Iklan
 

Memberi Tanpa Pertimbangan


Memberi Tanpa Pertimbangan

Cobalah untuk mengawali suatu hari anda dengan niat untuk memberi. Mulailah dengan sesuatu yang kecil yang tak terlalu berharga di mata anda. Mulailah dari uang receh. Kumpulkan beberapa receh yang mungkin tercecer di sana-sini, hanya untuk satu tujuan: diberikan.

Apakah anda sedang berada di bis kota yang panas, lalu datang pengamen bernyanyi memekakkan telinga. Atau, anda sedang berada dalam mobil ber-ac yang sejuk, lalu sepasang tangan kecil mengetuk meminta-minta.

Tak peduli bagaimana pendapat anda tentang kemalasan, kemiskinan dan lain sebagainya. Tak perlu banyak pikir, segera berikan satu dua keping pada mereka.

Barangkali ada rasa enggan dan kesal. Tekanlah perasaan itu seiring dengan pemberian anda. Bukankah, tak seorang pun ingin memurukkan dirinya menjadi pengemis. Ingat, kali ini anda hanya sedang “berlatih” memberi; mengulurkan tangan dengan jumlah yang tiada berarti? Rasakan saja, kini sesuatu mengalir dari dalam diri melalui telapak tangan anda. Sesuatu itu bernama kasih sayang.

Memberi tanpa pertimbangan bagai menyingkirkan batu penghambat arus sungai. Arus sungai adalah rasa kasih dari dalam diri. Sedangkan batu adalah kepentingan yang berpusat pada diri sendiri.

Sesungguhnya, bukan receh atau berlian yang anda berikan. Kemurahan itu tidak terletak di tangan, melainkan di hati.

Iklan

23 Responses to Memberi Tanpa Pertimbangan

  1. sunawang berkata:

    beri sedikit waktu untukku mengatakan kagum atas perasan keringat memalui petikan merdu gitar lusuhmu,atau dentuman irama musik tabuhmu #pengamen gan.hahaha woyo woyo

  2. membuatwebsites berkata:

    tapi memberi pengemis bukan berarti mengasih sayangi mereka .. seperti brosur2 yang dipasang pemerintah di pinggir jalan2.. memberi kpd orang2 yg benar2 membutuhkan .. kalau pengemis itu adalah pekerjaan mereka. kalau kita sering memberi mereka uang, mereka akan mals kerja nanti 🙂

  3. ayah iffa berkata:

    mohon ijin untuk di copy…
    semoga ilmunya berkah dan manfaat

  4. ietha berkata:

    cerita dan kata-katanya sangat memotivasi

  5. Keke berkata:

    Mohon ijin copy paste yaaa… love thiss… thank youu 🙂

  6. RMR berkata:

    Sangat sedikit orang mampu memberi tanpa pertimbangan.
    Kebanyakan orang mempertimbangkan apa dia mampu memberi sedangkan dialah yg pantas diberi.
    Terima kasih atas pencerahannya.

  7. Bhaenyuz berkata:

    Pertimbangan adalah yg penting untk melakukn sesuatu yg menguntgkn,..tp membri sesuatu yg brmnfaat lbh brarti dripd hrs mempertimbgkn hrskh melakuknnya,..

  8. Putra berkata:

    good,,,! is veri good

    tak seorang pun ingin memurukkan dirinya menjadi pengemis. Ingat, kali ini anda hanya sedang “berlatih” memberi; mengulurkan tangan dengan jumlah yang tiada berarti?

    tnks

  9. NUNIK FATIMAH berkata:

    YUpppppsss…………
    I Agree With U……………

  10. Thanks…Artikelnya, Ijin aku tempel di Blog ya Mas…..salam kenal

  11. mild7s berkata:

    ijin copy gan

  12. Anca berkata:

    sulit membedakan pengemis yang bnr2 bth dengan pgmis yg pekerjaan sambilan.. 😦

  13. heriyanto berkata:

    ijin copy ya….smg ssaling berbagi bisa saling mengingatkan,,,untuk sesama bs saling berbagi rizki

  14. soe berkata:

    permisi sob, ane copy ya untuk fp ane..

  15. Angga berkata:

    ijin share mas…

  16. tpribadi berkata:

    Very good to motivate myself , and me team

  17. lo berkata:

    ijin share ya?? 🙂 makasi

  18. Silva berkata:

    Mohon izin copy yah 🙂

  19. kisah.y bagus bangett,
    like this yoo !

  20. irfan berkata:

    harta kita hanyaa ttpan,berbagillah kpd orag!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: