Adolf Hitler


Adolf Hitler adalah pemimpin dari partai Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (NSDAP) atau dikenal dengan Partai Nazi. Hitler adalah anak keempat dari enam saudara. Hitler  merupakan pelajar yang baik, namun sempat tidak naik kelas. Hal itu dilakukannya sebagai wujud pemberontakan atas kemauan ayahnya yang ingin dia berkonsentrasi sebagai pegawai cukai. Sedangkan Hitler menyukai dunia seni lukis dan ingin menjadi pelukis.
Setelah ayah dan ibunya meninggal hidupnya makin berantakan. Ia mencoba menjadi pelukis dan mencoba masuk ke sekolah seni, namun di tolak. Akhirnya pada tahun 1909 dia hidup di penampungan tunawisma untuk melanjutkan hidupnya.
Tahun 1913 dia pindah ke Munchen dari sisa-sisa harta ayahnya. Ia sengaja pindah ke Munchen untuk menghindari wajib militer Austria. Namun, tentara Austria berhasil menangkapnya.karena tidak lulus syarat militer, Hitler akhirnya diijinkan kembali ke Munchen.
Di tahun 1914, Jerman mamasuki kancah perang dunia I. pada waktu itu, Hitler memutuskan untuk bergabung dengan ketentaraan Bavaria dan akhirnya Raja Ludwih II Bavaria mengizinkannya bertugas dalam resimen Bavaria.
Kepemimpinan Hitler di Partai Nazi membangun beberapa proyek mengenai sarana umum, mulai ide mengenai kendaraan murah agar bisa dijangkau oleh rakyat Jerman, yaitu mobil yang sekarang kita kenal mobil Volkswagen (VW). Kebrutalan Adolf Hitler terlihat ketika dia membunuh semua penentangnya pada juni 1934.
Dikenal sebagai Nacht der langen Messer atau dalam bahasa Indonesianya Malam Pisau Panjang di mana Hitler menghabisi seluruh penentangnya seperti Roehm dan para pemimpin Sturm Abteilungen.
Hitler memiliki dendam pribadi dengan orang komunis dan yahudi sehingga ia melakukan penyerangan, pembunuhan dan menyalakan mereka atas situasi politik ekonomi yang buruk di Jerman.
Hitler yang juga merupakan kanselir Jerman memimpin Jerman dari 1934 hingga wafat. Ia menjadi pemimpin diktator yang menyatukan kanselir dan presiden sebagai satu kesatuan jabatan serta menetapkan NAZI adalah partai tunggal di Jerman.
Pada kekalahan Jerman di Perang Dunia ke II akhirnya Nazi resmi di bubarkan.
Berikut adalah kutipan dari Adolf Hitler.

  • Kata-kata membangun jembatan ke daerah yang belum dijelajahi. [Adolf Hitler]
  • Dengan penggunaan yang terampil dan berkelanjutan, seseorang dapat membuat orang lain melihat surga sebagai neraka atau kehidupan yang sangat menyedihkan sebagai surga. [Adolf Hitler]
  • Setiap aliansi yang tujuannya tidak bermaksud untuk berperang adalah tidak masuk akal dan tak berguna. [Adolf Hitler]
  • Cara terbaik menemukan dirimu adalah dengan meleburkan diri dalam pelayanan orang lain. [Adolf Hitler]
  • Dan aku bisa melawan hanya untuk sesuatu yang saya cinta, cinta dengan apa yang saya hormati, dan menghormati hanya pada yang setidaknya saya tahu. [Adolf Hitler]
  • Aku akan membebaskan kalian dari penderitaan ini jika kalian mau bergabung. [Adolf Hitler]
  • Orang yang paling berbahagia, adalah orang yang paling bisa berpuas diri dengan hal-hal yang minim. [Adolf Hitler]
  • Pembohong besar juga penyihir besar. [Adolf Hitler]
  • Perbedaan antara apa yang kita lakukan dan apa yang mampu kita lakukan sudah cukup untuk menyelesaikan kebanyakan persoalan yang ada di dunia ini. [Adolf Hitler]
  • Ketika diplomasi berakhir, Perang dimulai. [Adolf Hitler]
  • Menurunkan moral musuh dari dalam dengan kejutan, teror, sabotase, pembunuhan. Ini adalah perang masa depan. [Adolf Hitler]
  • Mereka tidak dapat mengambil harga diri kita kalau kita tidak memberikannya kepada mereka. [Adolf Hitler]
  • Bila kamu punya kebenaran, maka kebenaran itu harus ditambah dengan cinta, atau pesan dan pembawanya akan ditolak. [Adolf Hitler]
  • Keyakinan. Harus dikuatkan dengan alasan. Ketika keyakinan jadi buta, dia akan mati. [Adolf Hitler]
  • Aku tidak perlu berpikir karena aku adalah pegawai pemerintah. [Adolf Hitler]
  • Jangan putus asa terhadap kemanusiaan. Kemanusiaan bagaikan samudera. Beberapa tetes air kotor tidak mampu mengotori seluruh samudera. [Adolf Hitler]
  • Manusia, berhak memperbaiki dirinya dari kejahatan, yang sebenarnya terselip diantara kebajikan yang dipunyainya. Seperti juga, manusia harus menghalangi kejahatan dalam dirinya yang terselip diantara kebajikannya. [Adolf Hitler]
  • Alangkah beruntungnya penguasa bila rakyatnya tidak bisa berpikir. [Adolf Hitler]
  • Kita kecewa dalam hidup ini, karena kita selalu menaruh diri kita di bawah, dan selalu menilai kebahagiaan orang menurut penilaian kita dari apa yang kita lihat. [Adolf Hitler]
  • Siapapun bisa menangani kemenangan. Hanya yang kuat yang tahan kekalahan. [Adolf Hitler]
  • Saya menghormati ayah saya, tapi aku mencintai ibuku. [Adolf Hitler]
  • Bila pencungkilan mata di balas dengan mencukil mata, seluruh dunia akan menjadi buta. [Adolf Hitler]
  • Orang yang tidak memiliki rasa sejarah, adalah seperti orang yang tidak memiliki telinga atau mata. [Adolf Hitler]
  • Sabar berarti siap menderita. [Adolf Hitler]
  • Jika Anda ingin bersinar seperti matahari pertama Anda harus membakar seperti itu. [Adolf Hitler]
  • Kamu dapat merantaiku, kamu dapat menyiksaku, bahkan kamu dapat menghancurkan tubuh ini, tetapi kamu tidak akan dapat memenjarakan pikiranku. [Adolf Hitler]
  • Alangkah beruntungnya penguasa bila rakyatnya tidak bisa berpikir. [Adolf Hitler]
  • Tidak masalah seberapa banyak kebohongan yang kamu buat, tetapi yang penting adalah bagaimana kamu membuat kebohongan itu menjadi kenyataan. [Adolf Hitler]
  • Ketahuilah, bahwa Anda sendiri adalah keajaiban. Dan percayalah bahwa Anda dapat membuat keajaiban dengan berpikir, berdoa, percaya dan membantu orang lain. [Adolf Hitler]
  • Bumi cukup menyediakan segala sesuatu untuk memuaskan kebutuhan semua orang, bukan semua ketamakan. [Adolf Hitler]
  • Aku tak ingin melihat apa yang dapat terjadi di masa depan. Aku peduli pada masa kini. Tuhan tidak memberiku kendali terhadap apa yang dapat terjadi sesaat lagi. [Adolf Hitler]
  • Orang lemah tidak pernah bisa memaafkan. memaafkan adalah sifat orang perkasa. [Adolf Hitler]
  • Mayoritas tidak pernah dapat menggantikan sang manusia, seperti halnya seratus orang bodoh tidak akan dapat menggantikan satu orang bijaksana, dan suatu putusan yang heroik tidak mungkin datang dari seratus orang pengecut. [Adolf Hitler]