Iklan
 

Nelayan Yang Puas


Nelayan Yang Puas

Usahawan kaya dari kota terkejut menjumpai nelayan di pantai sedang berbaring bermalas-malasan di samping perahunya, sambil mengisap rokok.

‘Mengapa engkau tidak pergi menangkap ikan?’ tanya usahawan itu.

‘Karena ikan yang kutangkap telah menghasilkan cukup uang untuk makan hari ini,’ jawab nelayan.

‘Mengapa tidak kau tangkap lebih banyak lagi daripada yang kau perlukan?’ tanya usahawan.

‘Untuk apa?’ nelayan balas bertanya.

‘Engkau dapat mengumpulkan uang lebih banyak,’ jawabnya. ‘Dengan uang itu engkau dapat membeli motor tempel, sehingga engkau dapat melaut lebih jauh dan menangkap ikan lebih banyak. Kemudian engkau mempunyai cukup banyak uang untuk membeli pukat nilon. Itu akan menghasilkan ikan lebih banyak lagi, jadi juga uang lebih banyak lagi. Nah, segera uangmu cukup untuk membeli dua kapal … bahkan mungkin sejumlah kapal. Lalu kau pun akan menjadi kaya seperti aku.’

‘Selanjutnya aku mesti berbuat apa?’ tanya si nelayan.

‘Selanjutnya kau bisa beristirahat dan menikmati hidup,’ kata si usahawan.

‘Menurut pendapatmu, sekarang Ini aku sedang berbuat apa?’ kata si nelayan puas.

Lebih bijaksana menjaga kemampuan untuk menikmati hidup seutuhnya daripada memupuk uang.

Iklan

30 Responses to Nelayan Yang Puas

  1. robby berkata:

    Kok jadi nelayannya yang benar,seharusnya usahawannya yang benar

    • ella berkata:

      masak gitu aja ga ngerti mas
      maksud nelayan kenapa jadi bener tuh
      yang di bilang usahawan tuh udah dia lakuin semua
      terakhir usahawan bilang :
      intinya kalo udah di lakuin semua kau bisa menikmati hidup [ bermalas malasan]
      si usahawan ceramah panjang lebar sok tau
      laa nelayan nya aja lagi males2an karna emang udah nglakuin itu semua [ pengusaha yang sudah berhasil ]

  2. kevin berkata:

    hahahah , keren kak.

  3. SurYa Zhen berkata:

    inilah ciri-ciri orang indonesia.. bersenang-senang dahulu matilah kemudian.. =.=a

    Kunjungi balik blog ane ya gan,,,
    Thx

  4. lazione budy berkata:

    broadcast BB rame nih.

  5. andi berkata:

    keren abis,,,, jadi inspirasi bersama

  6. Deddy shafry berkata:

    Ingat dunia berputar…
    Hidup tidak akan selalu berjalan mulus, jika kita mendapat kan sesuatu untuk d habiskan hari ini’ maka siapa yang menjamin kalau kita terus sehat untuk mendapatkan makan hari esok….

    Terus berusaha dan berdoa… Dan tabunglah sedikit rezki yang kita dapat hari ini utuk hari esok….

  7. yelika berkata:

    Nelayan itu sharusnya berfikir jika dy hdup tdk hnya untuk dirinya, alangkah lebih baiknya jika hidup untuk menolong orang lain.

    Yg ingin brbaik hati menolong orng lain meraih kesuksesan, dn sukses untuk diri sendiri.

    Trimakasih.

  8. oval berkata:

    Inspiratif buat sang “pemalas”

  9. matori muhammad berkata:

    kisahnya bagus-bagus mas…

  10. Sang Elang berkata:

    NELEYAN BRENGSEKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK,,,,,,,,,,,,,,,,,,UDAH DI BERITAU JWB NYA NYAKITKAN HATI

  11. Hans berkata:

    Betul, nih nelayan pemalas yang egois yang ga punya semangat hidup yang ga akan maju dan ga buat kemanfaatan buat orang lain dan masyarakat.. Karena dia hidup cuma untuk kepuasan diri sendiri. Usahawannya juga bodoh nyari harta cape-cape n banyak-banyak cuma buat istirahat aja, ntar jg klo mati istirahat selamanya,, MOTIVASI KOPLAK NIH…… Wkwkwkwwkwk

  12. sobri berkata:

    Pola pikir “Nelayan” ngga bener. JANGAN DI TIRU, Berbahaya hahaha …….

  13. aiiya berkata:

    kok gitu tanggapan kalian??? nelayan itu yg bijak,,, cara menikmati bahagia itu gk musti jd kya raya

  14. ari berkata:

    Mantaps nih artikel.. ijin share yak.. Thank you

  15. iwan berkata:

    smart nelayan.. bahagia bukan berarti harus kaya

  16. yohanes berkata:

    begitulah cara pikir kebanyakan orang indo (nelayan) , makanya negaranya kagak maju maju

  17. sandec berkata:

    Maksudnya kita tuh jgn cuma bisa cari duit tapi juga mesti bisa nikmatin dan juga bisa berguna bagi orang lain

  18. petrus berkata:

    maf saya bagikan cerita ini di FB ya…..Gb

  19. elzatta berkata:

    Dua duanya kayanya bener, tentu dari perspektif yg beda.

  20. ogy berkata:

    ini bukan masalah bener atau salah, semua punya sudut pandang yang beda,…

  21. adiet berkata:

    Betul m
    sudut pandang berbeda

  22. elainelauw berkata:

    Ahihihihi, trolol..
    Bener juga sih, tapi kata aku kalau bisa lebih kan uang lebihnya bisa kita gunakan untuk membantu sesama yang membutuhkan (‘_^)

  23. Iman berkata:

    pilih mana? istirahat dalam keadaan puas atau menderita?
    setiap org memiliki sudut pandang yg berbeda tapi, menurut sy di dunia ini tidak ada org yg mau hidup dengan beban. mending didengar apa kata usahawan tadi..

  24. fatqhul berkata:

    usahawan goblok..udh tau malah tanya…liat sikon dong

  25. narda berkata:

    renungan cerita ini menurut saya adalah hanya untuk istirahat dan menikmati hidup sang pengusaha harus mengumpulkan harta yg mungkin saja belum cukup hartanya dia sudah meninggal dan takkan ada lagi waktu menikmatinya.

    untuk istirahat dan menikmati hidup cukuplah seperti nelayan, kapanpun bisa dia lakukan tdk perlu mewah tapi dia tahu alam semesta ini sudah lebih dari cukup utk sebuah kenikmatan, tanpa perlu takut meninggal duluan sebelum bisa menikmatinya.

    Bahagia itu sederhana jadi jgn di buat repot.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: