199

Kisah Kakek Penjual Amplop

Kisah nyata ini ditulis oleh seorang dosen ITB bernama Rinaldi Munir mengenai seorang kakek yang tidak gentar berjuang untuk hidup dengan mencari nafkah dari hasil berjualan amplop di Masjid Salman ITB. Jaman sekarang amplop bukanlah sesuatu yang sangat dibutuhkan, tidak jarang kakek ini tidak laku jualannya dan pulang dengan tangan hampa. Mari kita simak kisah “Kakek Penjual Amplop di ITB”.

Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat saya selalu melihat seorang Kakek tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat. Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini. Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun Kakek itu tetap menjual amplop.

Mungkin Kakek itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat.

Kehadiran Kakek tua dengan dagangannya yang tidak laku-laku itu menimbulkan rasa iba. Siapa sih yang mau membeli amplopnya itu? Tidak satupun orang yang lewat menuju masjid tertarik untuk membelinya. Lalu lalang orang yang bergegas menuju masjid Salman seolah tidak mempedulikan kehadiran Kakek tua itu.

Kemarin ketika hendak shalat Jumat di Salman saya melihat Kakek tua itu lagi sedang duduk terpekur. Saya sudah berjanji akan membeli amplopnya itu usai shalat, meskipun sebenarnya saya tidak terlalu membutuhkan benda tersebut. Yach, sekedar ingin membantu Kakek itu melariskan dagangannya. Seusai shalat Jumat dan hendak kembali ke kantor, saya menghampiri Kakek tadi. Saya tanya berapa harga amplopnya dalam satu bungkus plastik itu. “Seribu”, jawabnya dengan suara lirih. Oh Tuhan, harga sebungkus amplop yang isinnya sepuluh lembar itu hanya seribu rupiah? Uang sebesar itu hanya cukup untuk membeli dua gorengan bala-bala pada pedagang gorengan di dekatnya. Uang seribu rupiah yang tidak terlalu berarti bagi kita, tetapi bagi Kakek tua itu sangatlah berarti. Saya tercekat dan berusaha menahan air mata keharuan mendengar harga yang sangat murah itu. “Saya beli ya pak, sepuluh bungkus”, kata saya.

Kakek itu terlihat gembira karena saya membeli amplopnya dalam jumlah banyak. Dia memasukkan sepuluh bungkus amplop yang isinya sepuluh lembar per bungkusnya ke dalam bekas kotak amplop. Tangannya terlihat bergetar ketika memasukkan bungkusan amplop ke dalam kotak.

Saya bertanya kembali kenapa dia menjual amplop semurah itu. Padahal kalau kita membeli amplop di warung tidak mungkin dapat seratus rupiah satu. Dengan uang seribu mungkin hanya dapat lima buah amplop. Kakek itu menunjukkan kepada saya lembar kwitansi pembelian amplop di toko grosir. Tertulis di kwitansi itu nota pembelian 10 bungkus amplop surat senilai Rp7500. “Kakek cuma ambil sedikit”, lirihnya. Jadi, dia hanya mengambil keuntungan Rp250 untuk satu bungkus amplop yang isinya 10 lembar itu. Saya jadi terharu mendengar jawaban jujur si Kakek tua. Jika pedagang nakal ‘menipu’ harga dengan menaikkan harga jual sehingga keuntungan berlipat-lipat, Kakek tua itu hanya mengambil keuntungan yang tidak seberapa. Andaipun terjual sepuluh bungkus amplop saja keuntungannya tidak sampai untuk membeli nasi bungkus di pinggir jalan. Siapalah orang yang mau membeli amplop banyak-banyak pada zaman sekarang? Dalam sehari belum tentu laku sepuluh bungkus saja, apalagi untuk dua puluh bungkus amplop agar dapat membeli nasi.

Setelah selesai saya bayar Rp10.000 untuk sepuluh bungkus amplop, saya kembali menuju kantor. Tidak lupa saya selipkan sedikit uang lebih buat Kakek tua itu untuk membeli makan siang. Si Kakek tua menerima uang itu dengan tangan bergetar sambil mengucapkan terima kasih dengan suara hampir menangis. Saya segera bergegas pergi meninggalkannya karena mata ini sudah tidak tahan untuk meluruhkan air mata. Sambil berjalan saya teringat status seorang teman di fesbuk yang bunyinya begini: “Kakek-Kakek tua menjajakan barang dagangan yang tak laku-laku, ibu-ibu tua yang duduk tepekur di depan warungnya yang selalu sepi. Carilah alasan-alasan untuk membeli barang-barang dari mereka, meski kita tidak membutuhkannya saat ini. Jangan selalu beli barang di mal-mal dan toko-toko yang nyaman dan lengkap….”.

Si Kakek tua penjual amplop adalah salah satu dari mereka, yaitu para pedagang kaki lima yang barangnya tidak laku-laku. Cara paling mudah dan sederhana untuk membantu mereka adalah bukan memberi mereka uang, tetapi belilah jualan mereka atau pakailah jasa mereka. Meskipun barang-barang yang dijual oleh mereka sedikit lebih mahal daripada harga di mal dan toko, tetapi dengan membeli dagangan mereka insya Allah lebih banyak barokahnya, karena secara tidak langsung kita telah membantu kelangsungan usaha dan hidup mereka.
Dalam pandangan saya Kakek tua itu lebih terhormat daripada pengemis yang berkeliaran di masjid Salman, meminta-minta kepada orang yang lewat. Para pengemis itu mengerahkan anak-anak untuk memancing iba para pejalan kaki. Tetapi si Kakek tua tidak mau mengemis, ia tetap kukuh berjualan amplop yang keuntungannya tidak seberapa itu.

Di kantor saya amati lagi bungkusan amplop yang saya beli dari si Kakek tua tadi. Mungkin benar saya tidak terlalu membutuhkan amplop surat itu saat ini, tetapi uang sepuluh ribu yang saya keluarkan tadi sangat dibutuhkan si Kakek tua.

Kotak amplop yang berisi 10 bungkus amplop tadi saya simpan di sudut meja kerja. Siapa tahu nanti saya akan memerlukannya. Mungkin pada hari Jumat pekan-pekan selanjutnya saya akan melihat si Kakek tua berjualan kembali di sana, duduk melamun di depan dagangannya yang tak laku-laku.

Mari kita bersyukur telah diberikan kemampuan dan nikmat yang lebih daripada kakek ini. Tentu saja syukur ini akan jadi sekedar basa-basi bila tanpa tindakan nyata.

Mari kita bersedekah lebih banyak kepada orang-orang yang diberikan kemampuan ekonomi lemah. Allah akan membalas setiap sedekah kita, amien.

Click Here to Leave a Comment Below 199 comments
nurhidayat26 - April 18, 2012

subhanallah, sungguh kisah yang amat mengharukan
menyadarkan diri ini sebagai jiwa yang sesnantiasa harus bersyukur dan selalu sedekah.
trimakasih

Reply
    sunardy - May 14, 2012

    kita ambil hikmah nya…

    Reply
    fandi - June 21, 2012

    mudah-mudahan kita bsa mngmbil hikmah ny dari kisah kakek yg mnjual amplop td

    Reply
    yusnani mawar kriani - July 4, 2012

    aku tidak tega membaca cerita tersebut, andaikan aku ada d antara mereka aku tidak kuat menjalini itu semua
    ya allah terimakasih engkau telah meberikan kenyamanan dalam hidup ku, aku sangat menghargai bapak tua tersebut
    semangat yang luar biasa

    Reply
kalut - April 18, 2012

hiks..hiks.. jd terharu
mulialah jk smw pedang sprt kake pnjual amplop

Reply
Prastyo - April 18, 2012

Semoga menjadi cambuk bagi qt utk sedikit menyedekahkan harta qt.

Reply
hikmah - April 19, 2012

sangat menyentuh hati,smga lbh byk lgi orng2 yg mau mnyedekahkan hartanya

Reply
Pafa Ramdani - April 19, 2012

maka tinggi lah derajat orang yang selalu bersodaqoh dan meringankan beban orang lain,
mudah-mudahan kita termasuk golongan itu,amin!!

Reply
    pelangisenja99 - May 25, 2012

    Amin ya Robbal’alamin…

    Reply
      ari - June 6, 2012

      Amin ya Robbal’alamin…

      Reply
ris01916 - April 20, 2012

subhanallah, sungguh sangat mengharukan
menyadarkan diri ini sebagai jiwa yang sesnantiasa harus bersyukur kepada Allah dan selalu sedekah.
trimakasih

Reply
Aksan - April 20, 2012

Cerita ini mengingatkan kita untuk selalu berusaha secara maksimal, tanpa kenal lelah demi suatu tujuan. Bersedekah sangat penting, nilai tergantung masing2 orang. Berjuanglah Kakek, semoga keberuntungan & kemudahan rejeki selalu menyertaimu.

Reply
ade suganda - April 21, 2012

bersedekah bukan berarti uang kita berkurang,menurut teori kapitalis uang berkurang tetapi menurut teori amal kebaikan adalah berlipat 10 x……coba buktikan dengan tulus dan ikhlas…amin

Reply
fery - April 22, 2012

meneteskan air mata

Reply
herri - April 22, 2012

masih banyak kakek2 tua lain seperti beliau disekitar kita, tapi yg sabar dan tetap tawaqal seperti kakek dlm cerita tadi sudah mulai jarang kita temui, subhanallah

Reply
Izhie - April 23, 2012

Ya allah, tabahkanlah hati orang2 seperti mereka.
Kesusahan hamba saat ini tidak ada artinya di bandingkan dengan kesusahan mereka yang setiap hari datang dan mereka selalu sabar menghadapinya.
Kuatkan hati hamba dan kuatkan hati orang2 itu ya Allah :'(

Reply
Ica - April 23, 2012

Tidak trasa air mataku jatuh,,
terharu bgt,,smoga pdagang2 kaki lima ntu sprti kakek tua itu,,mulialah mreka.

Reply
    Thrie - June 10, 2012

    Kakek tua itu ujian dr NYA utk qt yang punya rezeki lebih dibanding sang kakek…. mau kah qt berbagi??? Jgn dilihat apa yg orang lain lakukan tp lihat lah ke diri sendiri apa yg sudah qt lakukan utk orang lain…..

    Reply
Lien Nda - April 23, 2012

Subbahanallah…Iba saya membaca cerita tsb…moga Allah akn membuka kn hati kita untuk org2 seperti mrk…kebanyakkan org rata2 pda acuh tak acuh trhadap mereka. Maka buka kn lah hati mrk untuk membantu sesama umatnya
Kuat kn hati qt n mrk yg membutuhkn Amin Ya Allah Ya Robb

Reply
daddi - April 24, 2012

ameeeen

Reply
diya - April 24, 2012

itu lh hidup . . .
apabila seseorng itu slalu merasa brsyukur ,,,seberapa pun rizky yg di berikan oleh Allah SWT . . maka nikmat yg di berikan itu lebih dari cukup . . .

Reply
Prapto Subagyo - April 24, 2012

Alhamdulillah msh ada yg berhati ‘Trenyuh’ tanpa Suudzon…..
Krn biasanya kt selalu berprasangka jangan2 spt kakek itu cuman kedok utk dikasihani, Subhanalloh.

Reply
akhira - April 24, 2012

subhahanallah

Reply
diat septian pernana - April 25, 2012

subhanallah.. sy sangat tergaru mndngarny…

Reply
eet moenandar - April 25, 2012

subhanallah, terkadang kita lupa dgn kepedulian di sekitar kita

Reply
Oges Sayori - April 26, 2012

kisah yang sungguh menyentuh hati… kiranya menjadi renungan yang berarti bagi kita semua untuk berbuat yang baik dan benar..

Reply
aulia - April 26, 2012

Alhamdulillah masih diberi rejeki yang cukup dari Allah SWT ,
semoga kami selalu diberi petunjuk dan diingatkan untuk selalu bersyukur dan bersodaqoh kepada orang yang membutuhkan , amin ya robbal alamin.

Reply
althaf sis - April 27, 2012

subhanallah,
msih ada didunia ini org semulia kakek ntu,
ia memilih berjualan amplop yg wlaupun tak sbrapa keuntungan,a dri pda harus ngemis.
nabi muhammad pernh bersbda :
انظروا الى من هو اسفل منكم ولا تنظروا الى من فوقكم فهو اجدران لا تجدر نعمة الله علىكم

Reply
budianto - April 27, 2012

Insya Allah sya akan brusaha mempraktekkanx…crita ini mmbrkan saya 1pelajaran yang dpt saya amalkan dhari” saya.

Reply
Van De Zacka - April 27, 2012

Subhanallah……
semoga menjadi pelajaran bwat kita semua agar kita berusaha hidup sederhana dan selalu bersyukur atas apa yang kita miliki

Reply
nita wahyuni - April 28, 2012

ini juga cerminan buat kita betapa rezeki yg kita dpt , bukan seluruhnya milik kita… indahnya dlm berbagi…

Reply
dian - April 28, 2012

hati rasanya luluh membaca cerita ini..mengingatkan pada diri sendiri untuk banyak bersedekah..amien

Reply
faozan - April 29, 2012

Segala Puji Bagi ALLOH yg tlh mlimpahkan Rakhmatnya bagi kita Amin.. kpd Penulis ksh tsb sya haturkan terima kasih,yg tlh mengetuk hati ini,smga Amal kbaikan Anda mendapatkan blsan yg melimpah dan Halal.Amin

Reply
vivin - April 30, 2012

semoga para wakil rakyat membaca juga kisah ini

Reply
up alam ba - April 30, 2012

andai kata, kejujuran para pedagang sama halxa dengan si kakek tadi,mungkin indonesia akan lebih maju baik dari perekonomian maupun politik…kita doakan aja sikakek moga sukses…

Reply
trihastuti - May 1, 2012

subhanallah, sungguh tegar dan jujur…Seorang kakek melakukan hal seperti ini, bagaimana pemuda kita????

Reply
Ellie Va - May 1, 2012

subhanallah….betapa qt hrus brsyukur memiliki kehidupan yg jauh lbh baik d dunia ini,,,, 🙂

Reply
mastmade - May 1, 2012

ingin update fb dgn pesan serupa. Supya orang bnyak belajar dan ingat pada kekuatan hati kebesaran jiwa…..

Reply
tami,, - May 1, 2012

Subhaanallah terharu sekali
saya membancanYa,,,,

Reply
Zakia Drajat Putri - May 3, 2012

Baca nya sampe minitikan air mata.. SubhanAllah

Reply
Kumpulan puisi - May 3, 2012

sangat menyentuh dan inspiratif…

Reply
ari sarwanto - May 4, 2012

subhanllaloh.semogga bangsa berada dlm ridho,nya allah

Reply
syamela - May 4, 2012

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,[1] sampai kamu masuk ke dalam kubur.[2] Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),[3] dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. [4] Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,[5] niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahannam,[6] dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yakin,[7] kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu ).[8]” At-Takatsur 1-8..
Tidak lah cukup hanya dengan membaca dan marasa terharu dengan kisah diatas.. !! Mari sama2 berdo’a dan bekrja untuk hidup yg lebih berkah !!

Reply
rizqi - May 4, 2012

semoga aku bisa menjadi org yg membantu dn memajukan org disekitar ku, sehingga bisa membantu menuntaskan kemiskinan,amin..

Reply
    cuiia - May 5, 2012

    amin

    Reply
cuiia - May 5, 2012

Membacanya saja sdh mmbuat air mta ini tertetes,, aplgi mlihat orang’y langsung,.

Reply
m. badrul munir - May 6, 2012

aroel”
tidak terasa mata ini ikut meneteskan air mata …jadi teringat ortu di rumah ..yg setiap hari kesawah. berjuang untuk anaka2nya . semoga dengan membaca cerita dia atas ,,,kita menjadi orang yg selalu mengerti kpda orang yg sebernya membutuhkan uluran tangan kita untuk khidupan mreka …dan keluarga merka

Reply
    imas - June 4, 2013

    Amplop nya kan bisa dipergunakan untuk ngisi uang sedeka setiap sholat jumat.kan sama sama beramal.setiap smal pasti dicatat malaikat walaupun sebesar biji sawi,yang penting kita ikhlas. Smoga amalnya ditrima allah amiin

    Reply
hilda aini syifa - May 6, 2012

terharu bgt…

Reply
jagajiwa - May 7, 2012

Anda telah melakukan perbuatan yang sangat Mulia dihadapan Alloh SWT. Karena Rosululloh SAW telah bersabda: “Bahwa sebagian harta kita adalah milik anak yatim dan fakir miskin”. Semoga Alloh melimpahakan riski dan barokah kepada Anda. Amiin.

Reply
lpiaarif - May 7, 2012

jadi malu dengan diri saya..ampun ya rob

Reply
risdianto - May 8, 2012

Hikz.. Hikz..
Tanpa sadar air mataku pun jatuh..

Reply
jpurkon - May 8, 2012

sangat menyentuh…..
saya jadi teringat dengan tukang cobek batu yg sabar keliling kampung walopun orang2 sekarang lebih memilih blender untuk mengulek bumbu, ato tukang revarasi payung padahal sekarang orang lebih memilih beli payung yg baru ketimbang memperbaikinya……
smoga cucuran keringat mereka itu bisa menghapus dosa2 nya……
amiin..

Reply
Romi Irawan - May 9, 2012

Subhannallah..
Sungguh sangat mengharukan kisah sang kakek yg selalu tegar menghadpi kerasnya hidup,amatlah mulia sang kakek d sisiNYA..
patut kita syukuri apa yg kita miliki hari ini..
dan senatiasalah kita bersedekah kpd saudara2 kita yg kurang mampu…
Sesunggunya apa yg kita miliki ada hak orang2 miskin..

Reply
diah rs - May 10, 2012

subhanallah. . . andai wakil rakyat kita hatinya setulus kakek tadi, pastilah bangsa ini mjd bangsa yg bermartabat..amin

Reply
potret - May 10, 2012

Subhanallah,,maha besar allah….
Terima kasih,mengingatkan saya untuk bisa lebih bersyukur dengan apa yang udah DIA berikan….

Reply
taufik rahman - May 10, 2012

jujur gan ane nangizz nih ….
allhamdulillah dan banyak bersyukur dengan apa yg di berikan alloh kepada kita … semoga menjadi bhan renungan yg bermanfaat aminn

Reply
Evi Rani - May 10, 2012

Terima kasih atas ceritanya, saya ingin sukses dan ingin membantu orang2 seperti ini…

Reply
cheche cherry - May 11, 2012

Subhanallah…lailahailallah….begitu besar rasa syukur itu,yg tanpa kt sadari,jarang skali kt bersyukur kepada ALLAH SWT.atas apa yg kt dptkan….

Reply
'tia AndReany - May 13, 2012

Subhanallah.. Allah Maha Besar..
sungguh sangat menyentuh hati saya, tag terasa aku sampai menangis saat membacanya..
Buat Kakek yang bersangkutan tetap semangat ya..

Reply
nay ymoedh - May 14, 2012

sedihh bgtt bacanyaa,terharuu sangatt palingg ga tega liatt kakek /nenek2 menderita,,,”kemana anak2 mereka”…hikzzzzz

Reply
hidden - May 14, 2012

izin share gan…
tq sebelumnya…

Reply
Ahmad Tauhid - May 15, 2012

terimakasih ceritanya kak.
semoga dari kisah ini kita mendapat hidayah dari allah, amin.

Reply
okky - May 15, 2012

minta artikel yg banyak bisa

Reply
retno - May 15, 2012

Semoga saya selalu ingat dengan cerita ini,dan saya bisa berbuat yang terbaik kepada orang-orang yang senasip dengan kakek-kakek ini….

Reply
Rinto Haryono - May 16, 2012

Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.
(QS Al Baqarah 2:110)

Reply
shanty - May 16, 2012

aq nangis…. T_T

Reply
Yunus Giri - May 17, 2012

Kadang2 mata kita tidak bisa melihat yang sebenarnya. Kakek Tua kelihatan rentan dan tidak ada kekuatan. Tapi sebenarnya dia orang kuat yg mengalahkan keputusasaan, kekecewaan dan otoritas zaman yg tidak memberi peluang sedikitpun

Reply
AnakLampung02 - May 17, 2012

Rasa.a pngen nangis abis baca crita ni

Reply
dwipooetra - May 17, 2012

duh,,,serasa teriris hati ini,,,,,

Reply
Firesta rere - May 17, 2012

Luarrrr biasssaaaa….

Reply
James raynor - May 17, 2012

Smg cerita ini dpt menyadarkan kt akan arti sebuah prjuangan hidup,dgn usha yg blm tentu baik d mta manusia,tp d mata TUhan…lbh bernilai dr skedar menjual amplop..

Reply
ssyarof - May 19, 2012

saya udah baca kisahnya, saya sangat terharu, oh ya… saya izin kopas cerita ini, tentu tidak lupa saya sisipkan sumbernya. terimakasih

Reply
wiku h - May 19, 2012

subhanallah, cerita kisah yg menyentuh qolbu.

Reply
jeki - May 19, 2012

like this :)) ga bisa comment apa apa, soanya cerita dan kisahnya bagus.

Reply
surya - May 20, 2012

rasa hati ingin ketemu dg kakek itu,banyak hal yg bisa kita pelajari ……akan aq coba cari…….utk belajar

Reply
tita - May 21, 2012

sedih banget ya,kita harus bersyukur dengan keadaan kita seperti ini masih banyak orang yang lebih susah dari kita.

Reply
nenk sri chayank - May 21, 2012

Subhanallah….

Reply
nia rizky - May 21, 2012

subhanallah . .
betapa mulia a hati kakek tersebut .
dan betapa susah a penderitaan nya .
semoga semua hati para org kaya terbuka untuk membantu para penjual kyag gthu,

Reply
    pede ajjaaaaa - May 23, 2012

    jangan hnya “semoga”, ttpi laksanakan lh.

    Reply
Muh.Risya - May 23, 2012

terima kasih atas crita.y …
aku gga bisa crita apa” lagi …
crita ini membrikan arti yg sangat besar bagi saia ..
saya hanya bisa bertrima ksih kepada aLLah S.W.A ..
krana sudah membrikan apa yg saya mau slama ini walau terkadang aku tak pernah tau bahwa apa yg ku rasakan ini tak tak slamanya bisa orng lain rasakan ..tapi crita ini sudah membrikan saya pelajaran yg sangat brarti … bahwa terkadang sesuatu yg kita punya tidak terlalu berguna bagi aku , tapi mngkin bernilai sangat tinggi bagi orang lain …

Reply
nisae hessan al-azmi - May 24, 2012

jujur,saya malu.. mungkin selama ini saya kurang bersyukur..

Reply
agus - May 25, 2012

subhanallah,,,,

Reply
Harry - May 25, 2012

Subhanallah ..
Di muka bumi ini masih banyak “kakek – kakek penjual amplop” lain yang mengharapkan barang dagangannya dibeli orang. Tapi sangat sedikit orang yang “mau” membeli dagangannya ….

Reply
Shalikhin - May 25, 2012

Bersyukurlah kita yang masih memiliki tingkat ekonomi yg lebih baik dari kakek tersebut. Namun tidak melupakan u/ menyumbangkan sebagian harta kita kepada saudara-saudara kita yang masih jauh dari berkecukupan.

Reply
Serindo - May 26, 2012

Saya terharu atas cerita diatas,. tapi yang menjadi ganjalan dihati saya adalah kalimat ini
“Mari kita bersyukur telah diberikan kemampuan dan nikmat yang lebih daripada kakek ini. Tentu saja syukur ini akan jadi sekedar basa-basi bila tanpa tindakan nyata. Mari kita bersedekah lebih banyak kepada orang-orang yang diberikan kemampuan ekonomi lemah. Allah akan membalas setiap sedekah kita, amiin.”
maaf pak…bukan menggurui tapi kesimpulan bapa itu “bersyukur karena kepada Yang Maha Kuasa karena anda tidak seperti kakek itu, bukan, karena keadaanya,… jika kakek itu tidak menderita maka…. maaf bapak tidak bersyukur…ah saya tidak teruskan lagi………..tapi saya tau bapak niatnya baik sekali lagi baik…tapi tolong di revew lagi konsep …syukurnya….
salam…

Reply
arief - May 28, 2012

o,,o,,oh
Sungguh mengharukan membuwat hati ini tersentuh, serasa ingin menangis.

Reply
Pandu dinata (@van_destha) - May 28, 2012

saya sangat terharu sekali

Reply
kangagush - May 30, 2012

ijin share yach….

Reply
apriyanita - May 30, 2012

amin ..
🙂

Reply
Abhe Kakashi - May 30, 2012

Alloh selalu menyimpan makna di setiap kejadian yang ada di dunia ini..
Subhanalloh,, alhamdulillah…..

Reply
aiy - May 30, 2012

mengharukan sekali, jadi malu sama diri sendiri yang selalu merasa kurang dan tak pernah bersyukur….

Reply
nadira - May 31, 2012

walau panjang, tetapi bagus bangettt

Reply
Kevin - June 1, 2012

Amazing…! Sedih bngetz cerita nya..!

Reply
Rolik - June 2, 2012

memang begitulah, jika kita bersyukur maka rejeki berapapun yang kita dapatkan akan dapat memenuhi kebutuhan kita, contohnya si kakek tadi..dia tidak peduli dengan apa disekitarnya dan dia kelihatan cukup, beda dengan orang yang gaji tinggi akan tetapi masih saja merasa kurang

Reply
Iqbal - June 3, 2012

dalam harta kita ada hak orang miskin dan membutuhkan…jika kita mau bersyukur berarti kita berbagi dengan mereka…Jika hati kita kaya tak akan ada orang miskin… Si kaya dan si miskin akan saling membantu dan menyayangi …Itulah yang diridhoi Allah.

Reply
purwani - June 4, 2012

Sungguh kisah yg memberikan pelajaran buat kita semua semoga bisa membuka hati orang2 mampu untuk bersedekah…..;)

Reply
Wiwind NisAnis DabelyuDabelyu - June 4, 2012

jadi terharu

Reply
Roma - June 4, 2012

Cerita yang sangat memotivasi diri saya ..!

Reply
nita - June 6, 2012

wah bner2 mantabs… ^_^
subhanallah….

Reply
fachrizal_h - June 7, 2012

smg mnjadi pembelajaran bagi saya dan bagi kita semua…..

Reply
aziz - June 9, 2012

subhanallah/ benar2 ksah yg memlki sauri tauladan yg mendalm

Reply
Syanti - June 9, 2012

Subbahanallah

Reply
agus setiawan - June 13, 2012

Subhanallah…kisah yg dpt mmbuka hati utk selalu brsyukur atas apapun yg Allah berikan pada kita..

Reply
rey - June 14, 2012

andai saja pemimpin-pemimpin kita smua pada jujur kaya kakek ,insya alloh negara ini akan makmur..

Reply
rizal - June 14, 2012

allahu akbar…………
tidak terasa air mata membasahi baju……
ya allah berilah kakek itu hidayahmu………..

Reply
irfan - June 14, 2012

jadilaah pedagang yg jujur dan sabar.

Reply
samsudin - June 17, 2012

hemmmmmm sungguh aku terharu saat membacanya,,,,

Reply
utamaservis - June 18, 2012

semangatt bpk penjual amplop…

Reply
Jalu Akogareru - June 18, 2012

bleh di share kan ???
sblumnya mksih atas critanya,, aku ska bgett,,!!!!!

Reply
    rahmat - June 19, 2012

    thanks ya pak.
    jadi mau nangis niii

    Reply
suryani - June 21, 2012

terimakasih pa, saya sangat terharu dng cerita bapak, cerita bapak telah membuka hati saya untuk selalu membantu terhadap orang yg lemah, sx lagi terima kasih pak, semuga dng cerita ini akan menyambung amal zariah bapak …………

Reply
abi jazilul fawaid - June 23, 2012

Jadilah orang yang gemar sedekah. Tak ada ceritanya ada orang bangkrut karena sedekah. Terima kasih

Reply
Adi - June 23, 2012

subhanallah… Begitu kuat perjuangan kakek ini. Walaupun dalam keadaan yg sangat terdesak kakek ini masih saja berlaku jujur, yaitu menjual dagangan dg keuntungan yg sedikit…
Marilah kita yg di beri kemampuan lebih agar selalu mensyukuri nikmat yg telah diberikan Allah. Walaupun itu hanya sesuatu yg sangaaat kecil.
Dr kisah ini dapat diambil suatu ahlak terpuji yaitu berlakulah jujur dalam keadaan apapun…

Reply
eavikziip - June 23, 2012

subhannallahh…
:'( nympe mrebes mili aq…

Reply
syafiq - June 24, 2012

ingin sekali saya bertemu dengan kakek itu dan membeli amplopnya.
Thank’s gan atas kisah’a, sedikit banyak’a sudah mengingatkan kami..!!

Reply
Hanna - June 24, 2012

Prjuangn sang kakek ini patut d tiru…………n d acungi jempol

Reply
aeng - June 25, 2012

subhanalloh…. ijin copas

Reply
sans - June 25, 2012

Ya Alloh ampuni aku yang kurang bersyukur atas nikmatMu..

Reply
muslim anwari - June 26, 2012

semoga cerita td membuat aku bs lebih besyukur atas nikmat yg Alloh berikan….aminnn

Reply
Muslim (@Moe5lem) - June 26, 2012

Sebuah cerita yang sangat meng inspirasi.
Mohon ijin untuk berbagi cerita tersebut di web saya

Reply
aditia novit - June 28, 2012

sya haruss lebihh semngat dri kakekk itu

Reply
M.ali w - June 28, 2012

mengharukan skali…dan d kala kita dpt membahagiakan orang lain, itulah kebahagiaan yg hakiki

Reply
Imro Atush - June 28, 2012

mungkinkah hal sprti i2 kira2 ada penyelesaianya,jika saya seseorang yang puya bnyak harta saya ingi mengumpulkan orang2 yg terlantar di sana,

Reply
Imro Atush - June 28, 2012

bersyukur saya bisa mengetahui ceerita ini dan bisa di petik terkadang saya tidak menyadari pa yang sudah saya punya.jika saya menjadi kakek tersebut mungkin sudah putus asa.

Reply
Muhammad Mahfudz - June 28, 2012

Subhanallah….
Maha Besar Allah yang menunjukkan suatu hikmah dan pelajaran melalui apapun,trmasuk melalui cerita “kakek penjual amplop” di atas…
Semoga melalui cerita di atas tersebut menjadikan pedagang” yg ada d indonesia khususnya bermentel jujur…
jangan pernah iri dengan pejabat,mskipum bnyak dri pejabat kita yang tdak jujur..

Reply
dr.irwan HS - July 2, 2012

Setelah membaca cerita ini, hendaklah kita mensyukuri apa yg tlah alloh beri, dan perbanyaklah bersedekah…semoga alloh memberi kebaikan yang lebih.amin.

Reply
ikhwan - July 3, 2012

Wowww……

Reply
NEW YZF R15 V2.0 - July 5, 2012

Subha Nallah,
Allah hu Akbar.

Reply
NEW YZF R15 V2.0 - July 5, 2012

SubhaNallah.

Reply
isal - July 5, 2012

Di tempatku ada jg kakek2 tua yg menjual pisang atw rambutan malam2 (bahkan ampe tengah mlm) di pinggir jln tapi gak laku2..

Reply
sarmin - July 5, 2012

wwoooww

Reply
Salim - July 5, 2012

subhanallah….
saya belum sempat ketemu kakek itu 🙁

Reply
bapakeVALKYLA - July 5, 2012

orang yg sudah nerkecukupan pun kadang merasa kurang. padahal ada orang lain yg lebih kekurangan…
semoga kakek tua itu diberi kelimpahan rizqi…

Reply
Hendra Super - July 5, 2012

kalua saya ketemu saya borong beli amplopnya..biar ane dapet pahala….

Reply
Imron Rosyadi - July 5, 2012

Assalamu’alaikum
Sungguh inspiratif ceritanya
Betapa kita harus menyukuri nikmat yang Alloh berikan,
Betapa kita harus mencontoh kakek untuk jujur dalam berdagang,
kadang-kadang sesuatu yang kita anggap remeh menjadi sangat berharga bagi orang lain

Reply
hamidatul asana - July 5, 2012

terkadang kita tdk bersyukur karena terlalu terlena akan kenikmatan yg didapatkan sehingga kta lupa akan siapa yg tlah mmberikan knikmatan itu,,atou karena kita tidak pernah merasakan hdp seperti si kakek tua itu,,,

Reply
henry - July 5, 2012

subhanalloh………..semogga tuhan membery rejeki yg berimpah………….

Reply
MIftahudin al murtty - July 9, 2012

Kisah ini membuat aq lebih tau,,, pa arti perjuangan arti sukses sebenary,Entah Berapa Kali Aku Harus Mengucap Alkhamdulilah Karna Kedurhakaan Ku Tlah ENGKAU Balas dngan NIKMATMU Tanpa Putus,,,, Kuatkan Pundakku,,,,,

Reply
Syahrul - July 14, 2012

subhanallah…semoga kakek tsb d golongkan org2 yg sbar…innallaha ma asshoobiriin….

Reply
vida - July 15, 2012

hanya meneteskn air mata n tak mampu berkata pa2..rasa syukur timbul krn membacanya…smoga kake tu dberikn ksabarn dan ktabahan dlm menjalani hidup n di angkat drjtnya krn kesabaran tersbut…

Reply
aida - July 20, 2012

Nice story…….
keren di jadikan bahan perenungan jelang Ramadhan….
yakin bahwa tiap hamba telah di tentukan rezekinya…

Reply
Vamlou Tazkiya - July 24, 2012

subahanallah………………..
saya sampai inggin menangis…………….
kisah yang mengharukan,,,,,,,,,

Reply
winarsih tati - July 26, 2012

Astagfirullahaladziim :’(
Kasian banget :’(
Semoga Allah memudahkan setiap jalannya. Amiin. .

Reply
dewi pungky[yusuf] - July 28, 2012

mari kita berbagi dari harta yg kita dapat membantu sesama mulia di mata allah ,,,,,,,success selalu bagi orang2 peduli antara umat tuhan ,,,,,amin

Reply
Alonk Umy - July 31, 2012

subhanallah sangat mngharukan
saya sampai mnagis membacanya

Reply
elfarizi - August 2, 2012

Senada dengan yang lainnya, mengharukan. Semoga menjadi hikmah bagi kita, terutama bagi orang yang serba berkecukupan …

Reply
Ilham - August 3, 2012

Allah menyediakan banyak cara untuk beramal yah..

Reply
rovikbens88 - August 5, 2012

Ya ALLAH saya bener” terharu (˘ʃƪ˘)

Reply
uus - August 8, 2012

subhanallah……tak kuasa menitikkan air mata, terimaksih ya Allah ats segala nikmat yg telah Engkau karuniakan kepada kami

Reply
Etika Sari Ticketz Henghong - August 12, 2012

mengharukan 🙁

Reply
Linda Idris - August 20, 2012

Subhanalloh3x…saya adalah saksi kebenaran cerita ini…saya pernah membeli amplop dgn alasn yg sama, dan mata ini juga pernah ikut menangis melihat keteguhan bapak penjual amplop mencari rezeki dan tdk mau mengemis padahal sepanjang jalan mesjid salman tempat dia duduk berjejer pengemis…saat jalan menuju pulang saya menangis dan malu betapa besar dosaku yg seringkali tdk mensyukuri nikmatNya…
Saya rindu ingin sekali ketemu dgn bapak penjual amplop…

Reply
audi s - September 4, 2012

Ada yang mau ngajarin bapak ini jualan USB flashdisk atau memory card, ya sebaiknya sekalian dicarikan pemasoknya. Misal begini, ada yang beli USB flash 10 buah trus nitip ke bapak itu, ntar keuntungan dibagi ato yg iklas ya untungnya buat bapak itu. Tuhan Maha Tahu. Sayang sy ga di Bandung, jadi hanya sedikit saran saja. *##– Mencoba beramal, moga tidak berkhayal…–##*

Reply
audi s - September 4, 2012

Saya sambung lagi ya, dengan memberi barang dagangan buat bapak itu dan ngliat lagi jumat depan bagaimana hasil penjualannya mungkin nambah juga amalan kita yaitu bersilaturahmi dengan saudara.. Saya rasa beliau seorang pria yang terhormat, saya salut dengan ketegarannya. Mungkin kita ini yang banyak dosa yang perlu dikasihani… Wallahu alam.

Reply
eksa - September 5, 2012

Inilah sikap mental yang lahir dari suatu orientasi yang benar. Cari tahu, mengapa sang kakek bisa tegar seperti itu!

Reply
Pranata Dundi - September 18, 2012

joheun iyagi (crita yang bagus)
sunngguh mengharukan membuat hati kita tersentak

Reply
apoels - October 10, 2012

Sangat menyentuh gan….

Reply
fadly - October 12, 2012

Sunhanawlah.. ini pelajaran bagi kita agar selalu bersyukur n bersedekah

Reply
kang idin - October 23, 2012

Ya Allah…. mungkin saja beliau adalah seorang dari banyak hambamu yang soleh…. mudah2an aku termasuk didalamnya….. amiinn

Reply
inne - October 27, 2012

subhanallah.. semoga kakek tersebut mendapat ridho illahi, dan masuk sorga kelak nanti.. amiin

Reply
morello - November 7, 2012

menurut saya bukan kakek itu yang harus dikasihani. karena setidaknya dengan caranya menjalani hidup dia telah mendapatkan nilai lebih di mata Tuhan. dan mungkin saja karena itu semua kakek itu bahagia dan damai hatinya. sementara kita sendiri yang harus introspeksi. mungkin selama ini kita kurang bersyukur, sombong terhadap apa yang kita miliki hingga kita lupa untuk berbagi, bersedekah terhadap “kakek” itu. Saya salut dan angkat topi terhadap kakek itu. semoga kita semua selalu dibukakan hati untuk selalu bersedekah terhadap sesama. amiin..

Reply
rochmat saifudin - November 19, 2012

astagfirullah…

Reply
Hasan basri - December 22, 2012

Seharusnya kita bersedekah dengan hati ikhlas karena orang yang suka bersedekah rejeki kita akan d4lipat gandakan

Reply
aza rany malhotra - March 2, 2013

subhanallah..sgat” mengharukan.allah maha besar.allah tdk perna menguji umatx dluar kemampuanx.kakek betul” berjuang tmpa megenal lelah&mencri uang halal.

Reply
Khoir - March 2, 2013

Subhanallah, jika pun seorang bos yg duduk dengan hartanya yg berlimpah ruah namun enggan untuk bersedekah, berbanding dengan seorang penjajak amplop yg tua renta duduk dengan ikhtiar dagangannya dapat terbeli, maka uang yg ia dapatkan itu lebih besar barokahnya dibandingkan seorang bos yg bergelimpangan harta.

Reply
nana - March 6, 2013

ya ALLAH murahkanlah rezekiMU pada orang-orang seperti kakek si penjual amplop ini , agar kami dapat melihat senyuman mereka yang tidak terlalu berat menanggung beban hidup . AMIN

Reply
narto - March 17, 2013

pmbelajaran bagi kita semua

Reply
Nenk Yulie NuRiswan D'arlash - March 18, 2013

tak kuasa menahan air mata ni….aq sangat bersyukur atas smw nikmatMu Ya Robb…membaca ceritanya saja sudah tersentuh hati ni. apalagi kalau bertemu langsung,rasanya aq tak sanggup menahan air mata karena terharu…

Reply
asri - March 20, 2013

subahanallah, maha mulia sang kake, walau tubuhx sudah tua mash tetap mempunyai semangat untuk mencari rezki dgn brjualan amplop yang untngx tidak seberapa, dari pada meminta minta…mari kawan semua kita berikan sebagian rezky yg d brikan kpada kita untk orang yg lbh membthkn.

Reply
ami - March 23, 2013

terima kasih udh mengingatkan
dan menyadarkan akn rasa syukur………..

Reply
boni - June 9, 2013

Cerita yang sangat menyentuh….akan tetapi kita sbg manusia,terkadang kurang sensitif melihat hal hal kecil tsb,,,tak sempat terfikirkan sesensitif itu terhadap org lain…maka beranjaklah kita untuk lebih sensitif kepada lingkungan disekitar kitaa…

Reply
jual tas - June 29, 2013

Bagus sekali, ini bisa menyadarkan kita bahwa manusia itu makhluk sosial …

Reply
joewaluyo - July 1, 2013

whet. kerereeeennnnnnn

Reply
Atit Kusniati - July 12, 2013

Subhanallah, semoga qta menjadi lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Amiin

Reply
supiannor - August 10, 2013

subhanallah betapa sikakek sangat bersyukur dengan nilai uang yang diperolehnya dari menjual amplop.tetapi bagi kita yang mungkin mempunyai banyak materi jarang sekali mensyukurinya

Reply
hen hen - October 4, 2013

semoga kakek penjual amplop selalu di berikan ketabahan oleh allah SWT

Reply
ermanto - October 9, 2013

Subhanalloh , walhamdulillah . Masih ada org yg mau perduli dgn sesamanya. Dan saya sampai meneteskan air mata membaca kisah ini . Semoga bisa menjadi pelajaran yg berharga bagi setiap kita . Amiin .

Reply
kust - October 10, 2013

Subhanallah

Reply
hardianto - October 16, 2013

saya jadi belajar

Reply
eny wulan - December 13, 2013

subhanalloh… saya sampai menangis membaca tulisan saudara.
smg Alloh berkenan mengangkat derajat kita orang yang mau memuliakan sesama saudaranya 🙂

Reply
Azza_yaa - December 30, 2013

sangat memotivasi~ izin copy untuk share di blog saya~~

Reply
gunawan - January 8, 2014

setelah baca ini, lemas hati saya teringat akan orang tua….
terima kasih telah berbagi cerita

Reply
Ali cahyono - April 13, 2014

Subbahanallah, kisah yg mgharukn. tidakkh terbesit pikirn org yg d beri rezeki utk bersodakoh dg membeli amplop wlau tak berguna buat kita.

Reply
Wiji Yono - July 14, 2014

Luar biasa.., semakin kita memahami kehidupan ini semakin bertambah rasa syukur kita. Ya Allah jadikan hamba-Mu ini hamba yang pandai bersyukur atas karunia-Mu…….

Reply
eghie07 - September 14, 2014

SUBHANALLAH

Reply
adiet - November 12, 2014

Dengan membeli sesuatu itu berarti kita telah menghargai pekerjaannya seseorang,sama halnya bapak yg membeli amplop si kake tua itu

Reply
riris_wiyatno - February 13, 2015

Cerita yang sangat mengharukan, sekarang kita harus sadar bahwa kita tidak boleh hanya membeli barang dimall saja.

Reply
deden hapsari - April 12, 2015

Orang2 yg lalu lalang di depan masjid itulah yg tidak sadar, alasan kakek itu menjual amplop di depan masjid. Kakek itu berjualan amplop di depan masjid, untuk selalu mengingatkan orang2 untuk rajin bersedekah.
Orang yg gemar bersedekah pasti selalu menyediakan amplop di rumahnya, di tasnya atau di mobilnya. Fungsinya agar jika ada orang yg entah dikenal atau tidak memerlukan bantuan, mereka sudah siap memberi/ bersedekah.
Untuk alasan inilah kakek itu menjual amplop dengan harga yg murah, agar makin banyak orang yg gemar bersedekah.

Reply
deden hapsari - April 12, 2015

Orang2 yg lalu lalang di depan masjid itulah yg tidak sadar, alasan kakek itu menjual amplop di depan masjid. Kakek itu berjualan amplop di depan masjid, untuk selalu mengingatkan orang2 untuk rajin bersedekah.
Orang yg gemar bersedekah pasti selalu menyediakan amplop di rumahnya, di tasnya atau di mobilnya. Fungsinya agar jika ada orang yg entah dikenal atau tidak sedang memerlukan bantuan, mereka sudah siap memberi/ bersedekah.
Untuk alasan inilah kakek itu menjual amplop dengan harga yg murah, agar makin banyak orang yg gemar bersedekah.

Reply
@venyLientcyy (@venylientcyy_) - May 7, 2015

SubhanalLah, sampai jatuh air mata ini

Reply
Yuliana - May 16, 2015

Very inspiring
Thank you for sharing this

Reply
epleu - July 27, 2015

Semua yg kita miliki hanyalah titipan. Apa salah nya kita bersedhakoh kepada saodara kita yg sangat membutuhkan. Contoh kake tua. Sangat lah berarti untuk nya. Subhanallah thebest buat kake.sht slalu ya ke.aminnn

Reply
siti asna - September 7, 2015

subhanallah…kisah yg sangat menyentuh hati..dan menginspirasi..semoga semakin banyak org yg berfikir seperti itu…amin..

Reply
Betoria Synyster Gates - March 19, 2016

Saya tak bisa berkata apa-apa…mata ini terasa panas.

Reply
Betoria Synyster Gates - March 19, 2016

Saya tak bisa berkata apa-apa, mata ini terasa panas setelah membacanya. !!

Reply
vimax - March 25, 2016

thenk you

Reply
lion - April 2, 2016

Hati kita tersentuh

Reply
Klinik Uswah - August 11, 2016

ijin sharee 🙂

Reply
Rina - October 20, 2016

Subhanallah,,ya ALLAH ,mohon Engkau kasihi beliau selalu,dr kisah ini sungguh terlihat betapa sabarnya si kakek,sangat menginspirasi😭😭😭

Reply

Leave a Reply: