Iklan
 

Sesuatu Yang Berharga


Sesuatu Yang Berharga

Seorang pemuda membawa ayahnya yang telah tua dan agak pikun ke sebuah restoran terbaik di kotanya. Ketika makan, tangan sang ayah gemetar sehingga banyak makanan tumpah dan tercecer mengotori meja, lantai, dan bajunya sendiri. Beberapa pengunjung restoran, melirik situasi tersebut.

Namun pemuda itu terlihat begitu tenang. Ia membantu dengan sabar dan menanti sang ayah selesai makan. Setelah selesai, ia membawa sang ayah ke kamar mandi, untuk dibersihkan tubuh dan pakaiannya dari kotoran. Setelah itu, ia mendudukkan ayahnya kembali di kursi, dan dengan tenang ia pun membersihkan makanan yang tercecer di sekitar meja tempat ayahnya makan, Kemudian, ia membayar tagihan makan malam pada kasir restoran itu, menghampiri ayahnya, dan menuntunnya keluar.

Pemilik restoran yang sedari tadi mencermati perilaku pelanggannya ini, bergegas keluar menyusul si pemuda yang sedang menuntun ayahnya itu. Setelah berhasil menyusul, ia berkata, “Terima kasih, Anda telah meninggalkan sesuatu yang berharga di restoranku.”

Pemuda itu balik bertanya, “Memangnya barang berharga apa yang aku tinggalkan…?”

Sambil menepuk pundak si pemuda, pemilik restoran berkata, “Engkau telah meninggalkan pembelajaran yang mahal pada kami semua, tentang luhurnya nilai berbakti kepada orang tua.”

“Bakti” bagi setiap orang terhadap orangtuanya, tentu tidak sama satu sama lain, karena situasi yang berbeda-beda. Tapi yang pasti: bakti adalah hal yang tidak bisa kita abaikan. Seburuk apa pun rupa maupun kondisi orangtua kita, mereka tetap layak dan harus dihormati.

Iklan

19 Responses to Sesuatu Yang Berharga

  1. dewitya berkata:

    wow sangat mnginspiras sekali

  2. Komi-chi berkata:

    Semoga masih ada anak yg seperti dalam kisah o:)

  3. bypra berkata:

    mantaps….
    tks…

  4. Vicky Rymond berkata:

    Ilustrasi yg luar biasa…

  5. Vicky Rymond berkata:

    Ilustrasi yg menggugah..

  6. Wilhelmus Papilaya berkata:

    Makasih, Sangat Inspiratif

  7. asun berkata:

    luar biasa

  8. agung kurniawan muhammad berkata:

    Inspiratif, jadi teringat lagunx roma “keramat”. Hehehe. Tapi mang bnr gan, sudah banyak yg membuktikan. Tetangga ane, bnr2 jadi rebutan anak2nx, karena anak2 ini merasa karirnx sangat melejit kalau ditunggui ibunx. Jadi sang ibu ini jadi rebutan. Sampai sang ibu memberi syarat pada anaknx yg mau membawanx. Hebat mang kekuatan berbakti pg ortu

  9. riki widianto berkata:

    izin share gan

  10. rafi c.r berkata:

    ispiratif banget gan

  11. Taufiqur Rohman berkata:

    MasyaALLOH…. SubhanALLOH…
    Saya jadi kangen banget kepada almarhum kedua orang tua. Saya merasa kurang lama merawatnya dimasa udzurnya, Dan masih banyak kesalahan/ dosa yg belum saya tebus dengan membahagiakannya, meski tak kan mampu sebanding dengan lemah lembut kasihnya kepadaku. Ya ALLOH Ya ROB…. Dzat yg Maha mendengar setiap do’a. “Berikan hamba kesempatan & kekuatan untuk menjadi anak sholeh, berbakti kepada kedua orang tua meski sudah tiada sesuai dengan yang dituntunka oleh RosulMU Baginda Nabi MUHAMMAD SAW” Ampuni semua kesalahannya, terangkan & lapangkan kuburnya. Amiin Ya Robbal ‘alamiin….

  12. faisal berkata:

    Permisi,,Izin copy tadi kata-katanya yg
    “Orang yang baik hatinya pasti akan mendapatkan imbalan yang baik pula dari Sang Pencipta. Maka, jangan memikirkan untung/rugi ketika mempunyai kesempatan untuk membantu orang yang perlu bantuan. Lakukan saja perbuatan baik secara spontan, dengan hati yang tulus dan ikhlas karena hukum Tuhan tidak pernah salah. Apa yang kita tanam pasti akan kembali kepada kita pula, bahkan berkelimpahan.”

  13. mochamad berkata:

    Wow ilustrasi yang bagus

  14. puji santosa berkata:

    “SUPER” cerita inspiratif yang wajib menjadi inspirasi kita selaku anak dari ke dua orang tua kita ….

  15. Ayu Armini berkata:

    terharu bgt…..sangat inspiratif

  16. Tip Gadget berkata:

    Mengagumkan….satu teladan walau akan terasa berat……

  17. velasco berkata:

    pemuda pemuda seperti itulah yang merupakan penerus bangsa yang baik

  18. mta apriani berkata:

    Ceritanyo ok juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: