Mengotori Langit

Mengotori Langit
Suatu hari seorang lelaki pemarah menemui Sang Kakek. Dia mendamprat Kakek dengan kata-kata kasar. Sang Kakek mendengarkanya dengan sabar, tenang, dan tidak berkata sepatah pun.
Akhirnya lelaki itu berhenti memaki. Setelah itu, Kakek bertanya kepadanya,”Jika seseorang memberimu sesuatu tapi kamu tidak menerimanya, lalu menjadi milik siapakah pemberian itu ?” “Tentu saja menjadi milik si pemberi.” Jawab orang itu.
”Begitu pula dengan kata-kata kasarmu,” timpal Kakek .”Aku tidak mau menerimanya, jadi itu adalah milikmu. Kamu harus menyimpannya sendiri. Aku mengkhawatirkan kalau nanti kamu harus menanggung akibatnya, karena kata-kata kasar hanya akan membuahkan penderitaan. Sama seperti orang yang ingin mengotori langit dengan meludahinya. Ludahnya hanya akan jatuh mengotori wajahnya sendiri.”
Lelaki itu mendengarkan Sang Kakek dan merasa malu. Ia meminta maaf dan kemudian pergi.

Kita tidak bisa mengotori langit (Meludah ke langit).

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments
dewitya - June 2, 2015

hai gan salam kenal

Reply
nicolashadimul - June 8, 2015

bagus juga tulisannya, mengotori langit

Reply
capt.wibowo - June 16, 2015

Mirror of live

Reply
AquariuZ Aquaristik - June 25, 2015

Angkara murka hanya akan memberikan sisi negatif bagi tubuh
Tapi senyum yang tulus memberikan kesehatan yang tak terkira

Reply
Angelina Victoria - September 4, 2015

Cerita yang bermakna memberikan hal-hal yang baik kepada orang orang yang telah membacanya dan berkata tidak baik membuahkan penderitaan

Reply
albar - September 19, 2015

Luangkan waktu untuk mengatakan “Aku menyesal”, “Maafkan aku”, Terima kasih”, atau “aku tidak apa-apa”

Reply
Yopie Riskinarwan - October 4, 2015

Pak, ijin sharing cerita2 nya ya? Bagus2 pesan moral nya..
Makasih 🙂

Reply
randy - February 18, 2016

lucu banget si sang kasar pergi,apa yg akan dibawa kelak nanti sikap seperti itu…yahh tuntunlah perjalanan dengan pengetahuan sikapmu ataupun yg diatas,cerminan manusiawi bagaimana caranya berkata, likerrr

Reply

Leave a Reply: