Kisah nyata ini ditulis oleh seorang dosen ITB bernama Rinaldi Munir mengenai seorang kakek yang tidak gentar berjuang untuk hidup dengan mencari nafkah dari hasil berjualan amplop di Masjid Salman ITB. Jaman sekarang amplop bukanlah sesuatu yang sangat dibutuhkan, tidak jarang kakek ini tidak laku jualannya dan pulang dengan tangan hampa. Mari kita simak kisah “Kakek Penjual Amplop di ITB”.
Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat saya selalu melihat seorang Kakek tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat. Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini. Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun Kakek itu tetap menjual amplop. Mungkin Kakek itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat.
Kehadiran Kakek tua dengan dagangannya yang tidak laku-laku itu menimbulkan rasa iba. Siapa sih yang mau membeli amplopnya itu? Tidak satupun orang yang lewat menuju masjid tertarik untuk membelinya. Lalu lalang orang yang bergegas menuju masjid Salman seolah tidak mempedulikan kehadiran Kakek tua itu.
Kemarin ketika hendak shalat Jumat di Salman saya melihat Kakek tua itu lagi sedang duduk terpekur. Saya sudah berjanji akan membeli amplopnya itu usai shalat, meskipun sebenarnya saya tidak terlalu membutuhkan benda tersebut. Yach, sekedar ingin membantu Kakek itu melariskan dagangannya. Seusai shalat Jumat dan hendak kembali ke kantor, saya menghampiri Kakek tadi. Saya tanya berapa harga amplopnya dalam satu bungkus plastik itu. “Seribu”, jawabnya dengan suara lirih. Oh Tuhan, harga sebungkus amplop yang isinnya sepuluh lembar itu hanya seribu rupiah? Uang sebesar itu hanya cukup untuk membeli dua gorengan bala-bala pada pedagang gorengan di dekatnya. Uang seribu rupiah yang tidak terlalu berarti bagi kita, tetapi bagi Kakek tua itu sangatlah berarti. Saya tercekat dan berusaha menahan air mata keharuan mendengar harga yang sangat murah itu. “Saya beli ya pak, sepuluh bungkus”, kata saya.
Kakek itu terlihat gembira karena saya membeli amplopnya dalam jumlah banyak. Dia memasukkan sepuluh bungkus amplop yang isinya sepuluh lembar per bungkusnya ke dalam bekas kotak amplop. Tangannya terlihat bergetar ketika memasukkan bungkusan amplop ke dalam kotak.
Saya bertanya kembali kenapa dia menjual amplop semurah itu. Padahal kalau kita membeli amplop di warung tidak mungkin dapat seratus rupiah satu. Dengan uang seribu mungkin hanya dapat lima buah amplop. Kakek itu menunjukkan kepada saya lembar kwitansi pembelian amplop di toko grosir. Tertulis di kwitansi itu nota pembelian 10 bungkus amplop surat senilai Rp7500. “Kakek cuma ambil sedikit”, lirihnya. Jadi, dia hanya mengambil keuntungan Rp250 untuk satu bungkus amplop yang isinya 10 lembar itu. Saya jadi terharu mendengar jawaban jujur si Kakek tua. Jika pedagang nakal ‘menipu’ harga dengan menaikkan harga jual sehingga keuntungan berlipat-lipat, Kakek tua itu hanya mengambil keuntungan yang tidak seberapa. Andaipun terjual sepuluh bungkus amplop saja keuntungannya tidak sampai untuk membeli nasi bungkus di pinggir jalan. Siapalah orang yang mau membeli amplop banyak-banyak pada zaman sekarang? Dalam sehari belum tentu laku sepuluh bungkus saja, apalagi untuk dua puluh bungkus amplop agar dapat membeli nasi.
Setelah selesai saya bayar Rp10.000 untuk sepuluh bungkus amplop, saya kembali menuju kantor. Tidak lupa saya selipkan sedikit uang lebih buat Kakek tua itu untuk membeli makan siang. Si Kakek tua menerima uang itu dengan tangan bergetar sambil mengucapkan terima kasih dengan suara hampir menangis. Saya segera bergegas pergi meninggalkannya karena mata ini sudah tidak tahan untuk meluruhkan air mata. Sambil berjalan saya teringat status seorang teman di fesbuk yang bunyinya begini: “Kakek-Kakek tua menjajakan barang dagangan yang tak laku-laku, ibu-ibu tua yang duduk tepekur di depan warungnya yang selalu sepi. Carilah alasan-alasan untuk membeli barang-barang dari mereka, meski kita tidak membutuhkannya saat ini. Jangan selalu beli barang di mal-mal dan toko-toko yang nyaman dan lengkap….”.
Si Kakek tua penjual amplop adalah salah satu dari mereka, yaitu para pedagang kaki lima yang barangnya tidak laku-laku. Cara paling mudah dan sederhana untuk membantu mereka adalah bukan memberi mereka uang, tetapi belilah jualan mereka atau pakailah jasa mereka. Meskipun barang-barang yang dijual oleh mereka sedikit lebih mahal daripada harga di mal dan toko, tetapi dengan membeli dagangan mereka insya Allah lebih banyak barokahnya, karena secara tidak langsung kita telah membantu kelangsungan usaha dan hidup mereka.
Dalam pandangan saya Kakek tua itu lebih terhormat daripada pengemis yang berkeliaran di masjid Salman, meminta-minta kepada orang yang lewat. Para pengemis itu mengerahkan anak-anak untuk memancing iba para pejalan kaki. Tetapi si Kakek tua tidak mau mengemis, ia tetap kukuh berjualan amplop yang keuntungannya tidak seberapa itu.
Di kantor saya amati lagi bungkusan amplop yang saya beli dari si Kakek tua tadi. Mungkin benar saya tidak terlalu membutuhkan amplop surat itu saat ini, tetapi uang sepuluh ribu yang saya keluarkan tadi sangat dibutuhkan si Kakek tua.
Kotak amplop yang berisi 10 bungkus amplop tadi saya simpan di sudut meja kerja. Siapa tahu nanti saya akan memerlukannya. Mungkin pada hari Jumat pekan-pekan selanjutnya saya akan melihat si Kakek tua berjualan kembali di sana, duduk melamun di depan dagangannya yang tak laku-laku.
Mari kita bersyukur telah diberikan kemampuan dan nikmat yang lebih daripada kakek ini. Tentu saja syukur ini akan jadi sekedar basa-basi bila tanpa tindakan nyata. Mari kita bersedekah lebih banyak kepada orang-orang yang diberikan kemampuan ekonomi lemah. Allah akan membalas setiap sedekah kita, amiin.
subhanallah, sungguh kisah yang amat mengharukan
menyadarkan diri ini sebagai jiwa yang sesnantiasa harus bersyukur dan selalu sedekah.
trimakasih
kita ambil hikmah nya…
mudah-mudahan kita bsa mngmbil hikmah ny dari kisah kakek yg mnjual amplop td
aku tidak tega membaca cerita tersebut, andaikan aku ada d antara mereka aku tidak kuat menjalini itu semua
ya allah terimakasih engkau telah meberikan kenyamanan dalam hidup ku, aku sangat menghargai bapak tua tersebut
semangat yang luar biasa
hiks..hiks.. jd terharu
mulialah jk smw pedang sprt kake pnjual amplop
Semoga menjadi cambuk bagi qt utk sedikit menyedekahkan harta qt.
sangat menyentuh hati,smga lbh byk lgi orng2 yg mau mnyedekahkan hartanya
maka tinggi lah derajat orang yang selalu bersodaqoh dan meringankan beban orang lain,
mudah-mudahan kita termasuk golongan itu,amin!!
Amin ya Robbal’alamin…
Amin ya Robbal’alamin…
subhanallah, sungguh sangat mengharukan
menyadarkan diri ini sebagai jiwa yang sesnantiasa harus bersyukur kepada Allah dan selalu sedekah.
trimakasih
Cerita ini mengingatkan kita untuk selalu berusaha secara maksimal, tanpa kenal lelah demi suatu tujuan. Bersedekah sangat penting, nilai tergantung masing2 orang. Berjuanglah Kakek, semoga keberuntungan & kemudahan rejeki selalu menyertaimu.
bersedekah bukan berarti uang kita berkurang,menurut teori kapitalis uang berkurang tetapi menurut teori amal kebaikan adalah berlipat 10 x……coba buktikan dengan tulus dan ikhlas…amin
meneteskan air mata
masih banyak kakek2 tua lain seperti beliau disekitar kita, tapi yg sabar dan tetap tawaqal seperti kakek dlm cerita tadi sudah mulai jarang kita temui, subhanallah
Ya allah, tabahkanlah hati orang2 seperti mereka.
Kesusahan hamba saat ini tidak ada artinya di bandingkan dengan kesusahan mereka yang setiap hari datang dan mereka selalu sabar menghadapinya.
Kuatkan hati hamba dan kuatkan hati orang2 itu ya Allah :’(
Tidak trasa air mataku jatuh,,
terharu bgt,,smoga pdagang2 kaki lima ntu sprti kakek tua itu,,mulialah mreka.
Kakek tua itu ujian dr NYA utk qt yang punya rezeki lebih dibanding sang kakek…. mau kah qt berbagi??? Jgn dilihat apa yg orang lain lakukan tp lihat lah ke diri sendiri apa yg sudah qt lakukan utk orang lain…..
Subbahanallah…Iba saya membaca cerita tsb…moga Allah akn membuka kn hati kita untuk org2 seperti mrk…kebanyakkan org rata2 pda acuh tak acuh trhadap mereka. Maka buka kn lah hati mrk untuk membantu sesama umatnya
Kuat kn hati qt n mrk yg membutuhkn Amin Ya Allah Ya Robb
ameeeen
itu lh hidup . . .
apabila seseorng itu slalu merasa brsyukur ,,,seberapa pun rizky yg di berikan oleh Allah SWT . . maka nikmat yg di berikan itu lebih dari cukup . . .
Alhamdulillah msh ada yg berhati ‘Trenyuh’ tanpa Suudzon…..
Krn biasanya kt selalu berprasangka jangan2 spt kakek itu cuman kedok utk dikasihani, Subhanalloh.
subhahanallah
subhanallah.. sy sangat tergaru mndngarny…
subhanallah, terkadang kita lupa dgn kepedulian di sekitar kita
kisah yang sungguh menyentuh hati… kiranya menjadi renungan yang berarti bagi kita semua untuk berbuat yang baik dan benar..
Alhamdulillah masih diberi rejeki yang cukup dari Allah SWT ,
semoga kami selalu diberi petunjuk dan diingatkan untuk selalu bersyukur dan bersodaqoh kepada orang yang membutuhkan , amin ya robbal alamin.
subhanallah,
msih ada didunia ini org semulia kakek ntu,
ia memilih berjualan amplop yg wlaupun tak sbrapa keuntungan,a dri pda harus ngemis.
nabi muhammad pernh bersbda :
انظروا الى من هو اسفل منكم ولا تنظروا الى من فوقكم فهو اجدران لا تجدر نعمة الله علىكم
Insya Allah sya akan brusaha mempraktekkanx…crita ini mmbrkan saya 1pelajaran yang dpt saya amalkan dhari” saya.
Subhanallah……
semoga menjadi pelajaran bwat kita semua agar kita berusaha hidup sederhana dan selalu bersyukur atas apa yang kita miliki
ini juga cerminan buat kita betapa rezeki yg kita dpt , bukan seluruhnya milik kita… indahnya dlm berbagi…
hati rasanya luluh membaca cerita ini..mengingatkan pada diri sendiri untuk banyak bersedekah..amien
Segala Puji Bagi ALLOH yg tlh mlimpahkan Rakhmatnya bagi kita Amin.. kpd Penulis ksh tsb sya haturkan terima kasih,yg tlh mengetuk hati ini,smga Amal kbaikan Anda mendapatkan blsan yg melimpah dan Halal.Amin
semoga para wakil rakyat membaca juga kisah ini
andai kata, kejujuran para pedagang sama halxa dengan si kakek tadi,mungkin indonesia akan lebih maju baik dari perekonomian maupun politik…kita doakan aja sikakek moga sukses…
subhanallah, sungguh tegar dan jujur…Seorang kakek melakukan hal seperti ini, bagaimana pemuda kita????
subhanallah….betapa qt hrus brsyukur memiliki kehidupan yg jauh lbh baik d dunia ini,,,,
ingin update fb dgn pesan serupa. Supya orang bnyak belajar dan ingat pada kekuatan hati kebesaran jiwa…..
Subhaanallah terharu sekali
saya membancanYa,,,,
Baca nya sampe minitikan air mata.. SubhanAllah
sangat menyentuh dan inspiratif…
subhanllaloh.semogga bangsa berada dlm ridho,nya allah
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,[1] sampai kamu masuk ke dalam kubur.[2] Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),[3] dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. [4] Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,[5] niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahannam,[6] dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yakin,[7] kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu ).[8]” At-Takatsur 1-8..
Tidak lah cukup hanya dengan membaca dan marasa terharu dengan kisah diatas.. !! Mari sama2 berdo’a dan bekrja untuk hidup yg lebih berkah !!
semoga aku bisa menjadi org yg membantu dn memajukan org disekitar ku, sehingga bisa membantu menuntaskan kemiskinan,amin..
amin
Membacanya saja sdh mmbuat air mta ini tertetes,, aplgi mlihat orang’y langsung,.
aroel”
tidak terasa mata ini ikut meneteskan air mata …jadi teringat ortu di rumah ..yg setiap hari kesawah. berjuang untuk anaka2nya . semoga dengan membaca cerita dia atas ,,,kita menjadi orang yg selalu mengerti kpda orang yg sebernya membutuhkan uluran tangan kita untuk khidupan mreka …dan keluarga merka
terharu bgt…
Anda telah melakukan perbuatan yang sangat Mulia dihadapan Alloh SWT. Karena Rosululloh SAW telah bersabda: “Bahwa sebagian harta kita adalah milik anak yatim dan fakir miskin”. Semoga Alloh melimpahakan riski dan barokah kepada Anda. Amiin.
jadi malu dengan diri saya..ampun ya rob
Hikz.. Hikz..
Tanpa sadar air mataku pun jatuh..
sangat menyentuh…..
saya jadi teringat dengan tukang cobek batu yg sabar keliling kampung walopun orang2 sekarang lebih memilih blender untuk mengulek bumbu, ato tukang revarasi payung padahal sekarang orang lebih memilih beli payung yg baru ketimbang memperbaikinya……
smoga cucuran keringat mereka itu bisa menghapus dosa2 nya……
amiin..
Subhannallah..
Sungguh sangat mengharukan kisah sang kakek yg selalu tegar menghadpi kerasnya hidup,amatlah mulia sang kakek d sisiNYA..
patut kita syukuri apa yg kita miliki hari ini..
dan senatiasalah kita bersedekah kpd saudara2 kita yg kurang mampu…
Sesunggunya apa yg kita miliki ada hak orang2 miskin..
subhanallah. . . andai wakil rakyat kita hatinya setulus kakek tadi, pastilah bangsa ini mjd bangsa yg bermartabat..amin
Subhanallah,,maha besar allah….
Terima kasih,mengingatkan saya untuk bisa lebih bersyukur dengan apa yang udah DIA berikan….
jujur gan ane nangizz nih ….
allhamdulillah dan banyak bersyukur dengan apa yg di berikan alloh kepada kita … semoga menjadi bhan renungan yg bermanfaat aminn
Terima kasih atas ceritanya, saya ingin sukses dan ingin membantu orang2 seperti ini…
Subhanallah…lailahailallah….begitu besar rasa syukur itu,yg tanpa kt sadari,jarang skali kt bersyukur kepada ALLAH SWT.atas apa yg kt dptkan….
Subhanallah.. Allah Maha Besar..
sungguh sangat menyentuh hati saya, tag terasa aku sampai menangis saat membacanya..
Buat Kakek yang bersangkutan tetap semangat ya..
sedihh bgtt bacanyaa,terharuu sangatt palingg ga tega liatt kakek /nenek2 menderita,,,”kemana anak2 mereka”…hikzzzzz
izin share gan…
tq sebelumnya…
terimakasih ceritanya kak.
semoga dari kisah ini kita mendapat hidayah dari allah, amin.
minta artikel yg banyak bisa
Semoga saya selalu ingat dengan cerita ini,dan saya bisa berbuat yang terbaik kepada orang-orang yang senasip dengan kakek-kakek ini….
Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.
(QS Al Baqarah 2:110)
aq nangis…. T_T
Kadang2 mata kita tidak bisa melihat yang sebenarnya. Kakek Tua kelihatan rentan dan tidak ada kekuatan. Tapi sebenarnya dia orang kuat yg mengalahkan keputusasaan, kekecewaan dan otoritas zaman yg tidak memberi peluang sedikitpun
Rasa.a pngen nangis abis baca crita ni
duh,,,serasa teriris hati ini,,,,,
Luarrrr biasssaaaa….
Smg cerita ini dpt menyadarkan kt akan arti sebuah prjuangan hidup,dgn usha yg blm tentu baik d mta manusia,tp d mata TUhan…lbh bernilai dr skedar menjual amplop..
saya udah baca kisahnya, saya sangat terharu, oh ya… saya izin kopas cerita ini, tentu tidak lupa saya sisipkan sumbernya. terimakasih
subhanallah, cerita kisah yg menyentuh qolbu.
like this
) ga bisa comment apa apa, soanya cerita dan kisahnya bagus.
rasa hati ingin ketemu dg kakek itu,banyak hal yg bisa kita pelajari ……akan aq coba cari…….utk belajar
sedih banget ya,kita harus bersyukur dengan keadaan kita seperti ini masih banyak orang yang lebih susah dari kita.
Subhanallah….
subhanallah . .
betapa mulia a hati kakek tersebut .
dan betapa susah a penderitaan nya .
semoga semua hati para org kaya terbuka untuk membantu para penjual kyag gthu,
jangan hnya “semoga”, ttpi laksanakan lh.
terima kasih atas crita.y …
aku gga bisa crita apa” lagi …
crita ini membrikan arti yg sangat besar bagi saia ..
saya hanya bisa bertrima ksih kepada aLLah S.W.A ..
krana sudah membrikan apa yg saya mau slama ini walau terkadang aku tak pernah tau bahwa apa yg ku rasakan ini tak tak slamanya bisa orng lain rasakan ..tapi crita ini sudah membrikan saya pelajaran yg sangat brarti … bahwa terkadang sesuatu yg kita punya tidak terlalu berguna bagi aku , tapi mngkin bernilai sangat tinggi bagi orang lain …
jujur,saya malu.. mungkin selama ini saya kurang bersyukur..
subhanallah,,,,
Subhanallah ..
Di muka bumi ini masih banyak “kakek – kakek penjual amplop” lain yang mengharapkan barang dagangannya dibeli orang. Tapi sangat sedikit orang yang “mau” membeli dagangannya ….
Bersyukurlah kita yang masih memiliki tingkat ekonomi yg lebih baik dari kakek tersebut. Namun tidak melupakan u/ menyumbangkan sebagian harta kita kepada saudara-saudara kita yang masih jauh dari berkecukupan.
Saya terharu atas cerita diatas,. tapi yang menjadi ganjalan dihati saya adalah kalimat ini
“Mari kita bersyukur telah diberikan kemampuan dan nikmat yang lebih daripada kakek ini. Tentu saja syukur ini akan jadi sekedar basa-basi bila tanpa tindakan nyata. Mari kita bersedekah lebih banyak kepada orang-orang yang diberikan kemampuan ekonomi lemah. Allah akan membalas setiap sedekah kita, amiin.”
maaf pak…bukan menggurui tapi kesimpulan bapa itu “bersyukur karena kepada Yang Maha Kuasa karena anda tidak seperti kakek itu, bukan, karena keadaanya,… jika kakek itu tidak menderita maka…. maaf bapak tidak bersyukur…ah saya tidak teruskan lagi………..tapi saya tau bapak niatnya baik sekali lagi baik…tapi tolong di revew lagi konsep …syukurnya….
salam…
o,,o,,oh
Sungguh mengharukan membuwat hati ini tersentuh, serasa ingin menangis.
saya sangat terharu sekali
ijin share yach….
amin ..
Alloh selalu menyimpan makna di setiap kejadian yang ada di dunia ini..
Subhanalloh,, alhamdulillah…..
mengharukan sekali, jadi malu sama diri sendiri yang selalu merasa kurang dan tak pernah bersyukur….
walau panjang, tetapi bagus bangettt
Amazing…! Sedih bngetz cerita nya..!
memang begitulah, jika kita bersyukur maka rejeki berapapun yang kita dapatkan akan dapat memenuhi kebutuhan kita, contohnya si kakek tadi..dia tidak peduli dengan apa disekitarnya dan dia kelihatan cukup, beda dengan orang yang gaji tinggi akan tetapi masih saja merasa kurang
dalam harta kita ada hak orang miskin dan membutuhkan…jika kita mau bersyukur berarti kita berbagi dengan mereka…Jika hati kita kaya tak akan ada orang miskin… Si kaya dan si miskin akan saling membantu dan menyayangi …Itulah yang diridhoi Allah.
Sungguh kisah yg memberikan pelajaran buat kita semua semoga bisa membuka hati orang2 mampu untuk bersedekah…..;)
jadi terharu
Cerita yang sangat memotivasi diri saya ..!
wah bner2 mantabs… ^_^
subhanallah….
smg mnjadi pembelajaran bagi saya dan bagi kita semua…..
subhanallah/ benar2 ksah yg memlki sauri tauladan yg mendalm
Subbahanallah
Subhanallah…kisah yg dpt mmbuka hati utk selalu brsyukur atas apapun yg Allah berikan pada kita..
andai saja pemimpin-pemimpin kita smua pada jujur kaya kakek ,insya alloh negara ini akan makmur..
allahu akbar…………
tidak terasa air mata membasahi baju……
ya allah berilah kakek itu hidayahmu………..
jadilaah pedagang yg jujur dan sabar.
hemmmmmm sungguh aku terharu saat membacanya,,,,
semangatt bpk penjual amplop…
bleh di share kan ???
sblumnya mksih atas critanya,, aku ska bgett,,!!!!!
thanks ya pak.
jadi mau nangis niii
terimakasih pa, saya sangat terharu dng cerita bapak, cerita bapak telah membuka hati saya untuk selalu membantu terhadap orang yg lemah, sx lagi terima kasih pak, semuga dng cerita ini akan menyambung amal zariah bapak …………
Jadilah orang yang gemar sedekah. Tak ada ceritanya ada orang bangkrut karena sedekah. Terima kasih
subhanallah… Begitu kuat perjuangan kakek ini. Walaupun dalam keadaan yg sangat terdesak kakek ini masih saja berlaku jujur, yaitu menjual dagangan dg keuntungan yg sedikit…
Marilah kita yg di beri kemampuan lebih agar selalu mensyukuri nikmat yg telah diberikan Allah. Walaupun itu hanya sesuatu yg sangaaat kecil.
Dr kisah ini dapat diambil suatu ahlak terpuji yaitu berlakulah jujur dalam keadaan apapun…
subhannallahh…
:’( nympe mrebes mili aq…
ingin sekali saya bertemu dengan kakek itu dan membeli amplopnya.
Thank’s gan atas kisah’a, sedikit banyak’a sudah mengingatkan kami..!!
Prjuangn sang kakek ini patut d tiru…………n d acungi jempol
subhanalloh…. ijin copas
Ya Alloh ampuni aku yang kurang bersyukur atas nikmatMu..
semoga cerita td membuat aku bs lebih besyukur atas nikmat yg Alloh berikan….aminnn
Sebuah cerita yang sangat meng inspirasi.
Mohon ijin untuk berbagi cerita tersebut di web saya
sya haruss lebihh semngat dri kakekk itu
mengharukan skali…dan d kala kita dpt membahagiakan orang lain, itulah kebahagiaan yg hakiki
mungkinkah hal sprti i2 kira2 ada penyelesaianya,jika saya seseorang yang puya bnyak harta saya ingi mengumpulkan orang2 yg terlantar di sana,
bersyukur saya bisa mengetahui ceerita ini dan bisa di petik terkadang saya tidak menyadari pa yang sudah saya punya.jika saya menjadi kakek tersebut mungkin sudah putus asa.
Subhanallah….
Maha Besar Allah yang menunjukkan suatu hikmah dan pelajaran melalui apapun,trmasuk melalui cerita “kakek penjual amplop” di atas…
Semoga melalui cerita di atas tersebut menjadikan pedagang” yg ada d indonesia khususnya bermentel jujur…
jangan pernah iri dengan pejabat,mskipum bnyak dri pejabat kita yang tdak jujur..
Setelah membaca cerita ini, hendaklah kita mensyukuri apa yg tlah alloh beri, dan perbanyaklah bersedekah…semoga alloh memberi kebaikan yang lebih.amin.
Wowww……
Subha Nallah,
Allah hu Akbar.
SubhaNallah.
Di tempatku ada jg kakek2 tua yg menjual pisang atw rambutan malam2 (bahkan ampe tengah mlm) di pinggir jln tapi gak laku2..
wwoooww
subhanallah….
saya belum sempat ketemu kakek itu
orang yg sudah nerkecukupan pun kadang merasa kurang. padahal ada orang lain yg lebih kekurangan…
semoga kakek tua itu diberi kelimpahan rizqi…
kalua saya ketemu saya borong beli amplopnya..biar ane dapet pahala….
Assalamu’alaikum
Sungguh inspiratif ceritanya
Betapa kita harus menyukuri nikmat yang Alloh berikan,
Betapa kita harus mencontoh kakek untuk jujur dalam berdagang,
kadang-kadang sesuatu yang kita anggap remeh menjadi sangat berharga bagi orang lain
terkadang kita tdk bersyukur karena terlalu terlena akan kenikmatan yg didapatkan sehingga kta lupa akan siapa yg tlah mmberikan knikmatan itu,,atou karena kita tidak pernah merasakan hdp seperti si kakek tua itu,,,
subhanalloh………..semogga tuhan membery rejeki yg berimpah………….
Kisah ini membuat aq lebih tau,,, pa arti perjuangan arti sukses sebenary,Entah Berapa Kali Aku Harus Mengucap Alkhamdulilah Karna Kedurhakaan Ku Tlah ENGKAU Balas dngan NIKMATMU Tanpa Putus,,,, Kuatkan Pundakku,,,,,
subhanallah…semoga kakek tsb d golongkan org2 yg sbar…innallaha ma asshoobiriin….
hanya meneteskn air mata n tak mampu berkata pa2..rasa syukur timbul krn membacanya…smoga kake tu dberikn ksabarn dan ktabahan dlm menjalani hidup n di angkat drjtnya krn kesabaran tersbut…
Nice story…….
keren di jadikan bahan perenungan jelang Ramadhan….
yakin bahwa tiap hamba telah di tentukan rezekinya…
subahanallah………………..
saya sampai inggin menangis…………….
kisah yang mengharukan,,,,,,,,,
Astagfirullahaladziim :’(
Kasian banget :’(
Semoga Allah memudahkan setiap jalannya. Amiin. .
mari kita berbagi dari harta yg kita dapat membantu sesama mulia di mata allah ,,,,,,,success selalu bagi orang2 peduli antara umat tuhan ,,,,,amin
subhanallah sangat mngharukan
saya sampai mnagis membacanya
Senada dengan yang lainnya, mengharukan. Semoga menjadi hikmah bagi kita, terutama bagi orang yang serba berkecukupan …
Allah menyediakan banyak cara untuk beramal yah..
Ya ALLAH saya bener” terharu (˘ʃƪ˘)
subhanallah……tak kuasa menitikkan air mata, terimaksih ya Allah ats segala nikmat yg telah Engkau karuniakan kepada kami
mengharukan
Subhanalloh3x…saya adalah saksi kebenaran cerita ini…saya pernah membeli amplop dgn alasn yg sama, dan mata ini juga pernah ikut menangis melihat keteguhan bapak penjual amplop mencari rezeki dan tdk mau mengemis padahal sepanjang jalan mesjid salman tempat dia duduk berjejer pengemis…saat jalan menuju pulang saya menangis dan malu betapa besar dosaku yg seringkali tdk mensyukuri nikmatNya…
Saya rindu ingin sekali ketemu dgn bapak penjual amplop…
Ada yang mau ngajarin bapak ini jualan USB flashdisk atau memory card, ya sebaiknya sekalian dicarikan pemasoknya. Misal begini, ada yang beli USB flash 10 buah trus nitip ke bapak itu, ntar keuntungan dibagi ato yg iklas ya untungnya buat bapak itu. Tuhan Maha Tahu. Sayang sy ga di Bandung, jadi hanya sedikit saran saja. *##– Mencoba beramal, moga tidak berkhayal…–##*
Saya sambung lagi ya, dengan memberi barang dagangan buat bapak itu dan ngliat lagi jumat depan bagaimana hasil penjualannya mungkin nambah juga amalan kita yaitu bersilaturahmi dengan saudara.. Saya rasa beliau seorang pria yang terhormat, saya salut dengan ketegarannya. Mungkin kita ini yang banyak dosa yang perlu dikasihani… Wallahu alam.
Inilah sikap mental yang lahir dari suatu orientasi yang benar. Cari tahu, mengapa sang kakek bisa tegar seperti itu!
joheun iyagi (crita yang bagus)
sunngguh mengharukan membuat hati kita tersentak
Sangat menyentuh gan….
Sunhanawlah.. ini pelajaran bagi kita agar selalu bersyukur n bersedekah
Ya Allah…. mungkin saja beliau adalah seorang dari banyak hambamu yang soleh…. mudah2an aku termasuk didalamnya….. amiinn
subhanallah.. semoga kakek tersebut mendapat ridho illahi, dan masuk sorga kelak nanti.. amiin
menurut saya bukan kakek itu yang harus dikasihani. karena setidaknya dengan caranya menjalani hidup dia telah mendapatkan nilai lebih di mata Tuhan. dan mungkin saja karena itu semua kakek itu bahagia dan damai hatinya. sementara kita sendiri yang harus introspeksi. mungkin selama ini kita kurang bersyukur, sombong terhadap apa yang kita miliki hingga kita lupa untuk berbagi, bersedekah terhadap “kakek” itu. Saya salut dan angkat topi terhadap kakek itu. semoga kita semua selalu dibukakan hati untuk selalu bersedekah terhadap sesama. amiin..
astagfirullah…
Seharusnya kita bersedekah dengan hati ikhlas karena orang yang suka bersedekah rejeki kita akan d4lipat gandakan
subhanallah..sgat” mengharukan.allah maha besar.allah tdk perna menguji umatx dluar kemampuanx.kakek betul” berjuang tmpa megenal lelah&mencri uang halal.
Subhanallah, jika pun seorang bos yg duduk dengan hartanya yg berlimpah ruah namun enggan untuk bersedekah, berbanding dengan seorang penjajak amplop yg tua renta duduk dengan ikhtiar dagangannya dapat terbeli, maka uang yg ia dapatkan itu lebih besar barokahnya dibandingkan seorang bos yg bergelimpangan harta.
ya ALLAH murahkanlah rezekiMU pada orang-orang seperti kakek si penjual amplop ini , agar kami dapat melihat senyuman mereka yang tidak terlalu berat menanggung beban hidup . AMIN
pmbelajaran bagi kita semua
tak kuasa menahan air mata ni….aq sangat bersyukur atas smw nikmatMu Ya Robb…membaca ceritanya saja sudah tersentuh hati ni. apalagi kalau bertemu langsung,rasanya aq tak sanggup menahan air mata karena terharu…
subahanallah, maha mulia sang kake, walau tubuhx sudah tua mash tetap mempunyai semangat untuk mencari rezki dgn brjualan amplop yang untngx tidak seberapa, dari pada meminta minta…mari kawan semua kita berikan sebagian rezky yg d brikan kpada kita untk orang yg lbh membthkn.
terima kasih udh mengingatkan
dan menyadarkan akn rasa syukur………..