Manisnya Permen Masih Terasa Di Lidah


Manisnya Permen Masih Terasa Di Lidah

Seorang lelaki tua terbaring lemah di sebuah rumah sakit. Seorang pemuda datang menengoknya setiap hari dan menghabiskan waktu berjam-jam bersama lelaki tua itu. Pemuda itu menyuapinya, membersihkan badannya, dan membimbingnya berjalan-jalan di taman, lalu membantunya kembali berbaring. Pemuda itu baru pergi setelah merasa bila lelaki tua itu sudah bisa ditinggal.

Suatu ketika perawat yang datang memberi obat dan memeriksa kondisi orang tua itu berkata, “Bapak punya anak yang berbakti. Setiap hari ia datang untuk mengurus Bapak. Sungguh beruntung ya, Pak.”

Lelaki tua itu memandang perawat itu sejenak, lalu memejamkan kedua matanya. Dengan nada sedih, lelaki tua itu berkata, “Saya berangan-angan, seandainya ia adalah salah seorang anak saya. Ia adalah anak yatim yang tinggal di lingkungan tempat tinggal kami. Dulu sekali, saya melihatnya menangis setelah kematian ayahnya. Saya pun menghiburnya, dan membelikan permen untuknya. Setelah itu saya tidak pernah lagi berbincang dengannya.

Kemudian ketika ia tahu kalau saya dan istri hanya tinggal berdua saja, ia pun berkunjung setiap hari untuk memastikan kami baik-baik saja. Ketika kondisi fisik saya mulai menurun, ia mengajak saya dan istri saya tinggal di rumahnya, lalu secara rutin membawa saya ke rumah sakit untuk mengecek kondisi kesehatan.

Saya pun pernah bertanya padanya, ‘Nak, mengapa engkau menyusahkan diri untuk mengurus kami?’ Sambil tersenyum anak itu menjawab, ‘Manisnya permen masih terasa di mulut saya, Pak.’”

Orang yang baik hatinya pasti akan mendapatkan imbalan yang baik pula dari Sang Pencipta. Maka, jangan memikirkan untung/rugi ketika mempunyai kesempatan untuk membantu orang yang perlu bantuan. Lakukan saja perbuatan baik secara spontan, dengan hati yang tulus dan ikhlas karena hukum Tuhan tidak pernah salah. Apa yang kita tanam pasti akan kembali kepada kita pula, bahkan berkelimpahan.

15 Balasan ke Manisnya Permen Masih Terasa Di Lidah

  1. fauzan mengatakan:

    Alhamdulillah hari ini saya mendapatkan motivasi yang bagus sekali…

  2. bagod sudjadi mengatakan:

    Sungguh suatu tausiah yang sangat berharga dalam hidup ini. Insya Allah anak muda tersebut menjadi ahli surga. Aamiin.

  3. Sahara mengatakan:

    alhamdulillah. syukron telah membuat artikel ini. sungguh sangat inspiratif

  4. Lestari Budianamas mengatakan:

    membuat saya termotifasi untuk selalu berbuat baik

  5. fitri mengatakan:

    sangat menyentuh….

  6. Lucas HW mengatakan:

    Tuhan trus memberi berbagai cara untuk mengajarkan orang lain agar lebih bijak menghargai hidup ini melalui kisah2 terpiji yang diberkati dalam sikap orang2 luar biasa dalam kisah yang dibagi…tks utk pelajaran yg sangat berharga bagi kami..

  7. nizar mengatakan:

    Motivasi yang bermanfaat.yang selalu mengingatkan bahwa kebaikan itu penting untuk semua orang.

  8. Taufiqur Rohman mengatakan:

    ALLOHUAKBAR….
    Kisah “Rasa permen masih terasa dimulut” ini menggugah hati saya. Saya masi sering mau buat baik tapi ragu2, malu. takut timbul ingin dipuji, ingin diliat orang lain dsb…

  9. Fatimah Azis mengatakan:

    Alhamdulillah, cerita yg maknanya dalam.. cerita Pohon dan anak, menyadarkan kita bahwa kasih sayang orang tua terutama kasih sayang ibu yg tulus ikhlas demi kebahagiaan anaknya.. tdk bisa tergantikan dgn materi seberapapun.. Krn itu sebgai anak kita wajib memulyakn n berbakti kpdnya.. Agar kehidupn kita selalu dpt Ridho Allah.. Aamiin

  10. Marwan Bakri mengatakan:

    Alhamdulillah …
    Kisah yang luar biasa. Hari ini saya mendapatkan hal luar biasa untuk terus berbuat baik pada siapa pun, kapan pun dan dimanapun.
    Terimakasih 🙂
    #Marwan Bakri

  11. Alden mengatakan:

    Perlu kt pelajari

  12. liem mengatakan:

    sungguh luar biasa. perannya hati nurani.

  13. hillman bustomy mengatakan:

    muantaaaaap tenan 🙂

  14. mycinemaz mengatakan:

    cerita ini sangat mengunggah hati….. manisnya permen masih terasa dilidah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: