19

Cakrawala Kematian

Salah satu hal tersulit yang bisa kita lakukan adalah melepas orang yang begitu kita cintai menuju kematian. Cerita berikut ini bisa membantu.

Pada masa-masa sebelum adanya pesawat terbang yang andal, kebanyakan orang bepergian dari benua ke benua dengan kapal penumpang besar lintas samudra. Saat kapal hendak berlayar, para penumpang akan berbaris di dek kapal, di sisi dermaga di mana keluarga dan sahabat mereka berdiri.

Tatkala sirine uap berbunyi menandakan keberangkatan, mereka yang di atas kapal dan mereka yang di dermaga melambai, memberikan ciuman dari jauh, dan meneriakkan salam perpisahan sembari kapal perlahan menjauh.

Tak lama, kapal itu terlalu jauh bagi mereka yang di dermaga untuk membedakan siapa-siapa di jajaran para penumpang yang masih berdiri di dek, namun mereka masih melambai dan memandang.

Beberapa menit kemudian, perahu itu bahkan terlalu jauh untuk bisa melihat kerumunan penumpangnya, namun masih saja orang-orang yang mengasihi akan tetap di dermaga menatap kapal yang kian melenyap, dimana orang yang mereka cintai berada.

Kemudian kapal akan mencapai suatu garis pembatas cakrawala, lalu lenyap sama sekali. Namun, walaupun keluarga dan kawan di daratan tidak bisa melihat orang yang mereka kasihi lagi, apalagi bicara atau menyentuh mereka, mereka tahu bahwa orang yang mereka kasihi tidak lenyap sepenuhnya. Mereka hanya pergi melintasi suatu garis, cakrawala, yang memisahkan kita dari yang nan jauh disana. Mereka tahu bahwa mereka akan berjumpa lagi.

Hal yang sama bisa dikatakan tatkala orang yang kita cintai meninggal. Jika kita beruntung, kita berada di sisi pembaringan mereka, memeluk mereka, dan mengucap salam perpisahan terakhir. Kemudian mereka berlayar menuju samudra, yaitu kematian. Mereka makin memudar dari kita.

Pada akhirnya,mereka mencapai cakrawala, garis pembatas yang memisahkan kehidupan ini dengan yang di luar sana. Setelah mereka melewati garis itu, kita tidak bisa melihat mereka lagi, apalagi bicara atau menyentuh mereka, namun kita tahu bahwa mereka belum lenyap sama sekali.

Mereka hanya melewati suatu garis, kematian, yang memisahkan kita dari yang di luar sana. Kita akan bertemu satu sama lain lagi.

Click Here to Leave a Comment Below 19 comments
Arbi Ihza Azhari - March 3, 2016

Ini blog paling saya tunggu artikel barunya, makasih min sudah update. Banyak pelajarin yg bisa saya ambil

Reply
Ali Syari'ati Akbar Nusantara - March 7, 2016

Semoga penulis mendapat barokah di setiap tulisannya, Aamiin..

Reply
Hamid Pamungkas - March 9, 2016

bagus tulisannya, semoga bermanfaat bagi orang banyak dan barokah

Reply
Ibu Habibie - March 10, 2016

Rahasia Cakrawala kehidupan antara ada & tiada. Tulisan bagus u/direnungkan.

Reply
tenri - March 14, 2016

Like

Reply
balqismu - March 24, 2016

kematian memang sebuah misteri, ulasan yang sangat bagus. ditunggu artikel terbarunya ya

Reply
sinar - April 7, 2016

bener-bener menyentuh……

Reply
niiunAmir - April 19, 2016

terharu :'(

Reply
edo - May 24, 2016

izin share ya gan..!!

Reply
nicko - May 30, 2016

izin sedot OM

Reply
nicko - May 30, 2016

izin sedot om
🙂

Reply
sisi lim - June 23, 2016

ijin copas ya min ^^

Reply
sisi lim - June 23, 2016

ijin share ya min ^^

Reply
Sukamto - June 26, 2016

Sangat Inspiratif

Reply
Sukamto - June 26, 2016

Bagus

Reply
Nurhaini - July 4, 2016

wahh terharu

Reply
eunike matheos - July 29, 2016

Terpisah untuk waktu yg lama..

Reply
hillman bustomy - September 26, 2016

tulisaya bagus izin copas ya:)

Reply

Leave a Reply: