30

Nelayan Yang Puas

Usahawan kaya dari kota terkejut menjumpai nelayan di pantai sedang berbaring bermalas-malasan di samping perahunya, sambil mengisap rokok.

‘Mengapa engkau tidak pergi menangkap ikan?’ tanya usahawan itu.

‘Karena ikan yang kutangkap telah menghasilkan cukup uang untuk makan hari ini,’ jawab nelayan.

‘Mengapa tidak kau tangkap lebih banyak lagi daripada yang kau perlukan?’ tanya usahawan.

‘Untuk apa?’ nelayan balas bertanya.

‘Engkau dapat mengumpulkan uang lebih banyak,’ jawabnya. ‘Dengan uang itu engkau dapat membeli motor tempel, sehingga engkau dapat melaut lebih jauh dan menangkap ikan lebih banyak. Kemudian engkau mempunyai cukup banyak uang untuk membeli pukat nilon. Itu akan menghasilkan ikan lebih banyak lagi, jadi juga uang lebih banyak lagi. Nah, segera uangmu cukup untuk membeli dua kapal … bahkan mungkin sejumlah kapal. Lalu kau pun akan menjadi kaya seperti aku.’

‘Selanjutnya aku mesti berbuat apa?’ tanya si nelayan.

‘Selanjutnya kau bisa beristirahat dan menikmati hidup,’ kata si usahawan.

‘Menurut pendapatmu, sekarang Ini aku sedang berbuat apa?’ kata si nelayan puas.

Lebih bijaksana menjaga kemampuan untuk menikmati hidup seutuhnya daripada memupuk uang.

Click Here to Leave a Comment Below 30 comments
Pepso Ben - December 12, 2013

Puas baca ini.

Reply
    robby - December 17, 2013

    Gak puas

    Reply
robby - December 17, 2013

Kok jadi nelayannya yang benar,seharusnya usahawannya yang benar

Reply
    ella - February 23, 2014

    masak gitu aja ga ngerti mas
    maksud nelayan kenapa jadi bener tuh
    yang di bilang usahawan tuh udah dia lakuin semua
    terakhir usahawan bilang :
    intinya kalo udah di lakuin semua kau bisa menikmati hidup [ bermalas malasan]
    si usahawan ceramah panjang lebar sok tau
    laa nelayan nya aja lagi males2an karna emang udah nglakuin itu semua [ pengusaha yang sudah berhasil ]

    Reply
kevin - December 19, 2013

hahahah , keren kak.

Reply
SurYa Zhen - December 20, 2013

inilah ciri-ciri orang indonesia.. bersenang-senang dahulu matilah kemudian.. =.=a
Kunjungi balik blog ane ya gan,,,
Thx

Reply
    SurYa Zhen - December 20, 2013

    maaf… kunjungi blog ane ya…..

    Reply
lazione budy - December 23, 2013

broadcast BB rame nih.

Reply
andi - December 24, 2013

keren abis,,,, jadi inspirasi bersama

Reply
Deddy shafry - December 29, 2013

Ingat dunia berputar…
Hidup tidak akan selalu berjalan mulus, jika kita mendapat kan sesuatu untuk d habiskan hari ini’ maka siapa yang menjamin kalau kita terus sehat untuk mendapatkan makan hari esok….
Terus berusaha dan berdoa… Dan tabunglah sedikit rezki yang kita dapat hari ini utuk hari esok….

Reply
yelika - January 13, 2014

Nelayan itu sharusnya berfikir jika dy hdup tdk hnya untuk dirinya, alangkah lebih baiknya jika hidup untuk menolong orang lain.
Yg ingin brbaik hati menolong orng lain meraih kesuksesan, dn sukses untuk diri sendiri.
Trimakasih.

Reply
oval - January 15, 2014

Inspiratif buat sang “pemalas”

Reply
matori muhammad - January 18, 2014

kisahnya bagus-bagus mas…

Reply
Sang Elang - February 12, 2014

NELEYAN BRENGSEKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK,,,,,,,,,,,,,,,,,,UDAH DI BERITAU JWB NYA NYAKITKAN HATI

Reply
Hans - February 12, 2014

Betul, nih nelayan pemalas yang egois yang ga punya semangat hidup yang ga akan maju dan ga buat kemanfaatan buat orang lain dan masyarakat.. Karena dia hidup cuma untuk kepuasan diri sendiri. Usahawannya juga bodoh nyari harta cape-cape n banyak-banyak cuma buat istirahat aja, ntar jg klo mati istirahat selamanya,, MOTIVASI KOPLAK NIH…… Wkwkwkwwkwk

Reply
sobri - March 15, 2014

Pola pikir “Nelayan” ngga bener. JANGAN DI TIRU, Berbahaya hahaha …….

Reply
aiiya - April 3, 2014

kok gitu tanggapan kalian??? nelayan itu yg bijak,,, cara menikmati bahagia itu gk musti jd kya raya

Reply
ari - April 6, 2014

Mantaps nih artikel.. ijin share yak.. Thank you

Reply
iwan - May 1, 2014

smart nelayan.. bahagia bukan berarti harus kaya

Reply
yohanes - August 20, 2014

begitulah cara pikir kebanyakan orang indo (nelayan) , makanya negaranya kagak maju maju

Reply
sandec - August 30, 2014

Maksudnya kita tuh jgn cuma bisa cari duit tapi juga mesti bisa nikmatin dan juga bisa berguna bagi orang lain

Reply
petrus - September 3, 2014

maf saya bagikan cerita ini di FB ya…..Gb

Reply
elzatta - October 21, 2014

Dua duanya kayanya bener, tentu dari perspektif yg beda.

Reply
    sephya - April 5, 2016

    Benar skali…sy sangat setuju. 🙂

    Reply
ogy - October 30, 2014

ini bukan masalah bener atau salah, semua punya sudut pandang yang beda,…

Reply
adiet - November 13, 2014

Betul m
sudut pandang berbeda

Reply
elainelauw - November 22, 2014

Ahihihihi, trolol..
Bener juga sih, tapi kata aku kalau bisa lebih kan uang lebihnya bisa kita gunakan untuk membantu sesama yang membutuhkan (‘_^)

Reply
Iman - December 20, 2014

pilih mana? istirahat dalam keadaan puas atau menderita?
setiap org memiliki sudut pandang yg berbeda tapi, menurut sy di dunia ini tidak ada org yg mau hidup dengan beban. mending didengar apa kata usahawan tadi..

Reply
fatqhul - April 26, 2015

usahawan goblok..udh tau malah tanya…liat sikon dong

Reply
narda - October 30, 2015

renungan cerita ini menurut saya adalah hanya untuk istirahat dan menikmati hidup sang pengusaha harus mengumpulkan harta yg mungkin saja belum cukup hartanya dia sudah meninggal dan takkan ada lagi waktu menikmatinya.
untuk istirahat dan menikmati hidup cukuplah seperti nelayan, kapanpun bisa dia lakukan tdk perlu mewah tapi dia tahu alam semesta ini sudah lebih dari cukup utk sebuah kenikmatan, tanpa perlu takut meninggal duluan sebelum bisa menikmatinya.
Bahagia itu sederhana jadi jgn di buat repot.

Reply

Leave a Reply: