Iklan
 

Pertunjukkan Akhir


Pertunjukkan Akhir

Seorang pemain sirkus memasuki hutan untuk mencari anak ular yang akan dilatih bermain sirkus. Beberapa hari kemudian, ia menemukan beberapa anak ular dan mulai melatihnya. Mula-mula anak ular itu dibelitkan pada kakinya.

Setelah ular itu menjadi besar dilatih untuk melakukan permainan yang lebih berbahaya, di antaranya membelit tubuh pelatihnya. Sesudah berhasil melatih ular itu dengan baik, pemain sirkus itu mulai mengadakan pertunjukkan untuk umum. Hari demi hari jumlah penontonnya semakin banyak. Uang yang diterimanya semakin besar. Suatu hari, permainan segera dimulai. Atraksi demi atraksi silih berganti. Semua penonton tidak putus-putusnya bertepuk tangan menyambut setiap pertunjukkan.

Akhirnya, tibalah acara yang mendebarkan, yaitu permainan ular. Pemain sirkus memerintahkan ular itu untuk membelit tubuhnya. Seperti biasa, ular itu melakukan apa yang diperintahkan. Ia mulai melilitkan tubuhnya sedikit demi sedikit pada tubuh tuannya. Makin lama makin keras lilitannya. Pemain sirkus kesakitan.

Oleh karena itu ia lalu memerintahkan agar ular itu melepaskan lilitannya, tetapi ia tidak taat. Sebaliknya ia semakin liar dan lilitannya semakin kuat.

Para penonton menjadi panik, ketika jeritan yang sangat memilukan terdengar dari pemain sirkus itu, dan akhirnya ia terkulai mati.

Kadang-kadang dosa terlihat tidak membahayakan. Kita merasa tidak terganggu dan dapat mengendalikannya. Bahkan kita merasa bahwa kita sudah terlatih untuk mengatasinya. Tetapi pada kenyataanya, apabila dosa itu telah mulai melilit hidup kita, sukar dapat melepaskan diri lagi daripadanya.

Iklan

30 Responses to Pertunjukkan Akhir

  1. elfad berkata:

    coba mengingat lagi masa lalu,,,merenung dan merenungkan kehidupan yang tak pernah berhenti untuk tetap bercerita pada dunia…terimakasih artikelnya, sangat bermanfaat…

  2. wahyu berkata:

    i think it’s inspiring. we need to look back to ourselves that never realised we have done wrong. we need to spend sometimes to contemplate. epecially in this holymonth

    • Katherine berkata:

      wahyu is so gaya:
      “ithink it’s inspiring. we need to look back to ourselves that never realised we have done wrong. we need to spend sometimes to contemplate. epecially in this holymonth”

      jelas2 tulisannya bindo, but GREAT STORY!!!

  3. bandungst berkata:

    anda hebat gan….

  4. fatoni berkata:

    kondisi akan berbeda dengan berjalnya kehidupan ini.

  5. jeff berkata:

    Tidak ada manusia yg kebal dosa karena manusia masih hidup dalam daging sekalipun dia ” orang suci “.Mengandalkan kekuatan manusia sama saja dgn mengandalkan kedagingan .Tapi kalau kita berjalan mengandalkan kekuatan Tuhan pasti kita bisa berkata ” tidak ” pd dosa.

  6. ash berkata:

    salam…
    mohon izin share
    makasih.

  7. anang berkata:

    IJIN COPY

  8. B sutapa berkata:

    sallom
    saya mengalaminya…semua kelihatan indah ..betapa halus dan lembutnya ular itu yang kelihatan jinak, menawan dlm ketenanganya…itu sebenarnya makluk liar ganas dan mematikan…menjauhlah sebelum sebelum mati scr rohani karenanya.

    terimakasih artikelnya

  9. sri berkata:

    cerita ni memberi inspirasi dan pengajaran..ye, mungkin sy akan berkongsi kisah ini dgn anak2 murid nt..esok sesi psekolahan akan bermula..selamat datang 2011..moga sy blh sama2 belajar stiap sesuatu dgn lebih bmakna..

  10. dhayman berkata:

    sungguh luar biasa..

  11. Anwar Busyra Ns berkata:

    Cerita super,inspiratif bgt,,

  12. Ary berkata:

    Bagus, karena memang selama ini bentuk dosa kesalahan kita tidak terlihat dan selalu menganggap sepele.

    tks

  13. icha berkata:

    amazing.

  14. Ali berkata:

    Ijin copy n share ea,,,

  15. putra berkata:

    terima kaih ceritnya keren
    jdi kita mesti ttap behati2

  16. Ana berkata:

    mengingat masalalu dosa dan menyesalinya…

  17. me berkata:

    mhon ijin copy n share gan…

  18. aryo berkata:

    dosa memang terasa enak dalam waktu sekejap….
    tapi efek nya terasa pedih hingga waktu yang setimpal dengan apa yang di perdosakan,,,

    thanks, cerita penumbuh hidup yang baik.
    izin copas gan, bt share ma yang lainya.
    semoga bermanfaat.

  19. doni berkata:

    sungguh luar biasa rayuan indah dan lembutnya dosa, teryata sangat kejam di selanjutnya.

  20. katalis berkata:

    izin copy yaa,,,,

  21. Ridwan Chaniago berkata:

    karma itu datang disaat kita lupa, terhadap apa yang pernah kita perbuat,,,

  22. Leli Arayanti berkata:

    Biasakanlah diri kita utk tdk membiaskan diri dgn dosa2 kecil,mdh2n dgn begitu kita terhindar dr dosa besar.

    Thanks utk ceritanya yg sgt inspiratif……….

  23. muhtar kamil berkata:

    renungax bagus…

  24. lo berkata:

    ijin share lagi ya?? makasi

  25. apriyanita berkata:

    renungan yg baguuus 😉

  26. wanti berkata:

    untuk qta renungkan..

  27. CORNELIS M ROMODE berkata:

    ceritera ini memberi motivasi untuk kita…

  28. azis berkata:

    Mas ijin copy ya cerita2 motivasinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: