Jika saya hidup sekali lagi..
Saya akan berusaha untuk melakukan lebih banyak kesalahan. Saya tidak akan berusaha untuk menjadi sempurna.
Saya akan lebih rileks. Saya akan menjadi lebih bodoh daripada sebelumnya.
Dalam kenyataannya, saya hanya akan menanggapi beberapa hal dengan serius.
Saya akan menjadi kurang higienis. Saya akan mengambil lebih banyak risiko. Mengambil liburan lebih banyak. Manatap tenggelamnya matahari lebih sering lagi. Mendaki lebih banyak gunung, merenangi lebih banyak sungai.
Saya akan mengunjungi lebih banyak tempat yang belum saya kunjungi. Saya akan lebih banyak makan es krim dan lebih sedikit buncis. Saya ingin mendapatkan lebih banyak masalah nyata dan sedikit masalah khayalan.
Saya merupakan salah satu dari orang-orang yang hidup layak. Dan sangat produktif dalam setiap menit kehidupannya; Tentu saja saya mempunyai momen-momen kebahagiaan.
Jika saya bisa kembali saya akan berusaha hanya untuk mendapatkan momen-momen yang baik. Karena apa bila tidak tahu sebelumnya, bahwa hidup ini menghasilkan: Hanya dari momen-momen; tidak kehilangan yang sekarang.
Saya merupakan salah satu dari mereka yang tidak pernah pergi ke mana pun tanpa sebuah termometer. Satu botol air hangat, sebuah payung, dan sebuah parasut.
Jika saya bisa hidup sekali lagi, saya akan berpergian lebih ringkas.
Jika saya hidup sekali lagi, Saya akan memulai untuk berjalan dengan kaki telanjang dari awal musim semi. Dan saya akan berjalan terus dengan kaki telanjang sampai musim gugur berakhir.
Saya akan lebih sering menaiki gerobak, merenungi fajar lebih sering lagi, dan bermain dengan lebih banyak anak-anak kecil, jika saya mendapatkan kehidupan yang lain di depan saya.
Tapi kalian sudah lihat, umur saya sudah 85 tahun,
Dan saya tahu bahwa saya sudah hampir mati.
Jorge Luis Borges [24 August 1899 – 14 June 1986]
sayangnya waktu tak pernah dapat diputar ulang.
time is many . .so manfaatkan waktu dengan semaksimal mungkin
Seberharga apa waktu tergantung kita yang memanfaatkannya atau tidak
semngat
izin menggunakan artikelnya mas, kisahnya keren … dan semoga manfaatnya menjadi lebih banyak lagi …
ceritanya bagus mas.ijin copshare.)
izin copy share, mas..
terkadang kita tidak menyadari waktu yang telah berlalu karena kita terlalu fokus pada satu sedangkan banyak hal yang dapat kita lakukan.
enjoy this life dan jangan takut untuk melakukan sesuatu karena hidup hanya sekali
salam,
droovi.blogspot.com
izin saya copy mas, ceritanya keren! Cocok buat jomblo yang baru aja putus dari pacaran LDR bandung-Solo…
ijin share n copy ya mas,….
kata2nya merasuk bgt kejiwa.
🙂
kalau saya pengen bisa bahagiain ortu
saya ingin bahagiain simpenan saya
Wah kalau bisa sich hidup ini tiada akhir
tapi Kisahnya kurang menjiwai xog
Keren keren nih cerita ceritanya
terima kasih karena sudah mengingatkan kami kaum mudda agar tidak mensia-siakan waktu,,,,,,,
harus bisa menghargai hidup. karena waktu tidak bisa di ulang kembali ..
terima kasih atas informasinya
waktu bagai pedang
Waktu tuch suatu talenta yg diberikan kpd stiap orag. Dlam surat injil kolese 4:5 “Hidup lh dengan penuh hikmat t’hadap orag” luar, pergunaknlah wktu yag ad..
Tks..JAMBI
izin copy share artikel nya