Iklan
 

Misi Hidup dalam Sebuah Kerja


Misi Hidup dalam Sebuah Kerja

Seorang wanita tua, bertubuh gemuk, dengan senyum jenaka di sela-sela pipinya yang bulat, duduk menggelar nasi bungkus dagangannya. Segera saja beberapa pekerja bangunan dan kuli angkut yang sudah menunggu sejak tadi mengerubungi dan membuatnya sibuk meladeni.

Bagi merekaa menu dan rasa bukan soal, yang terpenting adalah harganya yang luar biasa murah. Hampir mustahil ada orang yang bisa berdagang dengan harga sedemikian rendah.

Lalu apa untungnya? wanita itu terkekeh menjawab, ” Bisa numpang makan dan beli sedikit sabun” tapi bukankan ia bisa menaikan harga sedikit? sekali lagi ia terkekeh, “lalu bagaimana kuli-kuli itu bisa beli? siapa yang mau menyediakan sarapan buat mereka?” katanya sambil menunjukan para lelaki yang kini berlompatan ke atas truk pengantar mereka ke tempat kerja.

Ah..! betapa cantiknya, bila sebongkah misi hidup dipadukan dalam sebuah kerja.

Orang-orang yang memahami benar kehadiran karyanya, sebagaimana wanita tua diatas, yang bekerja demi setitik kesejahteraan hidup manusia, adalah tiang penyangga yang menahan langit agar tidak runtuh.

Merekalah beludru halus yang membuat jalan hidup yang tampak keras berbatu ini menjadi lembut bahkan mengobati luka.

Bukankan demikian tugas kita dalam kerja; menghadirkan secercah kesejahteraan bagi sesama.

Iklan

28 Responses to Misi Hidup dalam Sebuah Kerja

  1. arif rahman hakim berkata:

    wah,,,bagus sekali ceritanya,jadi terharu deh ngebacanya

  2. Sapril berkata:

    Seingat saya, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
    Nice post, menyentuh.

  3. vivian berkata:

    saya berharap saya bisa seperti itu, Y Tuhan ingatkan saya u melayani org lain

  4. Unang Budiana berkata:

    Crita nie tdak jauh sama yg d alami dngan sya, tpi bkan pnjual makanan.. Trkdang pnya niat untk menaikkan hrgax, soalx untungx hanya bsa buat mkan shri doank…

  5. Aries berkata:

    Hidup untk bkerja. . .

  6. hafsah berkata:

    i love it

  7. sissy berkata:

    wow,, merinding membaca nya.. i like it..
    semoga untuk ke depan kita juga bisa memprcantik hati kita, seperti cerita di atas

  8. sri berkata:

    Ye..sy sndiri rasanya belum mampu mlakukan sebaik wanita itu..moga ada cahaya yang bisa menyinari hati ini untuk miliki pekerti seindah itu..

  9. abdoel berkata:

    sangat jarang kita jumpai org yg mempunyai sifat seperti ibu di crt itu…alangkah indahnya jika msh byk orang yang tidak mementingkan diri sendiri

  10. robyaksa berkata:

    Luar biasa, penuh pelajaran bagi kita yang buta mata dan hati.

  11. dimas susanto berkata:

    indahnya kebersamaan…
    Dapat aku rasakan…

  12. yuda berkata:

    Terimakasih atas inspirasinya, saya minta ijin untuk mengcopi cerita ini untuk dibagi dalam komunitas teman2 kuliah saya di FB dengan tetap menuliskan link ini dan tanpa ada modifikasi sedikitpun.

    Salam

    Yuda

  13. rhena berkata:

    izin copy 🙂

  14. RMR berkata:

    Ringkas dan bermakna. .

  15. bukan apa yg kita miliki,,tp apa yg bisa kita berikan…

  16. abdul rohman berkata:

    SAYA HAREP SEMUA PEJABAT PUNYA HATI KAYA GITU…………….

  17. unny cutes berkata:

    pelajaran hidup yg berharga. thx gan

  18. irfan berkata:

    janganlaah merugikan orang lain!

  19. murti berkata:

    very nice..ijin copy ya..buat di kantor..agar teman2 bisa lebih memahami maknanya team work tdk bekerja utk kepentingan dan kebaikan diri sendiri atau bagian sendiri

  20. Agai,Berau berkata:

    Luar Biasa,,, memang sebuah ke ikhlasan dalam menjalani hidup,,, bersahaja dan bermanfaat untuk orang lain,,, yang di takutkan adalah saat wanita itu telah tiada,,, apakah ada orang yang akan meneruskan profesinya tersebut?? jika tidak… bagaimana dengan nasib para kuli tadi,,,,

  21. Adisen berkata:

    Like..
    🙂

  22. Kim Jihyun berkata:

    W.O.W ,,,

  23. Adjie berkata:

    Bagus (y)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: