1

Boy Candra

Boy Candra lahir dan besar di Sumatera Barat. Pernah kuliah di jurusan Administrasi Pendidikan, Universitas Negeri Padang.

Aktif di organisasi komunikasi dan radio di kampus (UKKPK UNP). Menulis rutin di blog rasalelaki.blogspot.com.

Aktif menulis sejak tahun 2011 Selain ingin terus menulis novel dan buku fiksi lainnya. Juga punya cita-cita menerbitkan buku puisi. Sehari-sehari bisa ditemui berkeliaran di akun-akun sosial media miliknya:

Twitter : @dsuperboy

Instagram : @boycandra

Email : email.boycandra@gmail.com

Buku yang sudah terbit: Origami Hati (2013), Setelah Hujan Reda (2014), Catatan Pendek Untuk Cinta Yang Panjang (2015), Senja, Hujan, dan Cerita yang Telah Usai (2015).

Berikut adalah kata kata bijak Boy Candra, yang penuh inspirasi.

  • Yang sering sulit dilakukan adalah menerima kekurangan diri sendiri. Menerima kelebihan orang lain. Sebab merasa paling benar tidak menyediakan ruang untuk diskusi. -Boy Candra
  • Hidup memang tak semudah kalimat-kalimat bijak. Tapi lebih bijaksana menjadikan kalimat itu sebagai penyemangat dari pada terus mengutuki dan tak berbenah apa-apa. -Boy Candra
  • Jika hari ini belum punya cukup uang, belum punya cukup kekuasaan, tapi setidaknya masih punya harapan. -Boy Candra
  • Kau akan mampu melampaui cita-citamu sendiri. Jika tekun dan mencintai apa yang kau lakukan. Meski tidak semuanya pasti bisa didapatkan. -Boy Candra
  • Yang membedakan kenangan yang tertinggal dari orang-orang yang pernah mencintaimu adalah rasa sakit yang tersisa. -Boy Candra
  • Nanti kau akan berada di titik ini soal urusan berkarya. Yang penting kamu senang menjalaninya. Sebab, apa pun nanti hasil dari yang kamu perjuangkan, kamu akan mati juga. -Boy Candra
  • Kau akan mengerti, mungkin nanti. Bahwa yang diperjuangkan orang lain. Mungkin bagimu hanya hal remeh. Nyatanya, sesuatu yang bermakna besar sekali. -Boy Candra
  • Jangan takut berjalan sendiri menempuh tualangmu. Tapi takutlah berada di kerumunan besar, disanjung sedemikian, tapi sebenarnya kamu sedang sendirian. -Boy Candra
  • Beberapa orang mendekat untuk menjadi teman baik yang setia. Beberapa lainnya mendekat untuk memanfaatkan semata. -Boy Candra
  • Tanpa guru tak ada sebuah negara. -Boy Candra
  • Saat setiap kamu mendengar kata ‘mas-mas’ yang ada di kepalamu adalah ‘mas kawin’ mungkin sudah saatnya kau butuh kawan berbagi hidup. -Boy Candra
  • Tantangan meningkatkan minat baca tidak bisa dilihat hasilnya dalam waktu cepat. Butuh bertahun-tahun. Apakah orang-orang terus bertambah membaca buku. Atau sebaliknya, semakin menjauh dari buku-buku? -Boy Candra
  • Era digital dengan banyak pilihan hiburan. Buku bisa jadi pilihan kesekian bagi remaja. Dan kau masih teriak-teriak buku sampah ini itu. Sementara apa yang kamu lakukan saat ternyata semakin banyak yang menjaga jarak dari buku-buku? Teriak terus? -Boy Candra
  • Buku yang bagus bukan hanya buku yang mendapat penghargaan ini itu. Tapi buku bagus juga buku yang membuka minat baca seseorang, menjadi buku pertama yang membuatnya suka membaca, lalu tumbuh menjadi pembaca yang membaca lebih banyak buku. -Boy Candra
  • Semesta ini terlalu kecil untuk menyimpan rindu sendirian. Kau pasti akan tersiksa jika terus bersikeras menyimpan. -Boy Candra
  • Tidak menahanmu pergi bukan berarti tidak cinta lagi. Hanya saja,terkadang lebih baik melepaskan dari pada memaksa terus bersama. -Boy Candra
  • Jangan tunggu jatuh sakit, cukup tunggu jatuh cinta. -Boy Candra
  • Semoga apa pun yang kita jalani nanti –meski mungkin harus menempuh jalan masing-masing– aku berharap kita selalu bahagia. Kau dengan hidupmu, dengan aku atau tidak, bahagialah sampai kelak. Aku pun begitu, semoga mampu melewati hari-hari baik atau buruk yang kulalui sebanyak sisa usia nanti. -Boy Candra
  • Seseorang yang hanya melihat kurangku saja, mungkin memang lebih baik untuk dijadikan kenangan saja. -Boy Candra
  • Benar dan merasa benar itu beda. Dan, kadang kita susah membedakan itu. -Boy Candra
  • Di hari-hari terburukku kau pernah menjadi yang terbaik menemaniku. -Boy Candra
  • Mengalah hari ini kadang hanyalah cara agar di kesempatan lain bisa mencapai hal yang lebih. -Boy Candra
  • Saat kamu suka mengeluh pada orang lain. Akan tiba saatnya kamu juga akan mendapat banyak keluhan orang lain. Gimana rasanya jadi tempat keluhan? -Boy Candra
  • Segala macam penyakit berawal dari pola hidup yang tidak baik. Jika ingin sehat, perbaiki pola hidup. Sebab, kalau dikasih obat terus, tanpa perbaki pola hidup. Itu tidak baik. -Boy Candra
  • Kita sudah cukup jatuh cinta. Jangan sampai tertimpa tangga. -Boy Candra
  • Dia mungkin tak lagi kau sisakan dalam pikiran di kepalamu. Namun, masih tersimpan rapi dalam rindu di dadamu. -Boy Candra
  • Setelah dia pergi. Kau bukan tak mampu melupakannya. Kau hanya tak mampu melupakan janji-janji dan kenangan bersamanya. -Boy Candra
  • Kita sudah mulai dekat, meski sedikit-sedikit. Semoga kau tak tiba-tiba pergi, agar tak sedih di hati. -Boy Candra
  • Aku hanya sedang coba berjuang. Jangan lekas kau buang. -Boy Candra
  • Kalau kamu sedang sedih kamu ingat saya. Kalau kamu ingin merayakan hidupmu, kamu datang pada dia. Cerita seperti apa sebenarnya yang sedang kamu rencanakan? -Boy Candra
  • Jika perempuan adalah permukaan danau yang tenang. Maka laki-laki hanyalah perahu nelayan di atasnya. Salah dayung maka tenggelam sudah jadinya. -Boy Candra
  • Kita saling terinspirasi. Aku terinspirasi untuk menulis perihal kamu. Kamu terinspirasi untuk terus mempertahankannya setelah membaca tulisan-tulisanku. -Boy Candra
  • Di hatimu aku bukan pengungsi yang setelah merasa aman harus segera pergi. -Boy Candra
  • Kita hanya manusia, mana bisa bikin semua orang bahagia. Akan selalu ada yang merasa tak senang. Tenang. -Boy Candra
  • Marah di rumah sendiri kadang hanya bentuk menunjukan cinta dengan cara lain. -Boy Candra
  • Terima kasih terus menemani dalam hari-hari sulit, dalam lelah beban kerja, dalam segala hal yang dianggap mustahil namun kupercaya bisa nyata. -Boy Candra
  • Siapa pun yang sedang jatuh cinta akan menyebarkan energi jatuh cinta dari dirinya untuk dunia. -Boy Candra
  • Siapa pun yang sedang panik akan menyebarkan kepanikan itu pada orang lain. -Boy Candra
  • Sudah kali keberapa kau mencoba membelah dirimu agar jauh dari harapanku? Bukankah segala usaha melepaskan diri itu hanya menimbulkan kegagalan. -Boy Candra
  • Kita tidak mungkin kembali pada titik awal yang kau sebut lebih menyenangkan itu. Kita hanya bisa bertahan dengan suasana hari ini. Menyesuaikan diri atau terseleksi oleh perasaan yang tak terkendali. -Boy Candra
  • Kau atau aku harus sadar bahwa kita tidak bisa berharap harus seperti yang indah dulu. Kita harus memperbaharui cara berpikir, bagaimana cara agar kita tetap bertahan tanpa berakhir. -Boy Candra
  • Saat kamu merasa boleh bertanya. Harusnya, kamu juga berpikir orang lain juga boleh tidak menjawab saat dia tidak ingin menjawab. -Boy Candra
  • Mungkin kita tiba di suasana saling lelah; entah sebab beban kerja, atau beban pikiran. -Boy Candra
  • Ada yang selalu dekat, namun merasa jauh. Ada yang begitu jauh, namun merasa dekat. -Boy Candra
  • Anak muda zaman sekarang lebih suka minta follback, daripada minta ampunan sama Allah. -Boy Candra
  • Beberapa hal kadang memang harus ditunda dan ditunggu. Agar saat semua itu kita miiki, kita memiliki seutuhnya. Bukan yang setengah-setengah, bukan yang angan-angan. -Boy Candra
  • Di antara pekerjaan-pekerjaan yang membuatmu lelah, semoga menjadi berkah yang berlimpah. Aku mungkin tak selalu ada, semoga kau paham semua demi hal yang lebih baik nantinya. -Boy Candra
  • Ada yang selalu berusaha untuk bertemu namun terhalang banyak pekerjaan. Ada yang seharusnya bisa sering bertemu namun terhalang banyak alasan. -Boy Candra
  • Tidak ada orang yang benar-benar memahami semua inginmu. Mereka hanya berusaha memahami sedikit demi sedikit yang ada di dirimu. -Boy Candra
  • Ada hal-hal yang tak ingin kau dengar dari seseorang yang pernah kau kenal di masa lalu; tentang bagaimana kelemahan orang yang bersamanya sekarang. Cukup dia yang tahu. -Boy Candra
  • Sekarang ketakutanku bukan lagi soal nggak bisa move on dari mantan. Aku hanya takut nggak bisa tidur, nggak bisa istirahat, saat tubuhku lelah dan butuh pemulihan energi. -Boy Candra
  • Kita tak mungkin sampai akhir dunia. Tapi, kau dan aku bisa sepakat mengisi dunia dengan kisah yang saling melengkapi semampu kita. -Boy Candra
  • Beberapa orang memilih menggembok instagram, tapi membuka hatinya. Beberapa lagi malah sebaliknya, menutup rapat-rapat hatinya sebab takut terluka. Meski menebar senyum pada sekitarnya. -Boy Candra
  • Aku tak melihat lagi pandangan-pandangan yang dulu melekat pada dirimu. Kau menjadi orang asing yang masih di sampingku. Kau menjadi lain saat aku masih merasa sangat dekat denganmu. -Boy Candra
  • Semakin bertambah jumlah usia, semakin sadar akan perlunya tidur malam dan memilih makanan yang baik untuk tubuh. Mungkin kita tidak bisa mengubah jatah hidup, tapi kita bisa memperbaiki pola baik untuk hidup. -Boy Candra
  • Setiap kali bangun pagi, jatah usia makin berkurang di bumi. Semakin sadar harus semakin semangat dalam segala hal yang sedang diperjuangkan di sini. -Boy Candra
  • Dalam sibuk pekerjaanmu ada doa dari orang-orang yang mencintaimu; agar kau berhasil dan bahagia. Agar kau mampu membuat mereka bangga. -Boy Candra
  • Ada yang sedang menabung dengan sangat keras, biar bisa bersama lebih lama. Ada yang sedang menghabiskan uang untuk kebersamaan yang sementara. -Boy Candra
  • Cukup siput saja yang jalannya pelan. Hubungan kita, jangan. -Boy Candra
  • Beberapa hal harus ditunggu. Beberapa hal lagi cukup dirindu. -Boy Candra 
  • Setiap orang ingin dimengerti. Tetapi tidak semua belajar mengerti orang lain. -Boy Candra
  • Selamat malam orang-orang yang tak dipilih, namun tetap bisa tersenyum dengan bahagia. -Boy Candra
  • Beberapa orang memang lebih suka mencari kembali setelah dengan sengaja meninggalkan. -Boy Candra
  • Dulu kita sampai dititik saling mencemaskan bila tak ada kabar. Kini sampai dititik saat bertemu, hanya sebatas, ‘hehe, apa kabar?’. Lalu saling canggung, lalu saling pulang.
  • Rindu selalu ada. Kita yang tiada. -Boy Candra
  • Kau menjaga hatinya dengan sungguh. Dia sungguh main-main dengan semua yang kau ingin tempuh. -Boy Candra
  • Kau mampu menjadi bagian dirinya. Dia yang tak mau menjadi bagian impianmu. -Boy Candra
  • Masihkah kamu berharap pada seseorang yang memilih hilang. Memilih jauh dan menciptakan lumpuh langkah-langkahmu. Dia yang sama sekali tak senang kau harapkan. -Boy Candra
  • Masihkah kamu menunggu seseorang yang jauh dan tenggelam. Dia yang menyerah untuk tidak pulang. Dia yang menemukan dunia yang bukan kamu. -Boy Candra
  • Dibalik beberapa orang yang tidak menyukaimu, selalu ada lebih banyak yang sedang mendoakanmu. Selama yang kau niatkan adalah kebaikan. -Boy Candra
  • Orang yang enggak tahu, dikasih tahu saja. Jangan dinyinyirin. Kasian. Kan sudah ngaku nggak tahu. -Boy Candra
  • Jika kau percaya hujan adalah satu persen air, sembilan puluh sembilan persen kenangan, ya silakan. Kalau aku percaya hujan seratus persen adalah rindu, itu urusanku. -Boy Candra
  • Merasa seleramu selalu lebih baik dari orang lain adalah bentuk selera yang buruk. -Boy Candra
  • Saat kau tak menyukai seseorang. Apakah aku juga harus tidak menyukai orang itu hanya karena kita berteman? -Boy Candra
  • Katamu tak mau pisah. Ujungnya kau yang membuat patah. -Boy Candra
  • Tak usah bicara rindu terus. Kita hanya kisah lalu yang sudah terbawa arus. -Boy Candra 
  • Luangkan waktu, kutuangkan rindu. -Boy Candra
  • Mentang-mentang sudah dengan yang baru. Kau lupa siapa dulu yang sering bikin rindu? -Boy Candra
  • Aku tidak kurang piknik. Aku hanya kurang diterima saja di hatimu. -Boy Candra
  • Tiap hari kita sedang bertarung dengan diri kita sendiri. -Boy Candra
  • Cara mudah untuk menunda kemajuan diri sendiri; sibuklah mencari celah untuk mengata-ngatai orang lain. Orang itu terus bertumbuh, kamu tumpul. -Boy Candra
  • Kita lelah melihat pertengkaran demi pertengkaran. Kita butuh sosok yang bisa jadi sandaran. -Boy Candra
  • Yang diperlukan bukan janji penuh harapan atau sebar ketakutan, yang diperlukan adalah pengabdian yang bukan sekadar cara agar dapat perhatian. -Boy Candra
  • Teruslah memilih hujan yang deras untuk tenggelam. Kupilih ruang yang jauh untuk berdiam. Irama lagu-lagu, rangkai cerita buku-buku, dan segala sesuatu yang pernah dinamai rindu, tak lebih sebatas masa lalu. Masalah yang sudah berlalu. -Boy Candra
  • Kita hanyalah rasa sakit yang pernah diderita. Di dunia sebenarnya, kita tak lagi perlu saling seiya. Sembuhkan lukamu sendiri. Kupilih obatku sendiri. -Boy Candra
  • Kita hanya kisah dalam lagu-lagu patah hati. Di dunia sebenarnya, kau hanyalah sesuatu yang sudah tak berarti lagi. -Boy Candra
  • Persoalan generasi media sosial adalah kesulitan menahan diri untuk tidak pamer semua hal yang dia dapatkan. -Boy Candra
  • Ada udang di balik batu. Ada rindu saat tak ada kamu. -Boy Candra
  • Sesekali, dalam waktu sepimu. Coba tanya; apa benar kau sudah benar-benar melupakan? -Boy Candra
  • Hari baik adalah hari yang diusahakan dengan kebaikan. Hari yang dijemput dengan hal-hal baik. -Boy Candra
  • Mari saling melanjutkan langkah melalui peta masing-masing. Temukan harta karun yang kau cari. Kutemukan kebahagiaan yang kuingini. Kita harus saling memahami; kita tidak bisa lagi sepaham sehati. -Boy Candra
  • Cukup sudah. Sudah cukup. Hari itu sudah berlalu. Hari ini kita sebatas sepasang masalalu. -Boy Candra
  • Kita sudah selesai. Jalan itu sudah bersimpang. Kapal sudah menepi. Hari-hari lalu biarlah terlewat. Jangan memaksakan tinggal untuk hal-hal yang selayaknya pergi. -Boy Candra
  • Semakin bertambah usia, semakin sadar bahwa orangtua sungguh sangat berarti dalam setiap perjalanan ini. -Boy Candra
  • Semoga apa pun yang dilakukan dengan tujuan membahagiakan orangtua selalu diberi jalan yang mudah oleh Allah. -Boy Candra
  • Jangan berharap kesepakatan yang sama akan kamu dapat saat seseorang datang dengan suasana pergi. Kadang, datang memohon, pergi diam-diam saja. -Boy Candra
  • Apalah artinya jika sayang darimu hanya sebatas kata-kata. Sepanjang apa pun jalan yang ingin kau tuju, tetap saja tak akan pernah menjadikan nyata semua hal tentang kita. -Boy Candra
  • Jaga terus impian-impian itu. Usaha dan kerja keras. Doa sebagai bentuk ikhlas. Kelak, berhasil atau tidak akan datang rasa puas. -Boy Candra
  • Segala sesuatu yang dimulai dengan janji-janji manis, sering berjalan berisi tangis. Itulah sebabnya, aku tak memintamu menjadi semesta. Cukup terus bersedia bersamaku hingga kita sampai di ujung lelah usia. -Boy Candra
  • Maafkan yang membuatmu sedih hari ini. Ikhlaskan yang memilih pergi hari ini. Lupakan yang membuat salah padamu hari ini. Karena segala masalah yang dibawa tidur, hanya akan merusak diri sendiri. -Boy Candra
  • Beberapa orang terjebak dalam kebahagiaan pamer di sosial media, sampai lupa tumpukan hutang di dunia sosial yang nyata. -Boy Candra
  • Beberapa orang memutuskan untuk keluar dari dunia sosial media, lalu merasa lebih bahagia berada di dunia sosial yang nyata. -Boy Candra
  • Jangan terlalu banyak membuat kecewa, sebab usia tidak ada yang tahu. -Boy Candra
  • Kalaulah sampai di sini saja, simpanlah segala yang pernah indah –lupakan hal-hal yang membuat luka dan patah. Kelak kita bertemu, jadilah teman yang baru. -Boy Candra
  • Istilah “beli kaca, dan bercerminlah!’ sebelum diucapkan ke orang lain. Ada baiknya, belajar bercermin sendiri lebih dulu. Nanti kalau yang disarankan minta ajari cara bercermin dan kamu tidak pandai, ketahuan kan kamunya yang jarang ngaca. -Boy Candra
  • Sesuatu yang bermanfaat lebih penting dari pada sesuatu yang sekadar dipandang hebat. Karena yang bermanfaat itu terasa, yang hebat kadang cuma untuk pandangan mata. -Boy Candra
  • Setiap malam kau bisa menghapus bekas bedak namun tak bisa menebas jarak. -Boy Candra
  • Setiap malam kita bisa memadamkan lampu namun tak bisa mematikan rindu. -Boy Candra
  • Seseorang yang dulu sering nanyain kamu sudah makan atau belum, sekarang sudah hilang dan tidak peduli lagi padamu. Sebab dulu dia cuma basa basi saja, cuma nanya saja, nggak ngajakin makan. -Boy Candra
  • Tetap tenang. Lanjutkan tujuan. Jalan masih panjang. Dia hanya ingin diingat sebatas kenang. -Boy Candra
  • Bisa jadi setelah belajar melepaskannya, dia malah semakin dekat denganmu. Atau, malah didekatkan yang lebih baik dari dia untukmu. -Boy Candra
  • Jangan bagi duka lagi, bagilah rindumu denganku. Jangan dengan dia lagi, lupakan dia lalu jalan denganku. -Boy Candra
  • Dia mungkin masih bisa tersenyum lebih tenang dibanding kamu, meski diam-diam hari-harinya jauh lebih pahit dari apa yang kamu lalui. -Boy Candra
  • Nanti kita akan bertemu lagi sebagai dua orang teman lama. Kau mungkin rindu masa lalu, aku sudah tak akan lagi begitu. -Boy Candra
  • Semua ini juga akan hilang meninggalkanmu atau kau tinggalkan. Apa gunanya merasa kau yang paling hebat? -Boy Candra
  • Bukan orang lain yang sombong, mungkin kita saja yang ingin selalu diprioritaskan. Sementara orang lain punya kesibukan yang lebih penting dari pada persoalan kita. -Boy Candra
  • Bekerja lebih rajin, berdoa lebih banyak, adalah caraku menciptakan jalan untuk menujumu. Semoga aku sampai tepat waktu. agar kau tak dijemput yang lain lebih dulu. -Boy Candra
  • Kau sebenarnya paham, bahwa kau hanya dijadikan pelampiasan semata. Namun kau memilih buta dengan menciptakan ilusi-ilusi yang seolah nyata. -Boy Candra
  • Kau sebenarnya tahu, dia hanya main-main denganmu. Namun, kau lebih suka membodoh-bodohi dirimu sendiri dengan menciptakan harapan dia sedang tidak main-main denganmu.
  • Cuma dianggap sekadar teman. Jangan berharap sampai pelaminan. -Boy Candra
  • Selamat tidur. Kalimat itu pernah ingin kusampaikan, lalu kusimpan, dan kulupakan saja. -Boy Candra
  • Mencintai itu rasa syukur. Jika kamu tidak pernah mensyukuri apa yang dia miliki, sampai kapan pun dia tak akan pernah cukup bagimu. -Boy Candra
  • Menjadi biasa itu tidak selalu mudah. Biasa tanpa kamu, misalkan. -Boy Candra
  • Kau hanya sedang jadi bayang-bayang. Kau tidak sedang benar-benar disayang. -Boy Candra
  • Hal sederhana namun kadang begitu sulit dilakukan adalah mengakui kalau kita salah dan meminta maaf. Itu sederhana sekali, namun butuh jiwa yang besar untuk bisa melakukannya. -Boy Candra
  • Belajarlah benar-benar tidak peduli padanya sampai kau merasa semuanya sudah biasa saja. Kadang, rasa iba hati akan membuat sisa perasaan tumbuh kembali. Jika kau tak tega untuk menolaknya, dia akan tetap bersemayam dalam dadamu yang penuh luka. -Boy Candra
Click Here to Leave a Comment Below 1 comments
Denlara2418 - March 14, 2019

Sangat membantu Inspirasi kak. Saya tunggu postingan berikutnya.

Reply

Leave a Reply: