Elang Yang Tinggal Bersama Ayam


Elang Yang Tinggal Bersama Ayam

Alkisah, di sebuah lereng gunung yang curam, ada sebuah sarang elang yang berisikan empat telur elang ukuran besar.

Satu hari, gempa bumi telah menguncang gunung itu menyebabkan salah satu dari telur itu jatuh ke kandang ayam yang berada di lembah di bawah lereng itu.

Ayam-ayam pun tahu bahwa mereka harus melindungi telur elang itu. Kemudian, telur elang pun menetas dan seekor elang yang cantik pun terlahir.

Sebagai ayam, ayam-ayam itu pun membesarkan elang sebagai seekor ayam.

Sang elang pun sangat menyukai tempat tinggal dan keuarganya itu, namun sepertinya ia merasa ada semangat untuk berteriak lebih keras dari sekedar jiwa ayam.

Hingga pada suatu hari, elang itu pun menatap langit dan melihat sekelompok elang-elang hebat terbang tingi melayang-layang.

“Oh…” teriak sang elang. “Andai saja aku bisa terbang tinggi seperti burung-burung itu.”

Ayam-ayam itu pun terkekeh, “Kau tidak bisa terbang tinggi seperti mereka. Kau adalah seeokor ayam dan ayam tidak bisa terbang.”

Elang ini pun terus menatap keluarganya yang sesungguhnya di angkasa sana, bermimpi mengkhayalkan ia bisa seperti mereka.

Setiap kali elang itu membicarakan tentang impian-impiannya, ia selalu diberitahu bahwa ia tidak akan bisa melakukannya.

Dan itulah apa yang elang itu pelajari untuk diyakini. Seiring waktu, elang itu pun berhenti bermimpi dan kembali menjalani hidupnya sebagai ayam.

Akhirnya, setelah hidup lama sebagai seekor ayam, elang itu pun meninggal.
Anda bisa menjadi apa yang Anda yakini. Jika Anda pernah bermimpi menjadi elang, ikuti impian itu, jangan mengikuti apa kata ayam-ayam itu.
Ads: Rahasia memiliki kulit putih cantik halus dan mulus >> Gluta Panacea.
Iklan

17 Balasan ke Elang Yang Tinggal Bersama Ayam

  1. Putri zakiyah mengatakan:

    Lalu hikmah apa yang dapat kami di balik cerita itu gan. Termakasih.

    • Chealsea1234 mengatakan:

      hikmahnya itu yah, padahal dia itu kan elang yah tapi dengan dia mendengarkan perkataan ayam yg ada di sekitarnya itu membuat dia menyerah. sama aja kita kan dilahirkan sebagai pemenang jika kita mendengarkan kata orang lain kalau kita tidak bisa melakukannya dan kita mendengarkannya kita akan menjadi pecundang.
      intinya kamu harus percaya diri jangan mendengarkan hal hal yang negatif dari orang disekitar kamu, lakukanlah jika menurut kamu itu benar.

  2. salman alfarisi mengatakan:

    motivasi yang bagus

  3. ronnie astra mengatakan:

    intinya jadilah dirimu sendiri dengan mengikuti intuisi hati raihlah impianmu berdasar keyakinan yang kuat jangan patah arang dengan menghiraukan kata orang.. semangatt

  4. agus kuncoro mengatakan:

    elangnya kukuruyuk juga nggak ?

  5. LIMJUN mengatakan:

    izin share ya admin, sangat inspiratif

  6. LIMJUN mengatakan:

    Copas juga boleh ya admin. terimakasih ..

  7. rizqi mengatakan:

    ijin copas admin
    saya sertakan sumber

  8. mksh bnyk y bro tas crtnx tu, mngkin dgn bgt, Qt bs brbh & mmbandingqn mn yg baik & mn yg buruk dr stiap p’kata’an orang

  9. fendy mengatakan:

    izin share mas

  10. nuryanto mengatakan:

    Izin Copas Yaa

  11. AquariuZ Aquaristik mengatakan:

    Lakukan apa yang menurut hati nuranimu pengen lakukan, jika di ujung jalan ternyata gagal, terimalah itu dengan lapang dada, sebagai bahan pelajaran hidup, bahwa kamu menemukan satu cara yang salah, sehingga akan menemukan satu jalan lain yang benar

  12. yosep mengatakan:

    cerita inspiratif

  13. Jewaga Mulet mengatakan:

    Good inspiration

  14. ダヌ ウィラ mengatakan:

    Jadi lah seorang yang tuli di suatu momen ,
    jangan dengarkan orang2 yang menyembunyikan jati dirimu , memustahilkan impian mu , membuatmu sama dengan mereka .
    Hidup ini harus berbeda sob , 🙂

  15. intan mengatakan:

    Ijin copas yaaa..

  16. Yoyo mengatakan:

    Kisah elang ini pernah aku baca, lama sebelumnya, di buku “Kesadaran” karya Anthony de Mello.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: