Hanyalah Sementara

Adakalanya tiba masa-masa sulit, yang membuat hidup terasa penuh kepedihan dan keluh kesah.

Namun pada saatnya jua tibalah masa kegembiraan, yang membuta hidup terasa ringan dan terang. Tanpa sadar bibir kita basah dengan senyuman.

Sesungguhnya kesedihan, kegembiraan, kekecewaan, keriangan, dan emosi-emosi lain hanyalah sementara. Sebagaimana sesaatnya malam ditelan siang.

Tak selamanya kesedihan dan kegembiraan melanda kita. Semua itu datang silih berganti, tanpa dapat selalu dinanti.

Yang perlu kita pahami adalah kesementaraan ini.

Kesementaraan menunjukkan bahwa emosi-emosi itu bukanlah milik kita.

Ia hanya sebuah tawaran dari alam yang menuntun tindakan dan sikap kita Ia bukanlah kita.

Saat gembira sadarilah kegembiraan itu.

Saat sedih, pahamilah kesedihan itu.

Saat kita penuh dengan kesadaran akan emosi kita, saat itu kita bersentuhan dengan jiwa yang tenang milik kita.

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments
belajar menulis - February 5, 2010

sementara ini aku selalu berusaha lebik baik…..

Reply
suzannita - February 5, 2010

semoga hati ini menjadi lebih tenang 😀

Reply
superior - February 6, 2010

Semoga ga hujan.!

Reply
Wahyu Budi Utomo - February 7, 2010

hidup itu harus seimbang. senang dan sedih jadi satu. kaya filosofi cina Yin Yang. Tak selamanya senang itu indah dan tak selamanya sedih itu susah…

Reply
Ricky - February 8, 2010

Dunia terus berputar, kadang kita diatas dan bisa juga sebaliknya.
sukses selalu mas

Reply
Wahyu budi - February 8, 2010

pertamak2 opo kui??hehe

Reply
denny - February 13, 2010

kadang kesedihan kitalah yang mendominasi diri kita dibandingkan dengan kesempatan yang akan kita raih ..
sip mas buat artikelnya, ditunggu lagi inspirasi lainnya

Reply
pudana - February 15, 2010

Salam kenal,
Itulah kenyataan hidup, tidak ada yang kekal, sedih dan senang itu datang dalam jeda yang terasa pendek dan cepat.
Lalu apa yang kekal? Yang kekal ya perubahan dari sedih ke senang dari senang ke sedih. Jadi yang penting kita tetap bisa belajar dan memberi makna terhadap segala perubahan itu…
Semoga….!

Reply
Alfi - March 4, 2010

Sedih dan senang itu romantika kehidupan, adakalanya kita sedang mendapatkan kebahagian, hanya dalam hitungan menit tiba2 musibah datang yang seketika melenyapkan kebahagiaan kita. Pandai2nya kita menyikapinya saja. saat mendapat kebahagiaan, bersyukurlah dengan benar,.. saat mendapat kesedihan bertafakur dan jujur pada diri sendiri…

Reply
arie41 - January 9, 2011

jiwa,,itu tenang kala kita mengingat Nya..

Reply
Felikskatshiro - April 11, 2013

Nice story

Reply
adiet - November 18, 2014

Kehidupan ini ibarat, berlangit senang beralas sedih .

Reply

Leave a Reply: