Gede Prama


Gede Prama merupakan pria kelahiran Bali yang sukses meniti karir yang gemerlap dan cemerlang hingga menduduki kursi tertinggi jabatan (CEO) pada banyak perusahaan. Namun, kesuksesan yang tak diraihnya dalam waktu sekejap tersebut nyatanya ‘dilempar’ begitu saja.

Sebuah goncangan hebat mampir dalam kehidupan Gede Prama. Berturut-turut dalam kurun waktu tak sampai tiga tahun, ketiga orang yang ia cintai meninggalkan dirinya untuk selamanya.

Ayah, ibu, dan ibu mertuanya meninggal bersamaan dengan cobaan berat yang melilitnya di kantor. Saat itu, ia mengaku bahwa semakin keras dan semakin memberontak ia pada keadaan, maka semakin ia tidak berdaya. Lalu, perlahan-lahan ia mulai melepaskan diri dan berserah pada keadaan, dan saat itulah ia mulai memasuki dunia sufi. Buku-buku miliknya yang mayoritas tentang buku bisnis kemudian dialihkan dan berganti menjadi buku filosofi karangan Kahlil Gibran, David Bohn, Krisnamurti, Michel Foucault, Aikido Morihei, dan Jalaluddin Rumi.

Bukan tanpa alasan ia kemudian lari dan semakin memperdalam ilmu filosofi, ketertarikannya pada dunia filosofi rupanya bermula saat dirinya masih kecil. Ibunya kerap kali memberikan wejangan yang bersumber dan menghasilkan kebaikan. Wejangan-wejangan tersebut rupanya menginspirasinya untuk selalu berpikir positif pada setiap tingkah laku. Hingga pada satu titik bernama keyakinan, pria yang akrab disapa Prama ini meyakinkan diri bahwa dirinya dapat menjadi seorang yang sukses di bidang filosofi.

Memutuskan sebagai seorang pelayan dengan ketekunan yang tinggi ternyata bukanlah hal yang sepenuhnya salah. Bahkan, melalui metode spiritual yang ia kembangkan, namanya semakin banyak dikenal oleh masyarakat luas. Ketertarikannya pada dunia pelayanan inilah yang kemudian mengantarkan lulusan Universitas Lancaster, Inggris ini bertemu langsung dengan Dalai Lama, pengajar spiritual dari India dan Lama Zopa Rinpoche, dan YA Thich Nhat Hanh untuk semakin memperdalam ilmu spiritualnya.

Kini, tak hanya bekerja sebagai pelayan dan Direktur Dynamics Consulting, Gede Prama juga aktif memberikan seminar-seminar motivasi di sisi kegiatan menulisnya. Puluhan buku motivasinya telah banyak diterbitkan sejak tahun 1997 hingga kini.

Berikut adalah kata-kata mutiara Gede Prama, motivator Indonesia.

  • Kesejahteraan tidak memerlukan pengertian. Ia hanya butuh ketekunan bersyukur di hari ini. [Gede Prama]
  • Kesedihan adalah bab penting dalam buku kehidupan yang tidak mau dibaca oleh banyak orang. [Gede Prama]
  • Keheningan yang abadi diperoleh ketika manusia berbahagia jadi orang biasa. [Gede Prama]
  • Kebahagiaan adalah apa yang terjadi di dalam diri ketika membuat orang lain bahagia. [Gede Prama]
  • Ia yang di dalamnya keindahan berjumpa keindahan di mana-mana. [Gede Prama]
  • Derita adalah momentum membayar utang. Siapa saja yang melawan, tidak saja gagal membayar utang, ia malah menciptakan utang yang baru. [Gede Prama]
  • Dan tanpa membaca bab kesedihan, kedamaian mana pun tidak akan pernah dalam. [Gede Prama]
  • Cinta adalah melihat keindahan pada setiap peristiwa. [Gede Prama]
  • Bila orang biasa menakuti cobaan, orang bijaksana mengolah cobaan menjadi pencerahan. [Gede Prama]
  • Belahan jiwa adalah ia yang bisa melihat kemarahan Anda sebagai lumpur yang sedang berevolusi menjadi bunga lotus. [Gede Prama]
  • Ada banyak jalan menuju puncak gunung kehidupan, namun hanya ada satu puncak: cinta. [Gede Prama]
  • Uang dapat membeli rumah, tapi hanya cinta yang bisa membuatnya menjadi rumah kebahagiaan. [Gede Prama]
  • Tidak hanya kedamaian yang memperkuat kehidupan, bencana juga memperkuatnya kemudian. [Gede Prama]
  • Tarik nafas, saya sedang merawat diri saya dengan penerimaan. Buang nafas, saya sedang merawat dunia dengan kasih sayang. [Gede Prama]
  • Setiap kebahagiaan yang bergantung dari luar, ia berumur pendek. Hanya pohon kebahagiaan yang berakar ke dalam yang bisa abadi. [Gede Prama]
  • Punya harga diri itu sebuah kelebihan, namun berharap selalu dihargai tinggi-tinggi adalah sumber yang bisa membuat emosi mudah tercuri. [Gede Prama]
  • Jika orang biasa melaksanakan cinta karena rindu surga, orang yang sudah mengalami ledakan di dalam menemukan surga dengan melaksanakan cinta. [Gede Prama]
  • Inti dari pencerahan adalah tidak tersentuh. Tidak marah ketika dilecehkan, tidak sombong ketika dipuji. Tidak melekat pada kebahagiaan dan tidak menolak kesedihan. [Gede Prama]
  • Dalam memberikan manusia tersembuhkan. [Gede Prama]
  • Sebagian hidup berada di luar jangkauan logika. Di bagian tersebut, hanya keikhlasan yang bisa menundukkannya. [Gede Prama]
  • Kesedihan memang tidak enak, tapi berlimpah pelajaran dan bimbingan yang tersedia di sana. [Gede Prama]
  • Kedamaian adalah senyuman penuh penerimaan di sepanjang perjalanan. [Gede Prama]
  • Kebahagiaan adalah parfum yang kita semprotkan ke orang lain tanpa kita kehilangan setetespun. [Gede Prama]
  • Ikhlas bisa berarti berhenti berusaha mengerti. Dan tetap aman, nyaman, bahkan ketika tidak tahu. [Gede Prama]
  • Hidup mirip dengan sekolah. Ketika badai datang, itu tandanya sedang ulangan umum. Begitu selesai, kita naik kelas. [Gede Prama]
  • Di setiap peristiwa ada keindahan. [Gede Prama]
  • Alam ada, lebih dari sekedar membuat manusia hidup. alam juga tanda-tanda jalan pulang menuju kedamaian. [Gede Prama]
  • Kesulitan untuk ikhlas adalah masukan kalau ego di dalam perlu dikecilkan. [Gede Prama]
  • Ia yang di dalamnya kepalsuan bahkan di surga pun berjumpa kepalsuan. Ia yang di dalamnya keindahan, bahkan di neraka pun berjumpa keindahan. [Gede Prama]
  • Pengalaman dan pengetahuan hanya perahu yang mengantar ke seberang. Setelah dilewati dtinggalkan di belakang. [Gede Prama]
  • Penderitaan dan cacian orang ternyata sejenis vitamin jiwa yang membuatnya jadi menyala. [Gede Prama]
  • Masalah hanyalah permainan pikiran yang sibuk mondar-mandir kedepan dan belakang. [Gede Prama]
  • Lihat bara api di dalam, sambil mengucapkan mantra sederhana: saya memilih untuk bahagia. [Gede Prama]
  • Kegelapan bukan hukuman, ia adalah kerinduan jiwa di dalam untuk segera menemukan cahaya. [Gede Prama]
  • Ada rahasia yang disembunyikan di nafas. [Gede Prama]
  • Tidak ada yang namanya benar-salah, baik-buruk. Semua telah, sedang, dan akan berjalan sempurna. [Gede Prama]
  • Dalam kamus orang-orang yang sudah memasuki keheningan, sekaya apapun anda akan tetap miskin tanpa rasa berkecukupan. [Gede Prama]
  • Cabe memang pedas, garam memang asin, bawang memang membuat mata bisa perih, tapi kalau bisa meramunya secara tepat dan pas, dukacita dan perkelahian bisa membuat keluarga jadi kokoh dan kuat, sekaligus bisa membuat keluarga menjadi taman jiwa yang terindah. [Gede Prama]
  • Kapan saja kegelapan ketidaktahuan di dalam meledak, di sana mekar bunga indah cinta, kebaikan, belas kasih. [Gede Prama]
  • Inti pencerahan adalah tidak tersentuh. Tidak marah ketika dimaki, tidak sombong tatkala dipuji. Tidak melekat pada kabahagiaan dan tidak menolak kesedihan. [Gede Prama]
  • Kebijaksanaan tidak memilih positif atau negatif. Mirip listrik, ketika kedua kutub positif-negatif terkelola baik, ada cahaya yang menyala. [Gede Prama]
  • Derita bukan kutukan, ia cara sang jiwa mengetuk manusia. [Gede Prama]
  • Ingat, serupa awan, memori, pikiran, perasaan, semuanya hanya muncul lenyap. [Gede Prama]
  • Alasan utama kenapa manusia menderita karena pikirannya seperti kapal laut di tengah gelombang kehidupan. Dan nafas adalah jangkarnya. [Gede Prama]
  • Di tangga-tangga kebijaksanaan kalah juga indah. [Gede Prama]
  • Kebaikan adalah nyanyian indah yang bisa didengar oleh orang tuli, sekaligus bunga indah yang bisa dilihat oleh orang buta. [Gede Prama]
  • Dalam bahasa meditasi, masa lalu sudah lewat, masa depan belum datang, saat ini adalah satu-satunya hadiah yang tersedia. [Gede Prama]
  • Jembatan terpendek yang menghubungkan kita dengan Tuhan, bernama cinta dan keikhlasan. [Gede Prama]
  • Ibarat sepasang sayap burung. Keyakinan adalah salah satu sayap. Sayap yang lain adalah keterbukaan yang disertai kerendahatian. [Gede Prama]
  • Sebagian remaja mengira pernikahan seperti memasuki restoran di mana orang-orang hanya menemukan yang enak-enak saja. [Gede Prama]
  • Pernikahan tidak saja berisi pelukan tapi juga perkelahian. [Gede Prama]
  • Kepintaran adalah sebuah kekayaan. Namun ia memerlukan kekuatan penyeimbang yang bernama kebijaksanaan. [Gede Prama]
  • Bila masih ada yang bisa membuat anda bahagia atau menderita, itu tandanya saklar kehidupan masih di pegang orang lain. Seorang master memegang saklarnya sendiri. [Gede Prama]
  • Kepintaran adalah harta karun. Tapi itu membutuhkan kekuatanpenyeimbang yang bernama kebijaksanaan. [Gede Prama]
  • Kedamaian memperkuat seperti air yang bertemu kerongkongan yang dahaga, bencana menguatkan seperti amplas keras dan kasar yang membuatberlian tambah bersinar. [Gede Prama]
  • Siapa saja yang kesehariannya penuh pelayanan, sesungguhnya sudah menjadi makhluk spiritual. [Gede Prama]
Click Here to Leave a Comment Below 0 comments

Leave a Reply: