian memburuk dan kenyataan pahit yang dia lihat dalam perang membuat Orwell dan keluarganya mengungsi dari Spanyol dan mengakhiri kehidupan militernya.
Tahun 1940, Orwell berhasil mencari nafkah dengan menjadi penulis review buku untuk New English Weekly. Selama Perang Dunia Kedua pecah, Orwell menjadi anggota dari Home Guard. Pada tahun 1943, Orwell mundur dari posisinya sebagai editor untuk Tribune akibat prinsip yang bertolak belakang dan pada tahun 1944, mahakaryanya, Animal Farm, selesai ditulis. Pada 29 Maret 1945, istri pertama Orwell, Eileen O’Shaughnessy, meninggal dalam operasi hysterectomy. Walaupun tidak memiliki keturunan dari Eileen, Orwell mengadopsi seorang anak bernama Horatio Blair. Semenjak terkena Tuberculosis pada tahun 1947, kesehatan Orwell kian menurun. Pada tahun 1949, Orwell menikah dengan Sonia Brownell. Pernikahan tersebut tidak bertahan lama setelah pada Januari 1950, Orwell mengembuskan napas terakhirnya.
Berikut adalah kata-kata bijak George Orwell, sastrawan asal Inggris.

  • Seorang penulis teliti, dalam setiap kalimat yang ia menulis, akan bertanya pada diri sendiri setidaknya empat pertanyaan, sehingga: 1. Apa yang sedang saya coba katakan? 2. Kata-kata apa yang akan menyatakannya? 3. Apa gambar atau idiom akan membuatnya lebih jelas? 4. Apakah gambar ini cukup segar untuk berpengaruh? [George Orwell]
  • Semua propaganda perang, semua teriakan dan kebohongan dan kebencian, selalu datang dari orang yang tidak ikut berperang. [George Orwell]
  • Kebahagiaan hanya bisa ada dalam penerimaan akan kehidupan. [George Orwell]
  • Jika kau ingin menjaga sebuah rahasia, kau juga harus menyembunyikannya dari dirimu sendiri. [George Orwell]
  • Semakin masyarakat menyimpang jauh dari kebenaran, semakin mereka membenci barangsiapa yang berani menyuarakannya. [George Orwell]
  • Jika pikiran bisa mengorupsi bahasa, bahasa pun bisa mengorupsi pikiran. [George Orwell]
  • Esensi menjadi manusia adalah ketika seseorang tidak mencari kesempurnaan. [George Orwell]
  • Siapa yang mengendalikan masa kini, akan menguasai masa lalu. Siapa yang mengendalikan masa lalu akan menguasai masa depan. [George Orwell]
Click Here to Leave a Comment Below 0 comments

Leave a Reply: