Iklan
 

Hanyalah Sementara


Hanyalah Sementara

Adakalanya tiba masa-masa sulit, yang membuat hidup terasa penuh kepedihan dan keluh kesah.

Namun pada saatnya jua tibalah masa kegembiraan, yang membuta hidup terasa ringan dan terang. Tanpa sadar bibir kita basah dengan senyuman.

Sesungguhnya kesedihan, kegembiraan, kekecewaan, keriangan, dan emosi-emosi lain hanyalah sementara. Sebagaimana sesaatnya malam ditelan siang.

Tak selamanya kesedihan dan kegembiraan melanda kita. Semua itu datang silih berganti, tanpa dapat selalu dinanti.

Yang perlu kita pahami adalah kesementaraan ini.

Kesementaraan menunjukkan bahwa emosi-emosi itu bukanlah milik kita.

Ia hanya sebuah tawaran dari alam yang menuntun tindakan dan sikap kita Ia bukanlah kita.

Saat gembira sadarilah kegembiraan itu.

Saat sedih, pahamilah kesedihan itu. Saat kita penuh dengan kesadaran akan emosi kita , saat itu kita bersentuhan dengan jiwa yang tenang milik kita.

Iklan

13 Responses to Hanyalah Sementara

  1. belajar menulis berkata:

    sementara ini aku selalu berusaha lebik baik…..

  2. suzannita berkata:

    semoga hati ini menjadi lebih tenang 😀

  3. superior berkata:

    Semoga ga hujan.!

  4. Wahyu Budi Utomo berkata:

    hidup itu harus seimbang. senang dan sedih jadi satu. kaya filosofi cina Yin Yang. Tak selamanya senang itu indah dan tak selamanya sedih itu susah…

  5. Ricky berkata:

    Dunia terus berputar, kadang kita diatas dan bisa juga sebaliknya.

    sukses selalu mas

  6. Wahyu budi berkata:

    pertamak2 opo kui??hehe

  7. denny berkata:

    kadang kesedihan kitalah yang mendominasi diri kita dibandingkan dengan kesempatan yang akan kita raih ..

    sip mas buat artikelnya, ditunggu lagi inspirasi lainnya

  8. pudana berkata:

    Salam kenal,
    Itulah kenyataan hidup, tidak ada yang kekal, sedih dan senang itu datang dalam jeda yang terasa pendek dan cepat.
    Lalu apa yang kekal? Yang kekal ya perubahan dari sedih ke senang dari senang ke sedih. Jadi yang penting kita tetap bisa belajar dan memberi makna terhadap segala perubahan itu…

    Semoga….!

  9. Alfi berkata:

    Sedih dan senang itu romantika kehidupan, adakalanya kita sedang mendapatkan kebahagian, hanya dalam hitungan menit tiba2 musibah datang yang seketika melenyapkan kebahagiaan kita. Pandai2nya kita menyikapinya saja. saat mendapat kebahagiaan, bersyukurlah dengan benar,.. saat mendapat kesedihan bertafakur dan jujur pada diri sendiri…

  10. arie41 berkata:

    jiwa,,itu tenang kala kita mengingat Nya..

  11. Felikskatshiro berkata:

    Nice story

  12. adiet berkata:

    Kehidupan ini ibarat, berlangit senang beralas sedih .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: